Kisah Pendamping Imam Hambali : Ton, Sekarang Bebas Abah Sudah Tidak Kemana – mana

Bagikan

Kisah Pendamping Imam Hambali : Ton, Sekarang Bebas Abah Sudah Tidak Kemana – mana

Meninggalnya ketua DPD PKS Imam Hambali 1 pekan lalu banyak meninggalkan duka mendalam bagi orang – orang yang mengenalnya, salah satunya Anton driver pribadinya.

Anton yang sudah mengenal almarhum sejak tahun 2000 sangat terpukul dengan kepergian Ustadz yang dikenal lembut dan peduli ini.

Dua hari sebelum almarhum meninggal, Anton tidak menyadari jika apa yang disampaikan Abah (Imam Hambali) menjadi kenyataan.

Dua hari (Selasa dan Rabu) Abah mengatakan langsung kepada driver pribadinya Anton bisa bebas karena sudah tidak kemana – mana.

“Hari Selasa Abah bilang kalau saya sudah bebas karena sudah tidak kemana – mana,” cerita Anton terpukul.

Pesan Abah (Imam Hambali) kepada Anton bukan sekali tapi diulangi kembali pada hari Rabu nya.

“Rabu pagi Abah kembali mengulang pesannya jika saya sudah bebas,” Anton menambahkan.

Tidak mengira pesan yang disampaikan menjadi kenyataan, siang jam 14.00 Anton mendatangi kediaman almarhum setelah ijin pulang.

Mendapati mobil tidak ada di garasi, Anton menelepon Mika (biasa dipanggil) putra pertama almarhum.

Cerita Anton Mika mengatakan kalau Abah mengajaknya jalan – jalan ke Meikarta.

Anton tak mengira jika yang dipesankan Abah menjadi kenyataan setelah Kamis pagi ba’da subuh mendengar kabar jika Abah sudah meninggal.

“Abah itu sangat baik, selalu memberi uang bulanan walau saya sudah tidak bekerja kepadanya.”

“Saya benar – benar tidak menyadari jika yang dipesankan Abah adalah kematian.”

Cerita Anton,
Driver Abah Imam Hambali.
(diceritakan kembali oleh Irwan Lingkwah)

*Foto ilustrasi*

Bagikan