::
DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi -
Website DPD PKS Kabupaten Bekasi
Mengenal PKS

Mengapa Pemilu Lalu Menjadi Pelajaran Penting bagi Kader PKS?

PKS Bekasi – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi menggelar Bedah Dapil 3 di Aula Islamia, Mangunjaya, Tambun Selatan, Ahad (19/7). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi pasca-Pemilu sekaligus penguatan kapasitas struktur dan kader agar semakin siap menghadapi tantangan perjuangan dakwah politik di masa mendatang.Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi H. Akhmad Hisyam, S.T., Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi H. Nuryasin Suparmin, Lc., Ketua BP3 Dr. H. Nurdin Rivaldy, M.Si., Sekretaris DPD PKS Kabupaten Bekasi Taufik Shaleh, Ketua DPC PKS Tambun Selatan Imam Nugroho, S.E., serta para Ketua DPRa se-Tambun Selatan.

Membuka kegiatan, Ketua DPC PKS Tambun Selatan Imam Nugroho menegaskan bahwa perjuangan dakwah politik harus dibangun di atas perencanaan yang berbasis data, bukan sekadar asumsi.

“Perjuangan dakwah harus memiliki rencana yang disusun berdasarkan data. Dengan data yang akurat, setiap langkah perjuangan menjadi lebih tepat sasaran, terukur, dan efektif dalam menjawab tantangan dakwah,” ujarnya.

Dalam arahannya, Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi H. Akhmad Hisyam mengawali materi dengan menyoroti pentingnya kesehatan kader sebagai fondasi utama perjuangan. Berdasarkan hasil Medical Check Up (MCU) kader yang baru-baru ini dilakukan, gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah masalah gigi dan ginjal.

Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar dalam menyiapkan diri untuk berdakwah, sebagaimana dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah ﷺ. Selain itu, beliau menekankan pentingnya menguatkan budaya musyawarah dalam membangun organisasi.

“Program kerja yang baik lahir dari syuro yang kuat. Ketika keputusan syuro telah ditetapkan, maka seluruh kader wajib bersatu dan menjalankannya dengan penuh komitmen,” tegasnya.

Pada sesi berikutnya, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi H. Nuryasin Suparmin mengajak seluruh peserta merefleksikan perjalanan panjang dakwah PKS di Kabupaten Bekasi. Ia mengenang masa-masa awal perjuangan ketika jumlah kader hanya sekitar 63 orang, namun semangat dakwah tetap terjaga hingga terus berkembang seperti saat ini.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan tidak pernah datang dengan sendirinya, melainkan memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi sesuai tantangan setiap zaman.

“Kemenangan memiliki syarat, dan syarat itu tidak selalu sama pada setiap zaman. Yang tidak boleh berubah adalah orientasi kita. Partai hanyalah bagian kecil dari perjuangan Islam. Jangan sampai urusan partai mengalahkan urusan dakwah,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PKS Kabupaten Bekasi Taufik Shaleh menekankan bahwa kualitas perencanaan harus dibarengi dengan kemampuan mengeksekusi program secara disiplin dan adaptif.

“Perencanaan yang paling presisi sekalipun tidak akan berarti tanpa kemampuan eksekusi. Apalagi tiga tahun ke depan perkembangan media sosial akan berlangsung sangat cepat. Karena itu, kemampuan kita beradaptasi dalam berpolitik dan berdakwah harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Pendidikan Politik ini tidak hanya menjadi ruang peningkatan kapasitas kader, tetapi juga momentum muhasabah bagi seluruh peserta. Refleksi atas perjalanan Pemilu menjadi pengingat bahwa kemenangan politik bukan sekadar hasil kerja elektoral, melainkan buah dari kualitas dakwah, pembinaan, ukhuwah, dan kesiapan kader dalam menjalankan amanah perjuangan.

Pertanyaan yang mengemuka di akhir kegiatan menjadi renungan bersama: Sudahkah kita pantas menerima kemenangan dari Allah? Jika dakwah adalah tujuan utama berpolitik, sudahkah setiap kader berupaya melahirkan binaan dan menguatkan perjuangan Islam di tengah masyarakat?

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com