Rusdi Haryadi : Lakukan Evaluasi Menyeluruh Soal Tata Kelola Bansos

Bagikan
Sekretaris Komisi 4 DPRD Kabupaten Bekasi Rusdi Haryadi

Sekretaris Komis IV DPRD Kabupaten Bekasi Rusdi Haryadi meminta kepada Dinas Sosial Kabupaten Bekasi untuk mengevaluasi secara menyeluruh terkait tata kelola bantuan sosial dari hulu hingga hilir. Hal ini sebagaimana disampaikannya dalam Rapat Kerja komisi IV dengan Dinas Sosial di gedung DPRD Kabupaten Bekasi pada Senin (8/3).

“Fakta bahwa distribusi bantuan sosial dimasa pandemi yang amburadul ini harus jadi bahan evaluasi menyeluruh oleh Dinas Sosial. Dari masalah hulu soal data penerima, sampai masalah hilir berkenaan dengan deliveri kepada penerima manfaat,” tegasnya.

Rusdi juga menyoroti penyaluran bansos yang hanya satu kali dari tiga tahap yang direncanakan.

“Dari rencana tiga tahap, yang direalisasikan hanya satu kali pemberian bansos, ini juga persoalan yang tidak boleh terulang kembali.” pungkasnya.

Bagikan

Santika : Semoga Banjir Segera Berakhir

Bagikan

Barisan Putri Keadilan (Santika) PKS Kabupaten Bekasi berharap agar bencana banjir yang masih menimpa beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi seperti Muara Gembong, Pebayuran dan Kedungwaringin segera berakhir dan masyarakat yang terdampak diberi kesabaran. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua Santika, Mimin Tarsih saat memberikan sejumlah bantuan ke Kedungwaringin dan Pebayuran pada Kamis (25/2).

“Saat kami menyalurkan bantuan, kami lihat pemandangan yang sangat memprihatinkan. Sepanjang perjalanan yang kami tempuh, air melimpah menggenangi kawasan pemukiman warga. Semoga bencana ini cepat berakhir dan masyarakat yang terdampak diberi kesabaran,” katanya.

Mimin menambahkan bahwa bantuan yang dibawanya ke Kedungwaringin diterima langsung oleh Ibu Camat berupa 6 karung baju layak pakai. Selanjutnya tim melanjutkan perjalanan ke posko banjir PKS Kedungwaringin yang diterima oleh Ayuk Bahrudin.

“Kami serahkan bantuan berupa 7 karung pakaian layak pakai, Roti 75 pcs, Nasi 100 bungkus, alat-alat kebersihan 20 paket terdiri dari karet air, sikat, sapu lidi dan lain-lain, air mineral 2 dus, bantal dan Diapers 1 bal. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujarnya.

Sementara di Kecamatan Pebayuran tim Santika menyerahkan bantuan ke Posko banjir Pebayuran dan diterima oleh koordinator posko, Pak Sukandi.

“Bantuan yang kami serahkan ke Pebayuran berupa baju layak pakai 2 karung, air mineral 6 dus, mie instan 12 dus, roti sisir 1 bal, 5 lusin susu, 10 pak biskuit, 4 kotak madurasa, 2 kotak tolak angin, 22 paket sembako, Roti 75 pcs, Rinso 1 dus dan Wipol 1 dus,” pungkasnya.

Bagikan

Reses di Dapil, Ahmad Syaikhu Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Banjir

Bagikan
Anggota DPR RI Ahmad Syaikhu memberikan bantuan beras bagi korban banjir saat reses di dapil kabupaten bekasi

Anggota DPR RI Ahmad Syaikhu menyalurkan bantuan beras di tiga Kabupaten, yakni Bekasi, Karawang dan Purwakarta. Ketiga daerah tersebut merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) Syaikhu, yakni Jawa Barat VII.

Bantuan beras untuk tiga kabupaten masing-masing sebanyak 1 ton. Diberikan kepada masyarakat yang terkena banjir dalam acara Reses Anggota DPR RI, Senin (22/2).

“Beras ini saya berikan untuk membantu masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta,” ujar Syaikhu.

Menurut Syaikhu, banjir tahun ini lebih besar dampaknya. Karena wilayah yang terendam banjir lebih luas dari sebelumnya.

“Dari informasi dan tinjauan langsung di lapangan, saya melihat banjir kali ini memang lebih berdampak besar,” ungkap Syaikhu.

Di Kabupaten Bekasi, berdasarkan update data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Kabupaten Bekasi yang dilaporkan Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (20/2/2021) pukul 11.00 WIB, sedikitnya 37 desa di 17 kecamatan terendam banjir.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Karawang. Ada 34 desa di 15 kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Pedes, Cikampek, Purwasari, Ciampel, Pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat, dan Cilamaya Wetan. Warga terdampak mencapai 9.331 keluarga atau 28.329 jiwa, sedangkan 1.075 keluarga atau 4.184 jiwa mengungsi.

Syaikhu berharap, bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menjadi korban banjir.

“Bantuan beras ini pastinya kurang banyak. Tapi semoga meringankan beban warga yang jadi korban banjir,” pungkas Syaikhu.

Bagikan

Salah Alamat! Kisah Dibalik Penyaluran Bantuan Banjir Kader-kader PKS

Bagikan

Salah Alamat! Kisah Dibalik Penyaluran Bantuan Banjir Kader-kader PKS

PKSBekasi – Cerita dibalik pendistribusiannya makanan, oleh Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan Kedasih, Cikarang Baru, Bekasi yang terjebak banjir pada Sabtu (20/2/21), hampir seleher orang dewasa dalamnya mengelilingi rumahnya, rela saat bantuan makanan untuk keluarganya salah alamat.

Leli menginformasikan ke group Whatsapp PKS Cikarang Utara, bahwasanya banjir sudah tinggi, posko pagi itu yang siap mengantarkan makanan dari Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS Karangasih, Cikarang Utara.

Ridwan Setiawan beserta para relawan PKS menuju ke lokasi, cukup sulit dijangkau karena hampir sedada orang dewasa.

Karena terkendala komunikasi, saat hampir tiba di lokasi, Ridwan bertanya kepada salah seorang warga.

Ridwan : “apakah ini benar rumah bu Leli?”
Dari atas terdengar suara seorang ibu-ibu dari atas menjawab.
Ibu: “iya.”
Ridwan : “Yang minta bantuan di group citra bu?(Citra red-Cikarang Utara).”
Ibu: “iya.” Dengan suara yang serius.
Ridwan dan rombongan pun membangkitkan makanan tersebut ke ibu-ibu tadi dan beberap orang yang ada disitu.

Selang beberapa lama, tiba-tiba telpon Ridwan pun berbunyi.

Leli :”Sudah sampai mana Pak Ridwan?”tanya Leli.
Ridwan :”Barusan diantar ke rumah ibu,?
Leli :”Saya belum menerima, salah alamat mungkin?” tegas Leli.
Ridwan:” Ya Allah, iya bu Leli salah alamat, tadi ada ibu-ibu bilang namanya Leli,siap nanti di koordinasikan lagi.”

Bekal makanan yang dibawa juga sudah habis, sehingga harus pulang dulu untuk mengambil makanan.

Sepanjang arah pulang Ridwan dan rombongan relawan PKS melihat masih banyak juga yang belum kebagian, melihat orang-orang yang dipinggir rumah duduk-duduk.

“Andaikan bantuan cukup banyak, misal kita bawa roti dan lainnya, insya Allah kita bagikan.” Kata Ridwan. Keterbatasan bantuan membuat terharu para kader PKS.

Ada harapan agar pemerintah Kabupaten Bekasi lebih sigap dalam menolong dan evakuasi dengan banyak masyarakat yang terdampak banjir. Karena pemerintah memiliki dana dan juga resource yang bisa diberdayakan.

Masyarakat hanya sebatas maksimal bantuannya, alangkah baiknya kedepannya Pemerintah sudah menyiapkan semuanya untuk menghadapi banjir tiap tahunnya.

Bagikan

Banjir Kepung Bekasi, Ani Rukmini : Pemerintah Kemana?

Bagikan
Legislator PKS Ani Rukmini ssat memberikan bantuan bagi korban banjir di Babelan

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi Ani Rukmini mempertanyakan peran Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi saat banjir mengepung sejumlah wilayah dengan ketinggian rata-rata diatas satu meter.

“Kalau bicara bencana di Kabupaten Bekasi ,dominan utama bencana di Kabupaten Bekasi itu banjir, harusnya kita punya alat-alat memadai untuk itu serta kesiapan logistik. Pas bencana seperti ini saya lihat pemerintah malah pada tiarap,” ujarnya di Bekasi pada Ahad (21/2).

Ani juga menyesalkan peran Pemda dalam hal ini Bupati Bekasi yang minim saat terjadi banjir dimana seharusanya bisa lebih optimal melayani dan membantu masyarakat karena memiliki kebijakan, dana dan peralatan yang memadai.

“Saat seperti ini padahal pemerintah harus hadir kahartos jeng karaos kata orang sunda. Bupati pegang uang, punya alat, punya kebijakan , maksimalkan BTT!” kata legislator PKS yang terpilih dari Dapil Bekasi 4 yang meliputi Kecamatan Tambun Utara, Tambelang, Tarumajaya, Sukawangi, Babelan ini.

Sebagai legislator, Ani menerima banyak laporan dari masyarakat untuk permintaan bantuan makanan dan evakuasi warga.

“Saat musibah besar, banjir besar dan merata seperti ini, perahu karet yang dimiliki pemrintah menjadi sangat sedikit, bantuan logistik yang diberikan menjadi sangat terbatas, setiap ada permintaan perahu untuk evakuasi, jawabnya perahu sudah keluar. Masyarakat harus menolong dirinya sendiri. Dewan jadi tumpuan, kenapa bilang ke dewan karena masyarakat lebih punya akses untuk ngomong, sayangnya dewan enggak punya uang , enggak punya alat,” pungkasnya.

Bagikan

PKS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Ke Daerah Terisolir Banjir

Bagikan
PKS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Ke Daerah Terisolir Banjir

DPD PKS Kabupaten Bekasi melalui Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga, Fahrudin memberikan bantuan ke daerah paling parah terdampak banjir Bekasi karena sudah sepekan lebih masih terendam yaitu di Desa Jaya Bakti dan Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong pada Jum’at (12/2). Bantuan berupa mie instan, air mineral, pakaian, susu anak dan makanan untuk anak anak.

“Kami bersama team Pos Penanggulangan Bencana (P2B) DPD PKS Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan kepada warga yang terisolir karena banjir di dua desa, yakni Desa Jaya Bakti dan Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong. Bantuan berupa makanan dalam kemasan,” jelas Fahrudin.

Menurut Fahrudin, selain ke Muaragembong, timnya juga menyerahkan bantuan ke empat kecamatan yang terdampak banjir bekasi, diantaranya yaitu Kecamatan Pebayuran, Cabangbungin, Cikarang Timur dan Babelan.

“Ini bentuk kepedulian PKS terkait bencana banjir yang melanda wilayah Bekasi, khususnya wilayah Muaragembong yang sudah sepekan lebih terendam banjir akibat meluapnya sungai Citarum . PKS juga melakukan aksi kepedulian di beberapa wilayah terdampak banjir lainnya di kecamatan Pebayuran, Cabangbungin, Cikarang Timur dan Babelan,” pungkasnya.

Bagikan