PKS Bekasi – Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Akhmad Hisyam, menegaskan pentingnya memperbanyak pelaku usaha di kalangan kader sebagai bagian dari penguatan dakwah. Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Inkubator Bisnis yang diselenggarakan oleh Bidang Pemberdayaan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Korporasi (Boemkraf) DPD PKS Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/4/2026), di Aula Kantor DPD PKS Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Hisyam menekankan bahwa penguatan sektor ekonomi kader bukan sekadar upaya peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menopang gerakan dakwah.
“Perlu kita perbanyak pelaku usaha di kalangan kader PKS, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha mereka agar memberikan kontribusi nyata bagi dakwah, khususnya di Kabupaten Bekasi bahkan hingga level global,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun niat yang benar dalam berbisnis. Menurutnya, orientasi usaha harus dilandasi semangat untuk menolong dakwah di jalan Allah. Hisyam mencontohkan kisah seorang pelaku usaha ayam goreng yang berhasil meraih kesuksesan besar karena memulai usaha dengan niat yang kuat dan konsistensi dalam ikhtiar.
Kegiatan Inkubator Bisnis ini menghadirkan dua sesi utama dengan total 150 peserta. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi dari Coach Ari Maryadi yang membahas pengembangan bisnis. Sementara sesi kedua diisi oleh Coach Allev Hidayatullah dengan topik affiliate marketing sebagai peluang usaha di era digital.
Sementara itu, Ketua Bidang Boemkraf DPD PKS Kabupaten Bekasi, Tajudin Nur, yang menyampaikan bahwa program inkubator bisnis ini merupakan langkah strategis dalam mencetak kader-kader mandiri secara ekonomi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir pelaku usaha baru sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis kader yang sudah berjalan, sehingga mampu berdaya saing dan memberikan dampak luas,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DPD PKS Kabupaten Bekasi dalam mendorong kemandirian ekonomi kader serta menjadikan sektor usaha sebagai salah satu kekuatan utama dalam mendukung keberlangsungan dakwah.















