
PKS Bekasi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS Tamara mendistribusikan sekitar 1.000 paket bantuan bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Bantuan tersebut terdiri dari 657 nasi bungkus, mi instan, serta air mineral yang disalurkan melalui para relawan di lapangan.
Sebanyak delapan DPRa di wilayah Tamara dilaporkan terdampak banjir secara hampir merata. Namun, berdasarkan laporan para relawan, titik terparah berada di Desa Srimukti, Sriamur, dan Srimahi.
Banjir yang melanda terjadi akibat cuaca ekstrem yang berlangsung pada 22–23 Januari 2026. Hujan deras membuat sejumlah titik langganan banjir mengalami kondisi yang semakin parah. Di Desa Satria Jaya, misalnya, ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa, sementara di luar rumah bisa mencapai dada.
Kondisi tersebut dipicu oleh luapan Kali Jambe yang tidak lagi mampu menahan kiriman air dari wilayah Tambun Selatan dan sekitarnya.
Banjir awal tahun 2026 ini kembali menyisakan beragam kisah pilu bagi masyarakat. Rasa sedih, lelah, hingga kemarahan bercampur menjadi satu, seiring pertanyaan yang terus muncul: sampai kapan kondisi ini akan terus berulang?
PKS Tamara menilai persoalan banjir tidak bisa dilepaskan dari masifnya pembangunan permukiman, khususnya di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Banyak daerah resapan air yang dinilai telah beralih fungsi menjadi kawasan hunian.
“Normalisasi sungai yang sudah dilakukan beberapa tahun terakhir tidak akan berarti banyak jika titik-titik resapan air terus hilang,” demikian disampaikan perwakilan relawan di lokasi bencana.
Karena itu, mereka mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi bersama dinas terkait, dengan pengawasan DPRD Kabupaten Bekasi, untuk lebih tegas dalam pengendalian perizinan pengembang. Penataan tata ruang dan kajian lingkungan (AMDAL) dinilai harus menjadi prioritas, bukan semata mengejar kuantitas pembangunan hunian.
Sebagai partai politik sekaligus bagian dari masyarakat, PKS Tamara menyatakan akan terus hadir membantu warga setiap terjadi bencana. Bantuan yang disalurkan kali ini merupakan hasil patungan kader dan simpatisan.
“Aksi nyata lebih baik daripada hanya mengeluh dan saling menyalahkan,” ujar salah satu kader di sela kegiatan distribusi bantuan.















