PKS Bekasi — Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Ustadz Akhmad Hisyam, menegaskan pentingnya peran kader sebagai komunikator ideologis dalam kegiatan Leadership Training BiPeKa DPC PKS se-Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) DPD PKS Kabupaten Bekasi di Tambun Selatan, Ahad (19/4).
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, tetapi bagaimana kader mampu membawa nilai-nilai Islam ke ruang publik secara efektif dan menyentuh.
“Dalam pelatihan ini, kita belajar bagaimana membawa nilai-nilai Islam ke publik. Karena sejatinya, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan, tapi bagaimana nilai itu sampai dan hidup di tengah masyarakat,” ujar Ustadz Akhmad Hisyam.
Ia juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu di tengah kesibukan kader. Menurutnya, sering kali seseorang merasa sangat sibuk, namun masih memiliki waktu luang yang tidak produktif.
“Kadang kita merasa paling sibuk, tapi masih sering scrolling handphone. Padahal prime time itu bisa dimulai dari waktu yang sedikit, bahkan dari membaca buku,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berbagi hasil pengamatan sederhana tentang bagaimana memberikan ruang belajar dalam keluarga, khususnya bagi para istri, sebagai bagian dari ekosistem kaderisasi.
“Ada yang sekadar bertanya lewat WhatsApp apakah uang belanja masih ada, ada yang memberi secara cash, ada yang memberi per pekan. Tapi yang paling bernilai adalah ketika disampaikan: ‘Ini rezeki dari Allah, tolong belanjakan untuk kebutuhan anak-anak, semoga mereka menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah’,” jelasnya.
Menurutnya, setiap komunikasi harus mengandung nilai atau ruh, sehingga pesan yang disampaikan tidak sekadar informatif, tetapi juga membangun kesadaran ideologis.
“Semakin banyak orang berkomunikasi dengan nilai ideologis, maka semakin luas pula ideologi itu berkembang,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Akhmad Hisyam juga mengangkat teladan para sahabat Nabi dalam berkomunikasi sebagai rujukan kader dalam berdakwah di era modern.
Ia mencontohkan Mus’ab bin Umair yang mampu menyampaikan Islam dengan pendekatan yang sesuai dengan audiens, meski tanpa fasilitas media seperti saat ini. Selain itu, karakter komunikasi tegas dari Umar bin Khattab, kelembutan dan kedalaman ilmu Ali bin Abi Thalib, serta ketulusan Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi inspirasi gaya komunikasi yang bisa diadaptasi oleh kader.
“Mereka adalah modal kita dalam berdakwah. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan cara komunikasi dengan siapa yang kita ajak bicara,” pungkasnya.
Kegiatan ini mengusung tema “Dari Jatidiri ke Aksi, Kader Ideologis Komunikator Strategis”, sebagai upaya memperkuat kapasitas kader perempuan PKS dalam membangun komunikasi yang bernilai, strategis, dan berdampak luas di tengah masyarakat.















