Hari Keduapuluh, Ramadhan Dan 10 Hari Terakhir

Bagikan

Oleh : Ustadz Sunardi Ketua Majlis Pertimbangan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Bekasi

Hidup adalah perjalanan yang telah Allah takdirkan memiliki dua macam rasa, senang dan susah, manis dan pahit, lapang dan sempit, nikmat dan musibah. Keduanya ujian, yang setiap kita akan merasakannya. Bahkan mereka yang dicintai Allah Ta’ala, sperti para nabi dan rasulNya. Memang makin besar nikmatNya yang dirasakan oleh seorang hamba, kian besar pula ujian dan musibah yang mengiringinya. Semakin iman bertambah, semakin bertambah pula ujiannya.

Sepuluh hari terakhir kini kita bertemu dan sekaligus ujian bagi kita. Saudara kita yang lain telah ada yang dipanggil Allah lebih dulu ketimbang kita. Tapi yakin kitapun akan dipanggil. Kapan panggilan itu datang, dimana dan pada saat apa kita, tak pernah kita tahu.

Maka sepuluh hari terakhir, boleh jadi menjadi benar-benar yang terakhir untuk kita. Walau kita terus berharap pada Allah diberi umur panjang dalam ketaataan.

Di 10 hari terakhir apa yang ingin kita renungkan, kita muhasabah, kita evaluasi dari perjalanan hidup kita. Allah Subhana wa Ta’ala dalam surat Al Ahzab ayat 35 mengingatkan tentang 10 golongan yang akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar. Ini bisa menjadi alternative patokan kita dalam memuhasabahi diri selama 10 Malam.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَا لْمُسْلِمٰتِ وَا لْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتِ وَا لْقٰنِتِيْنَ وَا لْقٰنِتٰتِ وَا لصّٰدِقِيْنَ وَا لصّٰدِقٰتِ وَا لصّٰبِرِيْنَ وَا لصّٰبِرٰتِ وَا لْخٰشِعِيْنَ وَا لْخٰشِعٰتِ وَا لْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَا لصَّآئِمِيْنَ وَا لصّٰٓئِمٰتِ وَا لْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَا لْحٰـفِظٰتِ وَا لذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ ۙ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 35)

Pertama, Laki-laki dan perempuan yang berserah diri pada Allah. Malam ke 21 kita bermuhasabah sejuah mana kepasrahan kita kepada Allah Ta’ala dalam permasalahan kehidupan. Jika dalam skala 1 sd 10 dimana kadar kepasrahan kita. Allahumma laka aslamna… Sejauh mana kita bertawakal kepada Allah. Allahumma alaika tawakkalna…

Kedua, Laki-laki dan perempuan yang beriman. Malam ke 22 sejauh mana kadar keimanan kita kepada Allah. 60% kah, 80 % kah, dalam masalah rezeki, jodoh, dan kematian. Juga keimanan kepada Malaikat, kepada Kitab, kepada Rasul, kepada Hari Kiamat, dan kepada Qadha’ dan Qadar Allah.

Ketiga, Laki-laki dan perempuan yang taat. Malam ke 23 sejauh mana ketaatan kita pada perintah Allah. Bagaimana istijabah kita terhadap perintah Allah dan Rasulnya. Apakah kita sudah sami’na wa atho’na…? Termasuk dalam pelaksanaan tugas-tugas dan amanah dakwah yang kita pikul.

Ke empat, Laki-laki dan perempuan yang benar. Malam ke 24 kita muhasabah sejauh mana Shidqul niyat kita, shidqul lisan dan shidqul ‘amal kita. Dan apakah kita sudah sering berkumpul dengan orang-orang yang benar, sebagaimana firman Allah, wa kunuu ma’a shadiqiin.

Ke lima, Laki-laki dan perempuan yang sabar. Malam ke 25 sejauh mana kualitas kesabaran kita dalam menghadapi ujian-ujian kehidupan yang menerpa kita dari kanan dan kiri. Karena sesungguhnya apa yang ada di sekeliling kita adalah ujian kehidupan.

Ke Enam, Laki-laki dan perempuan yang khusyu’. Malam ke 26 kita evaluasi kekhusyu’an kita dalam beribadah. Sudah fokuskah atau sudah tafarugh ilallah saat kita beribadah.

Ke tujuh, laki-laki dan perempuan yang bersedekah. Malam ke 27 kita muhasabah sejauh mana sedekah kita. Walaupun kecil tapi usahakan untuk bersedekah. Boleh jadi 1000 rupiah, mengalahkan 10 juta, sebagaimana 1 dirham mengalahkan 1000 dirham.

Ke Delapan, Laki-laki dan perempuan yang berpuasa. Malam ke 28, kita evaluasi bagaimana kualitas puasa kita. Apakah sekedar puasa Ammah atau puasa Khasshah. Dan sudah mampukah puasa kita berbuah akhlak yang mulia, atau mengikis sifat-sifat buruk kita,

Ke Sembilan, Laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya. Malam ke 29 kita muhasabah kualitas pengendalian kita terhadap nafsu syahwat di bawah perut.

Dan ke sepuluh. Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir. Malam ke 30 kita evaluasi kualitas dan kuantitas dzikirullah. Sudahkah zikir kita membuat hati menjadi tenang menghadapi permasalahan kehidupan.

Dengan ini semua, semoga kita mendapatkan Ampunan Allah dan pahala yang besar.Aamiin

Wallahu’alam

Bagikan