Jalani Vaksinasi, Imam Hambali Tegaskan PKS Dukung Program Vaksin Covid-19

Bagikan

Jalani Vaksinasi, Imam Hambali Tegaskan PKS Dukung Program Vaksin Covid-19

PKSBekasi – Usai menjalani vaksin, Imam Hambali anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan bahwa PKS Mendukung program vaksisani covid-19.

“PKS Mendukung program vaksinasi covid-19, yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bekasi di Stadion Wibawa Mukti, pada hari ini,” ujarnya pada Senin (1/3/21).

Imam Hambali yang juga Ketua Fraksi PKS menambahkan, program yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi merupakan salah satu ikhtiar, untuk menjalankan keselamatan warga Kabupaten Bekasi dan mempercepat pemulihan pandemi covid-19.

Bagikan

Kunjungi Labansari, Fatmah Hanum Berikan Bantuan untuk Penyintas Banjir

Bagikan

Kunjungi Labansari, Fatmah Hanum Berikan Bantuan untuk Penyintas Banjir

PKSBekasi – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi Kunjungi warga yang terdampak banjir paling parah di Kecamatan Cikarang Timur, Desa Labansari, Rabu (24/2) siang.

Diwakili oleh Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kabupaten Bekasi, Fatmah Hanum menyampaikan bantuan langsung untuk penyintas banjir di wilayah tersebut yang diterima langsung oleh Ketua DPRa PKS Labansari, Jafar.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan berkah,” demikian kata Fatmah Hanum yang juga sebagai Anggota DPRD FPKS Kabupaten Bekasi.

Dalam kunjungannya Fatmah Hanum juga didampingi oleh ketua SPKK PKS Cikarang Timur, Anna Herlina. Dan mereka membawa bantuan sembako 100 paket dan makanan siap santap sebanyak 100 bungkus. (hrs)

Bagikan

Salah Alamat! Kisah Dibalik Penyaluran Bantuan Banjir Kader-kader PKS

Bagikan

Salah Alamat! Kisah Dibalik Penyaluran Bantuan Banjir Kader-kader PKS

PKSBekasi – Cerita dibalik pendistribusiannya makanan, oleh Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan Kedasih, Cikarang Baru, Bekasi yang terjebak banjir pada Sabtu (20/2/21), hampir seleher orang dewasa dalamnya mengelilingi rumahnya, rela saat bantuan makanan untuk keluarganya salah alamat.

Leli menginformasikan ke group Whatsapp PKS Cikarang Utara, bahwasanya banjir sudah tinggi, posko pagi itu yang siap mengantarkan makanan dari Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS Karangasih, Cikarang Utara.

Ridwan Setiawan beserta para relawan PKS menuju ke lokasi, cukup sulit dijangkau karena hampir sedada orang dewasa.

Karena terkendala komunikasi, saat hampir tiba di lokasi, Ridwan bertanya kepada salah seorang warga.

Ridwan : “apakah ini benar rumah bu Leli?”
Dari atas terdengar suara seorang ibu-ibu dari atas menjawab.
Ibu: “iya.”
Ridwan : “Yang minta bantuan di group citra bu?(Citra red-Cikarang Utara).”
Ibu: “iya.” Dengan suara yang serius.
Ridwan dan rombongan pun membangkitkan makanan tersebut ke ibu-ibu tadi dan beberap orang yang ada disitu.

Selang beberapa lama, tiba-tiba telpon Ridwan pun berbunyi.

Leli :”Sudah sampai mana Pak Ridwan?”tanya Leli.
Ridwan :”Barusan diantar ke rumah ibu,?
Leli :”Saya belum menerima, salah alamat mungkin?” tegas Leli.
Ridwan:” Ya Allah, iya bu Leli salah alamat, tadi ada ibu-ibu bilang namanya Leli,siap nanti di koordinasikan lagi.”

Bekal makanan yang dibawa juga sudah habis, sehingga harus pulang dulu untuk mengambil makanan.

Sepanjang arah pulang Ridwan dan rombongan relawan PKS melihat masih banyak juga yang belum kebagian, melihat orang-orang yang dipinggir rumah duduk-duduk.

“Andaikan bantuan cukup banyak, misal kita bawa roti dan lainnya, insya Allah kita bagikan.” Kata Ridwan. Keterbatasan bantuan membuat terharu para kader PKS.

Ada harapan agar pemerintah Kabupaten Bekasi lebih sigap dalam menolong dan evakuasi dengan banyak masyarakat yang terdampak banjir. Karena pemerintah memiliki dana dan juga resource yang bisa diberdayakan.

Masyarakat hanya sebatas maksimal bantuannya, alangkah baiknya kedepannya Pemerintah sudah menyiapkan semuanya untuk menghadapi banjir tiap tahunnya.

Bagikan

Petualangan Malam Relawan PKS DPC Setu : Selalu Ada Saat Bencana Melanda, Dan Dilupakan Saat Pilkada

Bagikan
  • Petualangan Malam Relawan PKS DPC Setu : Selalu Ada Saat Bencana Melanda, Dan Dilupakan Saat Pilkada

Sejak Sabtu dinihari (20/02) di grup-grup whats app dan akun-akun sosial media menyuarakan satu hal yang sama, banjir ! Dan untuk kesekian kalinya, Kabupaten Bekasi tergenang hampir merata diseluruh wilayahnya. Selatan, Timur, Barat bahkan untuk wilayah Utara banjir malah telah melanda daerah itu sejak 3 pekan lalu. Sebut saja di Kecamatan Babelan yang menjadi lintasan Kali CBL dan Muara Gembong yang merupakan lintasan Kali Citarum.

Setu adalah sebuah kecamatan yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Bekasi. Sebuah wilayah yang dulunya asri dengan area persawahan dan perkebunan warga asli yang sangat luas, kini sebagiannya sudah menjadi area pemukiman tempat hijrahnya warga pendatang sebagai konsekuensi daerah yang berada tak jauh dari kawasan industri.

Sabtu pagi, Setu dilanda banjir. Beberapa desa terutama di wiilayah perumahan digenangi air dengan tinggi bervariasi antara 30-120 cm. Salah satu yang terparah ada di Perumahan Griya Setu Permai, Desa Ciledug yang pintu gerbangnya hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer dari Pasar Setu.

Di sini, ketinggian air antara 40-100 cm. Rata-rata mencapai sepinggang orang dewasa. Sejak subuh, permintaan evakuasi warga menjadi menu wajib relawan PKS DPC Setu. Hujan yang deras, dengan akses terbatas karena digenangi air tak menyurutkan nyali mereka sedikitpun. Bahkan sebagian mereka adalah penyintas banjir. Mereka tinggalkan keluarga mereka, demi menolong sesama yang bahkan tidak mereka kenal sama sekali. Luar biasa.

Selain evakuasi dengan perahu karet yang mereka miliki, mereka juga mengangkut logistik kebutuhan para penyintas banjir yang memilih untuk bertahan dirumah masing-masing atau menumpang pada tetangga yang rumahnya berlantai dua. Penderitaan mereka kian bertambah saat listrik padam jelang siang hari tadi.

Sabtu malam saat waktu menunjukkan pukul 20.30 wib, saya tiba diposko PKS DPC Setu. Dengan menenteng dua kantong besar berisi 100 Burger produk merk terkenal sumbangan seorang donatur, saya tak segan menawarkan diri bergabung dengan para relawan itu mengantarkan logistik ke bagian terparah perumahan yang terendam dengan perahu karet besar.

Kaki mulai gentar saat berjalan pelan mendekati lokasi perahu ditambatkan. Air telah menyentuh lutut saya saat melangkah. Pelan saya naik keatas perahu dan perlahan namun pasti perahu mulai ditarik maju oleh para relawan.

Gelap gulita, kadang hanya nyala serupa lilin dikegelapan. Suara riak air seiring langkah para relawan. Makin menjauh makin mendalam genangan.

” Bu, turun dulu ya. “

Ucap salah seorang. Saya kaget, di hadapan saya ternyata sebuah jembatan yang posisinya agak menjulang. Rupanya perahu harus diangkat. Yess ! Diangkat. Melewati jembatan yang kering, yang dijadikan parkir beberapa mobil dan motor yang berjajar. Tuhan.

Saya tercekat, menyaksikan para relawan bersusah payah mengangkat perahu yang pastinya tak ringan, ditambah ternyata perahu itu tak hanya berisi logistik berupa air mineral dan kotak nasi, tapi juga mengangkut genset pesanan seorang warga perumahan. Ya Rabbi. Tasbih dan takbir tak henti saya ucapkan. Kalian ini manusia atau bukan ? Hiks.

Usai melintasi jembatan, perahu kembali diturunkan. Saya diminta naik kembali. Air bertambah dalam, suasana kian kelam. Rumah-rumah kosong, gelap mencekam. Dan mulailah sebuah fenomena yang kian mencengangkan. Para relawan berkaos orange ini mulai berteriak,

” Halo, ada orang ? “

” Bapak, ibu…. “

Begitu berulang-ulang. Kadang teriakan itu disambut kesunyian. Namun tak jarang teriakan itu disambut suara riang tertahan dari kejauhan,

” Ada paakk. Kami belum makan. “

” Berapa orang dirumah ? “

” Ada 8 orang pak. “

” Ada anak kecil? “

” Ada pak, 2 orang.”

” Ada air minum ? “

” Ada, pak. “

” Terima kasih banyak, pak. “

” Kalau mau di evakuasi hubungi ketua RW ya. Kalau mau tetap bertahan, jangan lupa jaga diri dan jaga kesehatan. “

” Baik, pak. “

Pintupun tertutup kembali, perahu perlahan bergerak lagi. Dan air mata saya jatuh di pipi. Dalam haru dan isak yang tak tertahankan lagi.

Genangan dan genangan berteman gelap laksana kota mati. Senyap. Dan entah kenapa ada kelegaan dihati saat suara bersahutan datang dari lantai dua sebuah rumah, atau teriakan beberapa orang yang memilih mengungsi dari sebuah masjid komplek ini. Alhamdulillah.

Satu jam saya berkeliling. Membagi-bagikan logistik untuk para penyintas banjir. Ada sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu bersama dua orang laki-laki dan seorang anaknya yang gadis, ikut bersama saya diatas perahu. Saat bertemu mereka tengah berjalan tertatih, lapar dan letih karena sejak siang tak memiliki apa-apa untuk dimakan lagi. Mereka memutuskan untuk keluar dari rumah mereka saat mereka khawatir air kian meninggi. Dalam gigil kedinginan mereka memilih berjalan sambil saling berpegang tangan, berharap pertolongan Tuhan datang menghampiri. Dan saat perahu kami melintas, tak canggung mereka mengajukan diri untuk bisa ikut menaiki perahu kami.

Saya mengakhiri petualangan menyusuri banjir di posko PKS DPC Setu yang terletak di samping kiri gerbang Perumahan Griya Setu Permai. Disana tempat relawan PKS berkumpul untuk bergantian mengawal warga untuk evakuasi atau membagikan logistik. Di posko yang ala kadarnya itu, tak mengurangi kehangatan suasana dalam keikhlasan untuk melayani. Mereka sudah paham betul akan keikhlasan untuk terus berbagi. Walau sebagai partai politik yang memilih untuk berseberangan dengan partai politik yang berkoalisi dengan pemerintah, PKS kenyang untuk di caci maki, tapi itu semua tak pernah menyurutkan hasrat untuk tetap nomor satu dalam proyek-proyek kebaikan yang bermuara pada kalimat, akhirat oriented. Teguh untuk tetap memperjuangkan eksistensi kebenaran dan memperjuangkan kepentingan bangsa. PKS tak pernah surut walau selangkah, tetap terdepan dalam pelayanan saat musibah melanda walau ditinggalkan saat pileg dan pilkada. Bravo PKS !

Bagikan

Cikarang di Kepung Banjir, Kader PKS Cikarang Utara Salurkan Bantuan

Bagikan

Cikarang di Kepung Banjir, Kader PKS Cikarang Utara Salurkan Bantuan

PKSBekasi – Cikarang dikepung banjir sejak Sabtu (20/2/21) dini hari, kader-kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cikarang Utara, Bekasi dengan sigap membantu evakuasi dan menyalurkan bantuan berupa makanan siap santap.

Sebagaimana diketahui, sejak Subuh di wilayah Cikarang Baru, Graha Asri Simpangan, Kali ulu Karang Raharja, Tanjung Sari terendam lebih dari satu meter dan sebagian hanya terlihat atap rumahnya saja.

Untuk mensuplai makanan siap saji secara cepat, para kader PKS Cikarang Utara mendirikan dapur umur, di masing-masing wilayah seperti Karangasih, Pasir Gombong, Karang Raharja dan Simpangan.

“Alhamdulillah DPC PKS Cikarang Utara menyalurkan bantuan paket makanan yang siap makan, akses yang ditempuh agak susah karena banjir tinggi, kader-kader PKS mendistribusikan ke titik jemput dengan tetap memperhatikan prokes,” ujar Rohmat Ketua DPC PKS Cikarang Utara.

Karena banjir yang cukup tinggi, serta keterbatasan sarana untuk penyaluran bantuan (perahu karet), membuat kader PKS kelelahan juga dan saling bergantian dalam mendistribusinya.

Sampai malam ini, distribusi makanan siap santap terus dilakukan kepada wilayah yang terdampak banjir.

Posko PKS Cikarang Utara berada di Graha Cikarang, Simpangan, Bekasi. HP 0817-781-852.

Bagikan

Fatmah Hanum : Hadirkan PHI di Kabupaten Bekasi!

Bagikan

Fatmah Hanum : Hadirkan PHI di Kabupaten Bekasi!

PKSBekasi – Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Bekasi merasa prihatin atas banyaknya kasus buruh yang di PHK secara sepihak oleh perusahaannya di masa pandemi ini. Sebagian besar kasus-kasus perburuhan yang terjadi di Kabupaten Bekasi harus berakhir di meja Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kota Bandung yang tentu saja sangat memberatkan pihak buruh yang bersengketa karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi ke lokasi persidangan.

“Sejak lama sebenarnya masalah hubungan industrial menjadi semakin berat dan terkatung-katung tidak jelas. Semua diarahkan ke PHI. Ada yang serius ke Bandung ada juga yg akhirnya mangkrak. Miris sekali,” ujarnya saat menemui perwakilan buruh di rumahnya pada Kamis (11/2).

Fatmah berharap Pemerintah Daerah segera memenuhi persyaratan agar segera dibangun PHI di Kabupaten Bekasi untuk sedikit meringankan beban buruh yang bersengketa karena Kabupaten Bekasi sebagai daerah industri terbesar se-Asia Tenggara sangat layak untuk memiliki PHI sendiri tanpa harus ke ibukota propinsi.

“Harus ada langkah partisipatif dari Pemerintah Daerah dan sel stake holder ketenagakerjaan. Paling tidak memberi keringanan perjuangan buruh, salah satunya dengan menghadirkan PHI di Kabupaten Bekasi. Penuhi persyaratannya.
Kita layak kok untuk bisa ada PHI.
Secara Kabupaten Bekasi adalah daerah industri terbesar se-Asia Tenggara,” kata legislator PKS dua periode ini.

Lebih lanjut Fatmah mengatakan bahwa sebenarnya Kabuoaten Bekasi sudah memiliki Peraturan Daerah Ketenagakerjaan yang sudah lengkap secara isi dan muatan akan tetapi belum teralisir, diantaranya tentang pasal pembentukan Dewan Pengawas Tenaga Kerja.

“Kabupaten Bekasi sudah memiliki Perda Naker yang lengkap secara isi dan muatan, salah satunya ada klausul pasal agar Pemerintah Daerah membuat Dewan Pengawas Tenaga Kerja sebagai antisipasi bila terjadi proses sengketa antara buruh dan perusahaan, akan tetapi hal itu belum juga terealisasi,” tutupnya.

Bagikan

Kunjungi Muara Gembong, Uryan Riana Salurkan Bantuan

Bagikan

Kunjungi Muara Gembong, Uryan Riana Salurkan Bantuan

PKSBekasi – Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi, Uryan Riana, ST, SH, MH, berkunjung ke Kecamatan Muara Gembong untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga yang terdampak banjir pada Rabu (10/2). Uryan yang hadir bersama personil Pos Penanggulangan Bencana (P2B) PKS Kabupaten Bekasi menyusuri tanggul kali Citarum untuk sampai ke lokasi berharap agar bantuan yang dibawanya dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

“Untuk meringankan beban sebagian masyarakat yang terkena dampak banjir, berbagi walaupun sedikit hanya sekedar peduli akan penderitaan dan kesedihan mereka perlu kita lakukan, agar asa ini yakin tetap ada,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPD PKS Kabupaten Bekasi masa bakti 2020-2025 ini.

Lebih lanjut Uryan berharap agar bencana banjir ini disikapi dengan meningkatkan empati antar sesama agar simpati ini tidak terhenti.

“Semoga bencana ini tidak membebani, karena sebelum banjir kita tahu saat ini sedang dikhawatirkan dengan wabah Covid19, yang menghampiri siapa saja. Kami dengan P2B PKS (Pos Penanggulangan Bencana) menyusuri daerah banjir dan sedikit berbagi empati agar simpati ini tidak terhenti,” tutup anggota komisi 3 ini.

Bagikan

Pengurus DPD PKS Kabupaten Bekasi Ziarah ke Makam Pahlawan KH.Noer Ali

Bagikan

Pengurus DPD PKS Kabupaten Bekasi Ziarah ke Makam Pahlawan KH.Noer Ali

PKSBekasi – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi, usai silaturahmi ke kediaman ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional, KH.Noer Ali.

Ziarah makam pada Rabu(10/2/21) di komplek kediaman Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi, KH. Amien Noer, Lc, MA di Ponpes At-Taqwa Ujung Harapan, Bekasi.

“Setelah silaturahim, bersama rombongan Ziarah ke makam pahlawan nasional,almarhum KH.Noer Ali,” ungkap Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Imam Hambali

Ziarah bersama Ketua Dewan Syariah Wilayah Dr. KH. Abdul Jabbar Majid, MA, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi H. Mohamad Nuh, Lc dan Sekretaris Umum DPD Budi Mohamad Mustofa.

Bagikan

Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Cikarang Utara Luncurkan Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan

Bagikan

Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Cikarang Utara Luncurkan Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan

PKSBekasi – Peluncuran produk karya Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Cikarang Utara melalui Whatsapp Grup kader dan Dewan pengurus Cabang (DPC) PKS Cikarang Utara berjalan sukses, Sabtu (6/2/21).

Ditandai dengan banjir pesanan. Kabarnya sabun ini disebut sebagai sabun ramah lingkungan, mengandung surfaktan dari turunan minyak kelapa sawit. 

Surfaktan ini memiliki kelebihan yaitu ramah lingkungan (biodegradable) dan memiliki kemampuan membersihkan kotoran lebih baik.

Sabun ini di produksi di kalangan sendiri sehingga kandungan dan kemasan lebih terjaga dan bersahabat. Selain itu, ekstra jeruk nipis nya menambah wangi segar saat mencuci piring. Sudah pasti Ibu- ibu jadi semakin semangat dan betah di dapur.

Sabun yang dikemas dalam botol berisi 250ml ini, mampu bersaing dengan Harga yang cukup ekonomis yaitu Rp.5000,- saja. Dengan harga itu, lemak membandel yang ada diperalatan dapur beres dan tuntas.

“Keren banget, harga hemat, mencuci bersih, ramah lingkungan lagi, suka!”
Tutur salah seorang Ibu pecinta Rumah, Ibu Annisa.

Pada hari itu, Penjualan Batch pertama melalui Whatsapp grup kader mampu menjual 180 botol (45 liter).

Ketua RKI Cikarang Utara sekaligus penggagas sabun pencuci piring ramah lingkungan, dr Feranida menjelaskan,

“Sabun pencuci piring yang kami produksi aman buat lingkungan karena air sisa cucian atau bilasan, bisa untuk menyiram tanaman. Walau Busa sedikit namun daya angkat lemak insyaa Allah bagus dan tidak panas ditangan, ayo segera dipesan!”

Selain itu, beliau meminta dukungan dan Doa dari semua pihak agar Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Cikarang Utara bisa menghasilkan produk unggulan lain, bermanfaat dan layak diterima di Masyarakat.

Ketua umum DPD PKS Kabupaten Bekasi, Bapak Imam Hambali,S.si.MM turut memberikan Apresiasi melalui acungan jempol pada Grup WA tersebut.

Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Cikarang Utara Memiliki banyak kader yang berpotensial mengahasilkan karya.

Bagikan

Silaturahim Dengan Ketua MUI Kabupaten Bekasi, PKS Dapat Banyak Wejangan

Bagikan

Silaturahim Dengan Ketua MUI Kabupaten Bekasi, PKS Dapat Banyak Wejangan

PKSBekasi – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi bersilaturahim dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, di Komplek Pesantren At-Taqwa Babelan, Rabu (10-2-2021).

Ketua MUI Kabupaten Bekasi, KH. Amien Noer, Lc, MA menerima rombongan DPD PKS Kabupaten dengan penuh keakraban dan langsung memberikan wejangan.

Kiyai Amin, demikian beliau biasa disapa berpesan agar PKS terus istiqomah berjuang untuk umat, serta mengokohkan persatuan dengan seluruh elemen bangsa. “PKS bisa menjadi perekat dan pemersatu semua partai dan semua golongan terutama kelompok Islam. Kalau persatuan sudah terbentuk, insya-Allah akan memberikan banyak manfaat bagi ummat”, pesannya.

Putra Pahlawan Nasional KH Noer Alie ini juga berpesan agar kiprah PKS dan tokoh-tokoh Islam semakin profesional. Profesionalitas itu juga harus menjadi landasan bagi para politisi dan da’i pada umumnya. “Berpolitik juga harus dengan baik dan profesional. Berdakwah juga demikian. Profesional adalah ciri kualitas untuk tataran elit. Untuk tataran bawah kita menyebutnya berketerampilan”, tegasnya.

Ketua Pondok Pesantren At-Taqwa Babelan ini berpendapat, profesionalisme atau keterampilan inilah yang harus ditingkatkan terus terutama oleh para lulusan pesantren. Menurutnya, lulusan pesantren, jadi da’i yang profesional. Punya keahlian dan tetap memegang adab dalam dakwahnya.

Mendapatkan wejangan yang banyak, Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi H. Imam Hambali, S.Si, MM mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas pesan dan harapannya yang besar kepada PKS.

Membersamai rombongan PKS hadir KH. Dr. Abdul Jabar Majid, MA (Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS Jawa Barat, yang juga menantu dari KH. Noer Alie), H. Mohamad Nuh, Lc (Wakil Ketua DPRD Kab. Bekasi), Dra. Hj. Ani Rukmini, M.Kom (Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi), Budi Mohamad Mustofa (Sekretaris Umum DPD) dan H. Mustaqim Marzuki, M.Pd (Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi dari Dapil 4).

Kegiatan silaturahim DPD PKS Kabupaten Bekasi ini akan terus berlanjut kepada tokoh dan organisasi lainnya di Bekasi sebagai perkenalan pengurus baru PKS hasil Musda PKS pada Desember 2020 silam.

Bagikan