::
DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi -
Website DPD PKS Kabupaten Bekasi
Mengenal PKS

Siapa Bilang Gen Z Antipati Dengan Ngaji?

Di Cibitung, ada sekumpulan remaja putri yang memilih untuk terus belajar dan bertumbuh bersama. Namanya UPA Lowkey.

Berawal dari sekitar lima pemudi, Lowkey perlahan tumbuh dan kini telah mencapai sekitar 20 anggota. Bukan sebuah komunitas besar dengan konsep yang rumit, tetapi lebih seperti ruang kecil bagi para remaja putri untuk belajar, berdiskusi, berbagi cerita, dan sama-sama berproses menjadi pribadi yang lebih baik.

Menariknya, pertemuan Lowkey tidak selalu dilakukan di satu tempat.

Setiap pekan, mereka bergiliran berkumpul di rumah salah satu anggota.

Bukan tanpa alasan.

Dengan berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya, para orang tua juga bisa mengenal kegiatan yang diikuti anak-anak mereka. Mereka dapat melihat bahwa anak-anaknya bukan sekadar “pergi kumpul”, tetapi sedang memiliki ruang untuk belajar, berdiskusi, dan bertumbuh dalam lingkungan yang positif.

Jadi, proses bertumbuh ini tidak hanya diketahui oleh para pemudi, tetapi juga perlahan dipahami dan disaksikan oleh keluarga mereka.

Mereka datang dengan usia dan latar belakang yang berbeda. Tidak semuanya sudah merasa baik. Tidak semuanya sudah memahami banyak hal.

Justru karena itulah mereka berkumpul.

Untuk belajar.
Untuk bertanya.
Untuk saling mendengarkan.
Untuk memperbaiki diri.
Dan untuk sama-sama menjalani proses.

Lowkey tidak dibangun dengan tuntutan bahwa anggotanya harus langsung menjadi sempurna.

Mereka hanya sedang berproses.

Di tengah anggapan bahwa Gen Z semakin jauh dari kegiatan keagamaan, Lowkey justru memperlihatkan sisi yang berbeda.

Gen Z ternyata tidak antipati dengan ngaji.

Mereka mungkin hanya membutuhkan ruang yang terasa dekat, teman yang bisa memahami proses mereka, serta cara belajar yang tidak menghakimi.

Dan Lowkey hanyalah salah satu titik kecil.

Di Cibitung saja, terdapat kelompok-kelompok pemuda lain yang sedang bertumbuh. Di wilayah lain pun ada anak-anak muda yang memilih untuk berkumpul, belajar agama, berdiskusi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki ilmu sekaligus adab.

Dari lima orang, kini menjadi sekitar 20.

Mungkin angka itu belum besar.

Tetapi setiap perjalanan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil.

Mereka bukan sedang mencari kesempurnaan.
Mereka sedang mencari arah.
Dan mereka memilih untuk bertumbuh bersama.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com