::
DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi -
Website DPD PKS Kabupaten Bekasi
Mengenal PKS

PEREMPUAN-PEREMPUAN TANGGUH( Menjemput Api Semangat RA Kartini.)

Jika pasukan Pemadam Kebakaran punya slogan “Pantang Pulang Sebelum Padam”, maka sosok sahabat seperjuangan kita, Ibu Tumi (Umi Fatah), memiliki prinsip yang tak kalah membara: “Pantang Rebahan di Sofa Empuk, Meski Gerimis Datang Menggoda Iman.

“Beliau adalah potret nyata dari sebagian perempuan tangguh dari Tarumajaya. Eksistensinya tak goyah, bersaing dedikasi dengan para ikhwan maupun aktivis muda. Melalui kesabaran dan keuletan tangan dinginnya, beberapa majelis taklim—khususnya yang berfokus pada tahsin—berhasil dibina dan dirawat hingga bertumbuh subur.

Hari-hari Umi Fatah adalah tentang pengabdian yang ringan hati. Tak jarang, beliau merangkai dua agenda besar dalam sehari: pagi hari membersamai majelis tahsin, dan sore harinya berlanjut pada pembinaan UPA (Liqo). Bagi beliau, kesibukan bukanlah beban, melainkan cara untuk membahagiakan diri sekaligus benteng fisik agar tetap bugar di usia senja.

Bagi sebagian orang, menikmati usia di atas 50 tahun identik dengan berdiam diri di rumah bersama anak dan cucu tersayang sembari memperbanyak muhasabah intropeksi diri atas waktu yang terlewat. Konsep tersebut memang tidak salah, namun Umi Fatah memilih jalan yang berbeda—jalan yang selaras dengan Siroh Nabawiyah.

Kita ingat kembali sejarah bahwa Rasululloh Muhammad diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun, membangun pondasi umat selama 13 tahun, lalu bergerak masif menyebarkan risalah dakwah ke seluruh penjuru bumi hingga akhir hayatnya. Beliau membebaskan manusia dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya peradaban. Pesan tersiratnya jelas yaitu, Jangan biarkan usia menua tanpa jejak prestasi.

Warisan Kartini juga menjadi Nafas Dakwah Kami.Melalui momentum Milad PKS ke-24 dan spirit perjuangan RA Kartini, kita semua dipanggil untuk terus Lahir, Tumbuh, dan Berkembang.

Semangat Kartini harus tetap hidup—bukan sekadar tentang emansipasi, melainkan tentang kontribusi nyata di sektor sosial, pendidikan, dan keagamaan. Perempuan adalah pilar peradaban yang berdiri di atas nilai moral dan spiritual. Hari Kartini adalah pengingat bahwa peran perempuan melampaui ranah domestik; mereka adalah agen perubahan di tengah masyarakat.

Mari, perempuan-perempuan Indonesia—khususnya di lingkaran Tarbiyah—teruslah meningkatkan kualitas diri. Berikan dampak positif bagi generasi mendatang agar estafet kebaikan ini tak terputus.

Wallohu a’lam bishowab.Bekasi, 21/4/2026B. Setiawan Jundurrahman

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com