::
DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi -
Website DPD PKS Kabupaten Bekasi
Mengenal PKS

Sosialisasi Pengurangan Sampah di Tambun Selatan: Dorong Kesadaran Pemilahan Sampah dimulai dari rumah sendiri

PKS Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama berbagai pemangku kepentingan menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat” di Convention Hall Permata Hati, Tambun Selatan, pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan warga, pengelola bank sampah, serta tokoh masyarakat setempat.

Acara dibuka secara resmi oleh Anggota DPD RI Komisi XII yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan investasi, H. Jalal Abdul Natsir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan empat poin utama yang harus didorong dalam mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Bekasi. “Pertama, bangun kesadaran pemilahan sampah dari rumah. Kedua, perkuat bank sampah untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Ketiga, berkolaborasi dengan pemerintah untuk membangun industri pengolahan sampah. Keempat, bersama-sama membangun lingkungan yang bersih,” tegasnya.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Nurul Fitriah, menekankan bahwa paradigma masyarakat terhadap sampah harus berubah total. “Sampah itu bukan lagi untuk dibuang, tetapi dikurangi oleh masyarakat. Bank sampah bisa berjalan jika ada pionir atau tokoh yang didengarkan oleh lingkungan sekitarnya,” ujarnya. Ia mengajak tokoh masyarakat untuk menjadi motor penggerak dalam memilah dan memanfaatkan sampah.

Sementara itu, tuan rumah Hj. Hilaliatul Badriah menyampaikan komitmen yayasannya dalam mengelola sampah secara mandiri. “Meskipun masih dalam lingkup kecil, kami sudah berkomitmen mengelola sampah, mulai dari memilah hingga menjadikan sampah organik menjadi pupuk kompos,” katanya.

Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Akhmad Hisyam, mengingatkan bahwa masyarakat Bekasi sedang menghadapi kondisi darurat sampah. “Harapannya, ke depan setiap kecamatan di Kabupaten Bekasi memiliki satu insinerator sampah sebagai pusat pengolahan berbasis komunitas,” ungkapnya.

Dari sisi regulasi dan data, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup memaparkan bahwa estimasi timbunan sampah di Kabupaten Bekasi mencapai 2.404 ton per hari. Ia juga menjelaskan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan serta perubahan paradigma dari kumpul-angkut-buang menjadi kurangi-pilah-olahan.

Sementara itu, Ketua Bidang Energi dan Lingkungan Hidup DPD PKS Kabupaten Bekasi, Aris Suwarno, mengkritik pola pikir yang keliru selama ini. “Pola pikir yang salah adalah menganggap pengelolaan sampah itu langsung menguntungkan secara finansial. Keuntungan akan ada ketika mendapat bantuan CSR atau pemerintah, namun yang utama adalah pengelolaan sampah harus bersifat keberlanjutan, bukan sekadar proyek,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Warga antusias bertanya tentang teknis pendirian bank sampah serta cara mengakses program CSR untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com