Skip to content

Tutup Kembara Anggota Pelopor PKS Kabupaten Bekasi, Budi Purwanto Tekankan Lima Bekal Pandu Keadilan

PKS Bekasi – Bendahara DPD PKS Kabupaten Bekasi, Budi Purwanto, menyampaikan lima bekal penting bagi kader untuk memperkuat proses kaderisasi dan pelayanan kepada masyarakat saat memberikan sambutan dalam upacara penutupan Kemah Bela Negara (Kembara) Anggota Pelopor PKS Kabupaten Bekasi, Ahad (18/10/2026), di Bumi Kepanduan Sentul, Bogor.

Dalam sambutannya, Budi mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas berbagai kemudahan yang dimiliki kader PKS di Kabupaten Bekasi, termasuk akses terhadap fasilitas dan kesempatan mengikuti kegiatan pembinaan.

Menurutnya, kedekatan wilayah Kabupaten Bekasi dengan Ibu Kota memberikan sejumlah kemudahan yang semestinya menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas diri dan memperkuat semangat pengabdian.

Ia juga menyoroti pengelompokan Unit Pembinaan Anggota (UPA) berdasarkan jenjang, tempat tinggal, dan usia sebagai upaya mempermudah pelaksanaan pembinaan kader.

“Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersemangat menjalankan agenda kaderisasi. K2 tetap kita laksanakan, meskipun P2 sebentar lagi akan kita laksanakan,” ungkapnya.

Budi menegaskan bahwa agenda kaderisasi harus tetap berjalan secara konsisten. Berbagai kegiatan pembinaan perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat karakter, dan menjaga kesinambungan proses pengembangan kader.

Dalam momentum penutupan Kembara, Budi Purwanto mengingatkan kembali lima nilai utama yang terkandung dalam kata PANDU. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi bekal bagi setiap kader dalam menjalankan amanah organisasi, memperkuat kaderisasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

1. P — Pintar atau Pandai

Seorang Pandu Keadilan harus terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya. Proses tersebut dapat dilakukan melalui UPA, pendidikan kader, dan berbagai kegiatan pembelajaran lainnya.

Budi mengingatkan agar kader tidak tertinggal dalam perkembangan informasi dan teknologi.

Kader dituntut untuk terus belajar, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Sikap terbuka terhadap ilmu pengetahuan menjadi modal penting untuk menghadirkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat.

2. A — Agamis

Nilai kedua adalah agamis. Budi menegaskan pentingnya menjaga karakter religius dan citra PKS sebagai partai yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Menurutnya, kader harus berada di barisan terdepan dalam mendukung kegiatan keislaman dan menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Karakter agamis tidak cukup ditunjukkan melalui identitas, tetapi harus tercermin dalam akhlak, perilaku, kepedulian, dan konsistensi menjalankan nilai-nilai Islam.

3. N — Nyata

Bekal ketiga adalah nyata, yaitu kemampuan menerjemahkan cita-cita dan gagasan menjadi tindakan yang konkret serta terukur.

Budi mengingatkan agar kader tidak hanya memiliki impian besar, tetapi juga menyusun langkah-langkah realistis untuk mewujudkannya.

Setiap rencana perlu diikuti kerja nyata, target yang jelas, dan evaluasi agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

4. D — Disiplin

Disiplin merupakan karakter yang harus melekat pada setiap kader PKS. Kedisiplinan diperlukan dalam menjalankan agenda pembinaan, menunaikan amanah organisasi, mengelola waktu, serta melaksanakan tanggung jawab sehari-hari.

Dengan disiplin, kader diharapkan mampu menjaga konsistensi dan menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

5. U — Ulet

Nilai terakhir adalah ulet, yakni memiliki semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Budi mengajak kader untuk bekerja keras, tekun, dan tidak mudah berhenti ketika menghadapi kesulitan. Keuletan diperlukan agar setiap amanah dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh dan setiap ikhtiar memberikan hasil yang optimal.

Budi Purwanto berharap lima nilai Pandu Keadilan tersebut tidak berhenti sebagai materi pembinaan, tetapi benar-benar menjadi karakter yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kaderisasi merupakan proses berkelanjutan yang harus menghasilkan kader berpengetahuan luas, memiliki karakter religius, mampu bekerja secara nyata, disiplin dalam menjalankan amanah, dan ulet menghadapi tantangan.

Seluruh nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi kader untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas kontribusi PKS di Kabupaten Bekasi.

“Kita jadikan ini sebagai bekal pelayanan di masyarakat. Insyaallah, pada waktunya Allah memberikan kemenangan,” pesannya.

Kegiatan Kembara Anggota Pelopor PKS Kabupaten Bekasi berlangsung selama tiga hari, Jumat–Ahad (16–18 Oktober 2026), di Bumi Kepanduan Sentul, Bogor, dan diikuti 200 peserta.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan membawa pulang semangat baru untuk memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kapasitas diri, menjaga konsistensi kaderisasi, dan menghadirkan pelayanan yang semakin nyata bagi masyarakat.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com