PKS Bekasi — Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ustadz Syahrizal Kholid, menekankan pentingnya keikhlasan dalam beramal, konsistensi mengikuti tarbiyah, serta menjaga soliditas barisan dakwah. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) Anggota Pelopor PKS Kabupaten Bekasi di Camping Ground Batu Gede, Gunung Pancar, Sentul, Bogor, Ahad (13/9/2026).
Kegiatan yang diikuti 495 peserta tersebut dibuka oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Akhmad Hisyam. Dalam kesempatan itu, Ustadz Syahrizal Kholid mengajak seluruh peserta menjadikan setiap aktivitas dakwah dan tarbiyah sebagai amal yang semata-mata ditujukan kepada Allah SWT.
Keikhlasan Menjadi Fondasi AmalMengawali pesannya, Ustadz Syahrizal mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga keikhlasan dalam setiap amal saleh yang dilakukan.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta hendaklah menjadi pribadi yang senantiasa ikhlas dalam beramal. Ikhlas karena Allah, karena ikhlas itu merupakan salah satu syarat diterimanya amal ibadah kita,” ujar Ustadz Syahrizal Kholid.
Ia menjelaskan bahwa keikhlasan bukan sekadar ucapan, melainkan sikap seorang aktivis dakwah yang menyerahkan lisan, amal, dan perjuangannya hanya untuk Allah SWT serta mengharapkan ganjaran dari-Nya.
Menurutnya, seorang aktivis dakwah hendaknya tidak menjadikan kepentingan materi sebagai orientasi utama dalam perjuangan. Dengan keikhlasan, seorang kader akan tetap teguh pada kaidah dan pemikiran dakwah yang diperjuangkan.
“Yang saya maksud dengan ikhlas itu hendaknya seorang aktivis dakwah dengan lisannya, dengan amalnya dia serahkan hanya untuk Allah, dia harapkan ganjaran hanya dari Allah. Dia tidak melihat kepentingan materi,” jelasnya.
Ustadz Syahrizal juga mengingatkan bahwa semangat ikhlas perlu terus dijaga dalam aktivitas tarbiyah, termasuk dalam setiap kegiatan pembinaan anggota.
Pesan berikutnya yang disampaikan Ustadz Syahrizal adalah pentingnya bersyukur ketika Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada seseorang untuk beramal saleh dan berkhidmat dalam dakwah.
Ia mengingatkan bahwa salah satu bentuk kebaikan yang Allah berikan kepada seorang hamba adalah ketika dirinya terus mendapatkan taufik untuk melakukan amal saleh hingga menjelang akhir hayat.
“Bersyukurlah kalau Allah masih menggunakan kita dalam beramal sholeh, masih menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba. Bersyukurlah kita masih disibukkan oleh tugas-tugas tarbiyah. Setiap kita bisa berkiprah dalam membangun dakwah ini,” tuturnya.
Menurutnya, kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas dakwah dan tarbiyah merupakan nikmat yang patut disyukuri, dijaga, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Ustadz Syahrizal kemudian menekankan pentingnya setiap anggota untuk senantiasa bersama dengan tarbiyah, baik sebagai pembina maupun sebagai anggota yang dibina.Ia mengingatkan bahwa aktivitas tarbiyah merupakan bagian utama dari perjalanan dakwah PKS yang tidak boleh ditinggalkan.
“Bagaimana kita hendaknya senantiasa bersama dengan tarbiyah ini, menyibukkan diri dengan aktivitas tarbiyah kita, baik itu sebagai pembina maupun yang dibina, sebab kita meyakini PKS sebagai sebuah partai aktivitas utamanya adalah tarbiyah, jangan sampai kita melupakan aktivitas tarbiyah kita,” tegasnya.
Menurut Ustadz Syahrizal, jalan tarbiyah merupakan fondasi yang menopang keberlangsungan dakwah. Karena itu, kesempatan berada dalam kafilah dakwah harus disyukuri dan dijaga secara bersama-sama.
“Tarbiyah jadi amal yang terus menerus yang tidak akan pernah berhenti sepanjang tahapan-tahapan sejarah yang dilaluinya. Dakwah itu bagian dari universalitas ibadah, jika mati dalam dakwah maka itu adalah kematian terbaik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ustadz Syahrizal mengingatkan bahwa perhatian yang baik terhadap tarbiyah akan menjaga orisinalitas, kontinuitas, dan pertumbuhan dakwah. Hal tersebut juga akan berdampak pada kekuatan ukhuwah dan soliditas barisan.
“Perhatian yang baik terhadap tarbiyah, akan menjaga orisinalitas tarbiyah, kontinuitasnya terjaga, pertumbuhannya terjaga, barisannya solid dan kompak,” katanya.
Ia menambahkan, tarbiyah yang dijaga dengan baik akan memperkuat persaudaraan dan membantu merealisasikan cita-cita dakwah. Sebaliknya, apabila tarbiyah dilalaikan dan diabaikan, maka kelemahan dan keguncangan dalam barisan jamaah dapat terjadi.
“Kalau dijaga dengan benar maka ukhuwah akan terjaga, soliditas barisan akan terjaga. Sebaliknya, apabila tarbiyah itu dilalaikan, diabaikan, maka yang akan terjadi adalah kelemahan, barisan jamaah mengalami keguncangan,” lanjutnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat tarbiyah, memperhatikan Unit Pembinaan Anggota (UPA), serta menjaga kesehatan sebagai bagian dari kesiapan menjalankan amanah dakwah.
“Jaga tarbiyahnya, jaga UPAnya, jaga kesehatannya,” pesannya.
Menutup pesannya, Ustadz Syahrizal Kholid mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan agar setiap anggota dapat menjalankan aktivitas dakwah dan tarbiyah secara optimal.Ia menyampaikan bahwa menurut prinsip kesehatan yang umum dianjurkan dokter, menjaga kebugaran dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan istirahat, berolahraga secara teratur, serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
“Syarat sehat menurut dokter yaitu istirahat yang cukup, olahraga teratur dan makan makanan yang sehat dan bergizi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Latansa ini, Ustadz Syahrizal berharap para anggota pelopor PKS Kabupaten Bekasi semakin kuat dalam keikhlasan, konsisten dalam tarbiyah, serta mampu menjaga ukhuwah dan soliditas barisan dakwah.















