Home Berita Banjir, Dan Komitmen PKS Sepanjang Sejarahnya.

Banjir, Dan Komitmen PKS Sepanjang Sejarahnya.

by holil sumarna
Presiden PKS Ahmad Syaikhu saat berkunjung ke Pebayuran, salah satu daerah yang paling parah terdampak banjir akibat jebolnya tanggul

Masyarakat Indonesia dan bahkan dunia kembali dibuat berdecak kagum dengan komitmen PKS yang terdepan dalam penanganan bencana di semua wilayah di Indonesia.

Tingginya curah hujan di beberapa wilayah Indonesia, sejak 19 februari 2021 mengakibatkan sebagian wilayah Jabodetabek terendam banjir. Termasuk di Kabupaten Bekasi, menurut Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menyebut terdapat 7 kecamatan yang banjir parah karena luapan sungai dan hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir.

7 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Cikarang Utara, Kecamatan Setu, Kecamatan Pebayuran, Kecamatan Tambun Selatan, Kecamatan Kedungwaringin, Kecamatan Muaragembong, dan Kecamatan Cabangbungin.

PKS disepanjang sejarahnya telah komitmen membuktikan menjadi Partai terdepan memberikan bantuan didalam setiap bencana yang terjadi, semua cacian, sindiran, terpatahkan dengan sendirinya, masyarakat kini dengan mudah menyaksikan perjuangan dan pengorbanan para kader PKS.

Sudah saatnya masyarakat sadar, siapa yang hanya beretorika, berkoar-koar di media sosial, dengan yang benar-benar nyata, terlibat langsung, dengan segenap jiwa dan raganya, untuk membantu menolong, walau taruhannya nyawa mereka.

Seluruh masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Kabupaten Bekasi harus berterima kasih kepada PKS, kita do’akan semoga Allah swt memberkahi, merahmati dan menjaga PKS agar terus eksis melayani seluruh masyarakat Indonesia, sesuai dengan slogan PKS yaitu Semakin Kokoh Melayani Rakyat.

Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam tercinta bersabda

لا تزال طائفة من أمتى ظاهرين على الحق لا يضرهم من خالفهم ولا من خذلهم حتى تقوم الساعة

“Akan selalu ada sekelompok dari ummatku yang dzohir diatas kebenaran, mereka tidak peduli dengan orang-orang yang menyelisihi dan mentelantarkan mereka hingga terjadi qiamat.”

Wallahu a’lam bisshowab.

Rosandi Ardi Noegraha
Dosen & Pegiat Sosial.

You may also like