Hari Ke Delapan Belas, Ramadhan dan Kata Kata Motivasi

Bagikan

Oleh : Ustadz Sunardi Ketua MPD PKS Kabupaten Bekasi

Semakin dekat kita malam-malam 10 terakhir Ramadhan, semoga Allah menyampaikan usia kita dan dapat beribadah di malam-malam yang penuh berkah itu.

Selama 17 hari kita sudah terlatih mengatakan kata-kata yang baik dan kata-kata yang memotivasi, dari doa-doa yang kita lantunkan setiap hari dalam setiap munajat kita pada Allah.

Memilih kata dan kalimat dalam sebuah pembicaraan sangat penting, karena sebagian besar dari keyakinan manusia terbentuk dari kata dan kalimat yang keluar melalui lisannya.

Bahkan para pemimpin besar kerap menggunakan kata dan kalimat untuk mengubah emosi dan perasaan untuk meyakinkan kita tentang sebuah gagasan yang dibangunnya.

Setiap bangsa memiliki ungkapan yg mengabdi sepanjang sejarahnya. Dan hanya sedikit orang yang mengetahui kadar kekuatannya ketika ia menggunakan sebuah kalimat untuk memotivasi semangat dalam jiwanya dan lalu meraih keberhasilan.

Dalam Perang Yamamah, ketika tanda kekalahan mulai terasa dipihak kaum muslimin, Panglima Khalid bin Wahid berseru di tengah pasukannya agar mereka membentuk kelompok dengan kabilah mereka masing-masing. Dan ketika setiap kabilah berhasil memperlihatkan keberanian, kepahlawanan dan keunggulan, akhirnya mereka dapat menghancurkan pasukan Si Nabi Palsu Musailamah Al Kadzab.

Juga saat perang Ain Jalut melawan bangsa Tartar, pasukan muslim diambang kekalahan, Panglima mereka, Qutz segera berseru di tengah pasukan,” Wa Islamah !” Ternyata seruan itu berhasil memompa semangat juang mereka sampai akhirnya bangsa Tartar yang kejam dan bengis dapat dikalahkan.

Kata dan kalimat yang kita pilih sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di suatu tempat, akan memiliki pengaruh sesuai dengan cara yang kita lakukan pada diri kita sendiri.

Orang yang menggunakan kosakata miskin dan terbatas, juga akan merasakan kehidupan emosional yang sama dengan apa yang dikatakannya. Begitu pula sebaliknya.

Penggunaan kata kata yang hangat, lembut dapat mengubah kondisi atau sikap seseorang secara menakjubkan.

Allah SWT berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِ ۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 159)

Kata-kata yang kita gunakan menggambarkan emosi kita dalam kehidupan, dan pada waktu yang sama mengungkap fikiran dan perasaan kita.

Maka sebagai sebuah pasukan yang sedang berjuang menuju kemenangan dakwah, sudah seharusnya kita mengubah cara kita berkata dan berbicara. Kata-kata kita harus memotivasi diri kita, bahwa kita mampu memberikan kontribusi dan berperan aktif dalam meraih kemenangan.

Kita lihat, Rasulullah ketika menjenguk orang sakit saja beliau berkata, ” Semoga tidak membawa mudharat bagimu. Ya Allah Pelindung manusia, jauhkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia.

Kadang sebagian kita berkata,” saya tidak punya kemampuan”. Kalimat ini akan mematikan potensi kita. Ubahlah dg kata ” saya akan mencobanya, doakan saya.”

Atau sebagian lagi berkata,” saya tidak punya apa-apa..” Hidup saya susah terus ” . Ini kalimat yang akan membuat kita meremehkan potensi yg telah Allah berikan. Padahal banyak potensi pada diri kita belum dikeluarkan.

Dari pada mengatakan,” Kehancuran itu akan menimpaku.” Lebih baik berkata,” Saya tak akan hancur, saya siap mengerahkan kekuatan saya.”

Islam sebagai agama yg luhur memperhatikan dengan serius tentang bahasa dan kalimat, karena bahasa menunjukkan tabiat akal dan mempengaruhi jati diri yg menggunakannya. Karenanya Islam juga memotivasi kita untuk berbicara dengan bahasa yang baik dan kalimat-kalimat pilihan.
Allah berfirman :
” Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada Manusia.” ( QS. AL BAQARAH : 83 )

Semoga kita terus termotivasi untuk berkata yang baik dan memilih kalimat yg memberikan semangat, agar kemenangan dapat kita raih.

Wallahu’alam

Bagikan