::
DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi -
Website DPD PKS Kabupaten Bekasi
Mengenal PKS

Fatmah Hanum : Tanpa Jatidiri, Gerakan Bisa Ramai Tapi Kehilangan Makna

PKS Bekasi — Pembicara dalam Leadership Training BiPeKa DPC PKS se-Kabupaten Bekasi, Bu Fatmah Hanum, anggota Komisi Disiplin DSW PKS Jawa Barat, mengingatkan pentingnya menjaga jatidiri kader sebagai fondasi utama dalam bergerak. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) DPD PKS Kabupaten Bekasi ini berlangsung di Tambun Selatan, Ahad (19/4).

Dalam pemaparannya, Bu Fatmah Hanum menyoroti fenomena kelalaian yang kerap terjadi di tengah umat, termasuk dalam gerakan dakwah.

“Kita sering lalai, karena merasa orang sholeh pasti ditolong Allah. Padahal sejarah menunjukkan, tanpa kesungguhan dan kesiapan, umat bisa mengalami kekalahan,” tegasnya.

Ia menyinggung berbagai peristiwa besar dalam sejarah Islam sebagai refleksi, seperti kekalahan dalam Perang Salib dan jatuhnya Masjid Al-Aqsa ke tangan pihak lain. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membutuhkan kesadaran, kesiapan, dan identitas yang kuat.

Dalam konteks kebangsaan, ia juga menekankan peran strategis Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Kalau PKS kalah, Indonesia bisa kehilangan pejuang-pejuang yang luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bu Fatmah Hanum mengajak seluruh kader untuk kembali merefleksikan jati diri masing-masing.

“Apakah kita masih punya jati diri? Jati diri kita adalah hamba Allah, dalam profesi apa saja,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tanpa jati diri yang kuat, pergerakan kader hanya akan menjadi aktivitas yang ramai secara kuantitas, namun kosong dari makna.

“Jika tidak ada jati diri, kader bisa riuh bergerak, tapi tanpa arah dan makna,” jelasnya.Menurutnya, jati diri partai juga harus dipahami secara utuh oleh setiap kader. PKS, lanjutnya, memiliki ideologi yang jelas sebagai partai dakwah dengan asas Islam.

“Jati diri partai ada pada ideologinya. Ideologi dakwah dengan asas Islam inilah yang menjadi ruh PKS sebagai partai dakwah,” tambahnya.

Ia pun merinci tiga pilar utama yang menjadi jati diri PKS, yaitu sebagai gerakan keagamaan, gerakan dakwah, dan gerakan sosial. Ketiga hal ini, menurutnya, harus terintegrasi dalam setiap langkah dan aktivitas kader di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan bertema “Dari Jatidiri ke Aksi, Kader Ideologis Komunikator Strategis” ini, diharapkan para kader, khususnya di bidang perempuan dan keluarga, semakin memahami peran strategisnya dalam menjaga nilai, memperkuat ideologi, serta menghadirkan dampak nyata bagi umat dan bangsa.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com