Santika : Semoga Banjir Segera Berakhir

Bagikan

Barisan Putri Keadilan (Santika) PKS Kabupaten Bekasi berharap agar bencana banjir yang masih menimpa beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi seperti Muara Gembong, Pebayuran dan Kedungwaringin segera berakhir dan masyarakat yang terdampak diberi kesabaran. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua Santika, Mimin Tarsih saat memberikan sejumlah bantuan ke Kedungwaringin dan Pebayuran pada Kamis (25/2).

“Saat kami menyalurkan bantuan, kami lihat pemandangan yang sangat memprihatinkan. Sepanjang perjalanan yang kami tempuh, air melimpah menggenangi kawasan pemukiman warga. Semoga bencana ini cepat berakhir dan masyarakat yang terdampak diberi kesabaran,” katanya.

Mimin menambahkan bahwa bantuan yang dibawanya ke Kedungwaringin diterima langsung oleh Ibu Camat berupa 6 karung baju layak pakai. Selanjutnya tim melanjutkan perjalanan ke posko banjir PKS Kedungwaringin yang diterima oleh Ayuk Bahrudin.

“Kami serahkan bantuan berupa 7 karung pakaian layak pakai, Roti 75 pcs, Nasi 100 bungkus, alat-alat kebersihan 20 paket terdiri dari karet air, sikat, sapu lidi dan lain-lain, air mineral 2 dus, bantal dan Diapers 1 bal. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujarnya.

Sementara di Kecamatan Pebayuran tim Santika menyerahkan bantuan ke Posko banjir Pebayuran dan diterima oleh koordinator posko, Pak Sukandi.

“Bantuan yang kami serahkan ke Pebayuran berupa baju layak pakai 2 karung, air mineral 6 dus, mie instan 12 dus, roti sisir 1 bal, 5 lusin susu, 10 pak biskuit, 4 kotak madurasa, 2 kotak tolak angin, 22 paket sembako, Roti 75 pcs, Rinso 1 dus dan Wipol 1 dus,” pungkasnya.

Bagikan

Imam Hambali Minta Tanggung Jawab Pihak Pencemar Sungai Cilemahabang

Bagikan

Imam Hambali, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) komisi 3 Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta tanggung jawab kepada pihak yang mencemari sungai Cilemahabang.

Permintaan pertanggungjawaban disampaikan pada Selasa (23/2) pada rapat komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi di kantor DPRD, Kawasan Pemda, Bekasi.

“Pihak yang mencemari sungai Cilemahabang yang terjadi pada 18 Februari harus bertanggung jawab, “Ucapnya

Imam Hambali yang juga Ketua Fraksi PKS meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) agar melakukan tindakan tegas dan terukur atas pelaku pencemaran sungai.

Disinyalir pencemaran berasal dari Pabrik di Kawasan Industri Hyundai.Komisi 3 salah satu tugasnya adalah terkait dengan lingkungan ,inilah yang menjadi konsen agar pihak-pihak yang mencemari sungai agar ditindak tegas sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Bagikan

Habis Banjir Terbitlah Yankes

Bagikan
Pelayanan kesehatan Gratis DPD PKS Kabupaten Bekasi

Bidang Kesejahteraan Sosial DPD PKS Kabupaten Bekasi memberikan pelayanan kesehatan (yankes) gratis paska banjir kepada warga di Perumahan Villa Mutiara Jaya Rw. 11 pada Kamis (25/2) pagi. Puluhan warga tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi acara. Warga sangat antusias dengan adanya yankes ini karena sedikit banyak meringankan beban mereka setelah tertimpa musibah banjir selama dua hari berturut-turut pada Sabtu hingga Ahad lalu (20-21 Februari).

Ketua Rw. 11 Syahfan Nuryadi mengapresiasi kegiatan ini sambil mengucapkan terima kasih atas kepedulian PKS terhadap warganya.

“Saya sangat mengapresiasi luar biasa kepada partai PKS yang menyelenggarakan baksos ini, semoga bisa dilakukan juga di wilayah lainnya. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu Sekretaris DPC PKS Cibitung Fazri Azhar menyampaikan bahwa PKS akan selalu hadir membersamai rakyat dalam kondisi apapun, suka maupun duka karena PKS adalah pelayan rakyat.

“Kami sangat berempati terhadap musibah banjir yang melanda Perumahan Villa Mutiara ini. Jangan khawatir, PKS akan selalu hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah atau kondisi apapun. Sebagaimana tagline PKS, Bersama Melayani Rakyat. Jadi PKS adalah pelayan rakyat,” tegasnya.

Bagikan

Imam Hambali : Gunakan Bantuan Tak Terduga Untuk Atasi Banjir!

Bagikan
Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi Imam Hambali bersama Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengunjungi korban banjir di Pebayuran pada Ahad (21/2)

Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi Imam Hambali meminta Bupati Bekasi untuk bergerak cepat mengatasi banjir yang terjadi di wilayahnya. Diantaranya menggunakan dana bantuan tak terduga (BTT) untuk menanggulangi jebolnya tanggul di Pebayuran dan beberapa daerah lainnya yang menyebabkan banjir semakin meluas.

“Khusus terkait dengan jebolnya tanggul ini, Bupati harus segera gunakan BTT untuk secara cepat melakukan penanggulangan atas jebol nya tanggul ini sehingga banjir tidak semakin meluas,” ujarnya di Bekasi pada Ahad (21/2).

Imam menambahkan bahwa sudah seharusnya kebijakan anggaran berpihak kepada rakyat. Imam juga meminta kepada Pemda untuk berkoordinasi secara intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sehingga menghasilkan keputusan yang komprehensif terkait penanganan dan pencegahan banjir di Kabupaten Bekasi.

“Kebijakan anggaran memang harus berpihak pada kebutuhan rakyat Kabupaten Bekasi, Pemda harus koordinasi intensif dengan BBWS, Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar terkait sungai Citarum secara komprehensif,” tegas Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Imam berpesan kepada semua kader PKS yang turun membantu masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan bergotong royong dengan elemen lain.

“Kepada semua pengurus dan kader agar semakin meningkatkan kewaspadaan terkait dengan bencana banjir. BKO (Bidang Kepanduan dan Olahraga) dan tim terkait agar menyiapkan segala sesuatunya untuk menyelamatkan kader dan masyarakat terdampak. Kepada para kader PKS yang telah turun di titik-titik lain harap terus bergotong royong bersama elemen lain untuk membantu masyarakat yang terkena bencana banjir.. Harap tetap menjaga prokes,” tutupnya.

Bagikan

Surat Terbuka Legislator PKS Untuk Bupati Bekasi

Bagikan
Budiyanto ketika mengunjungi lokasi banjir di desa pasirtanjung

Kepada Yth:

  • Bapak Bupati Bekasi
  • Rekan2 Anggota DPRD Kabupaten Bekasi
  • Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi

Informasi Dasar :

  1. Banjir di Kabupaten Bekasi adalah Musibah Rutin, terprediksi tapi Tidak Pernah Ada Program Penanganan Sistemik dan Program Antisipatif.
  2. APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2021 Rp. 6,354 T (Enam Trilyun Tiga Ratus Lima Puluh Empat Milyar), RAPBD Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 6,699 T (Enam Trilyun Enam Ratus Sembilan Puluh Sembilan Milyar) dan Tidak Ada Alokasi Penanganan Program Antispasi Banjir secara massive dan besar.
  3. Dampak Banjir sangat meluas dan massive, persawahan, permukiman, perumahan dan Kawasan Industri Jababeka.
  4. Kerugian diprediksi mencapai Ratusan Milyar Rupiah bisa mendekati Angka Satu Trilyun (sebatas prediksi)

Men-sikapi Banjir rutin tahunan yang sangat merugikan materiil dan non materiil di Kabupaten Bekasi dan selama ini tidak pernah ada langkah yang pantas selayaknya kita sebagai Penyelenggara Negara baik sebagai Lembaga Legislatif maupun Eksekutif.

Usulan sebagai beberapa langkah kongkrit yang semestinya dilakukan Pemda Kabupaten Bekasi.

Langkah Jangka Pendek :
Alokasikan Dana Darurat untuk Penanganan Banjir untuk keselamatan Rakyat Kabupaten Bekasi yang sedang dilanda musibah besar dan rutin terjadi dan sesuaikan prosedur dan mekanismenya sehingga kita pantas sebagai penyelenggara negara di Kabupaten Bekasi. Jangan lagi hal yang sulit diperdebatkan, permudah semua prosesnya untuk memastikan dana masyarakat di Pemda Kabupaten Bekasi bisa dimanfaatkan untuk menyelematkan harta, benda, kesehatan dan nyawa warga Kabupaten Bekasi. Langkah kongkrit adalah Penyediaan Bahan Pangan Siap Saji secara massive dan menyeluruh.

Langkah Jangka Menengah :
Alokasikan APBD Kabupaten Bekasi khususnya di ABT 2021 untuk Pengadaan Perahu Karet di setiap RT dan RW yang terindikasi potensi dan terdampak banjir. Jangan bilang lagi keluar kalimat “bodoh” tidak bisa karena harus Hibah ataupun kalimat lainnya. Banjir sudah sering dan pasti terjadi, pengadaan Perahu Karet menjadi Wajib karena kebutuhan. Pengadaan WC Sultan kontroversi saja bisa, maka pengadaan Perahu Karet merupakan solusi massive yang harus dilakukan Pemda Kabupaten Bekasi. Cari cara dan mekanisme yang benar dan bisa dilaksanakan dengan apapun cara yang sesuai peraturan.

Langkah Jangka Panjang:

  1. Melakukan normalisasi kali-kali yang melintas kawasan permukiman dan perumahan warga padat penduduk. Alokasikan anggaran secara besar agar kali berfungsi sesuai ekosistemnya dan perbaikan semua saluran air turunannya.
  2. Membuat Waduk Besar dibeberapa wilayah strategis sesuai kajian teknis.

2.1 Waduk di Wilayah Selatan Timur Kabupaten Bekasi (Cibarusah)

Terletak di sekitaran pertemuan kali Cihoe dan Kali Cipamingkis berlokasi di perbatasan Desa Ridomanah, Medal Krisna, Wibawa Mulya, Nagasari dan Nagacipta. Lokasi waduk berada sisi kiri kanan sepanjang Kali Cipamingkis seluas 200-300 Hektar dan akan sangat membantu penyelamatan dampak banjir Kawasan Industri Deltamas dan mengurangi volume banjir Utara Timur Kabupaten Bekasi (Cikarang Timur, Kedungwaringin, Pebayuran, Cabangbungin dan Muaragembong.

2.2 Waduk Selatan Barat Kabupaten Bekasi (Situ Cibeureum)

Terletak di wilayah Selatan Barat Kabupaten Bekasi.

Luas awal Situ Cibeureum berdasarkan dokumen Kementerian PUPR tahun 2013 seluas 40 Hektar. Harus dikembalikan menjadi situ dengan fungsi ekosistem Situ, dinormalisasi dan difungsikan secara maksimal sebagai daerah pengumpul air agar tidak langsung mengalir secara bebas ke wilayah Utara Jalan Tol Tambun Selatan.

2.3 Pembuatan Waduk Utara Timur Bekasi (Pebayuran Cabangbungin)

Banyaknya TKD (Tanah Kas Desa) siluman yang hanya ada dalam data tetapi tidak jelas keberadaanya dan fungsi nya tidak sesuai peruntukan dan selalu kebanjiran dalam skala besar sebaiknya dialihfungsikan menjadi Waduk Besar seluas 400-500 Hektar sebagai buffer zone penyangga air limpahan dari luapan kali Citarum dan limpahan air lainnya.

Dan mungkin masih banyak solusi lainnya.

Mohon menjadi catatan dan perhatian kita semua sebagai Penyelenggara Negara Pemerintah Daerah untuk memastikan Banjir Tidak Lagi Terjadi dan sangat merugikan dan menyengsarakan Masyarakat Kabupaten Bekasi.

Salam Pemikiran untuk Kabupaten Bekasi selamat Dari Banjir.

Cikarang Pusat, 21 Februari 2021

Budiyanto, S.Pi
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Tembusan :

  1. Bapak Presiden Republik Indonesia
  2. Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat
  3. Rekan2 Anggota DPR RI & Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat
  4. Masyarakat Kabupaten Bekasi
Bagikan

Curhat Emak-Emak di Posko Pengobatan Gratis DPC PKS Setu : Kepala Pusing Karena Banjir

Bagikan
Pelayanan Medis DPC PKS Setu

Memasuki hari kedua banjir di Kecamatan Setu, Ahad (21/02) Posko Banjir DPC PKS Setu menambahkan satu pelayanan lagi yaitu pengobatan gratis bagi para penyintas banjir.

Pelayanan kesehatan ini dilakukan diatas ambulan DPC PKS Setu yang diparkir tepat didepan posko banjir yang terletak di gerbang Perumahan Griya Setu Permai ( GSP ) Desa Ciledug, Kec. Setu, Kab. Bekasi.

” Baru dibuka kita langsung didatangi emak-emak yang minta obat sekaligus curhat.” Ungkap salah seorang dari dua dokter yang berjaga diposko, Adro Haslin.

” Keluhan mereka rata-rata pusing, sakit perut, lemas, serta kaki yang gatal. Sedangkan anak-anak ya keluhannya diare, sakit perut, batuk dan flu ringan. Ada juga tadi yang mengeluhkan sesak nafas. ” Paparnya.

Cerita dokter Tanti Wijayanti lain lagi, para emak-emak ini selain mengeluhkan kondisi kesehatan mereka juga banyak yang menceritakan isi hati mereka alias curhat.

” Mereka kayaknya sekalian curhat. Sakit kepala, pusing karena rumah yang kebanjiran, lemes karena susah mendapatkan pasokan makanan efek lelah menembus banjir juga kurang tidur. Banyak juga yang mengeluh masuk angin. Ya situasi seperti ini yang kelelahan tidak hanya badan, tapi juga fikiran. Jadi gak papa deh, mereka berobat sekalian curhat. ” Ujar Tanti sambil tersenyum.

Selain obat-obatan, di pelayanan kesehatan ini juga memberikan vitamin dan suplemen secara gratis kepada warga untuk menjaga stamina mereka tetap sehat saat bertahan disituasi yang prihatin seperti ini.

“Semoga banjir segera surut. Agar mereka bisa beraktivitas seperti sedia kala. ” Pungkasnya.

Bagikan

Pelayanan Satu Pintu Posko Banjir DPC PKS Setu

Bagikan
Posko Banjir DPC PKS Setu

Banjir yang menggenangi wilayah Kecamatan Setu masih tersisa dibeberapa titik seperti pantauan pada Hari Minggu ( 21/02 ). Diantaranya Perumahan Griya Setu Permai ( GSP ) dan Griya Bekasi Permai ( GBP ) Desa Ciledug, Perumahan Grand Residence dan beberapa cluster di perumahan Bekasi Timur Regency ( BTR ) 7 Desa Cijengkol. Beberapa titik sebelumnya sudah surut bahkan cenderung kering seperti di beberapa perumahan di Desa Taman Rahayu, Graha Mustika Media Desa Lubangbuaya dan Mustika Grande di Desa Burangkeng.

Memasuki hari kedua sejak didirikan, posko banjir DPC PKS Setu telah menyalurkan lebih dari 1000 logistik berupa makanan siap santap bagi penyintas banjir Setu. Posko yang terletak di gerbang Perumahan GSP menjadi satu pelayanan satu pintu mulai Minggu pagi dimana warga bisa mendapatkan makanan dan minum gratis, membawa pakaian salin untuk dikenakan yang dipilih bebas sesuai kebutuhan, juga mendapatkan pengobatan gratis yang dilayani oleh dokter profesional.

” Posko kami buka untuk segala kebutuhan masyarakat saat banjir. Dan karena banjir sudah menggenangi wilayah ini selama dua hari maka kami mengadakan juga pelayanan kesehatan dan pengobatan secara gratis disini. ” Papar Ketua DPC PKS Setu Ahmad Jajuli.

Posko PKS ini menjadi posko induk tempat logistik dari donatur dan para kader dikumpulkan sebelum diambil oleh tim dari masing-masing DPRa. Selain dari donatur dan kader, makanan siap santap juga disiapkan dari dapur posko ini dengan memasaknya dilokasi.

” Relawan juga memasak makanan di posko ini. Selain masak air untuk minuman hangat atau mie instan, kami juga memasak nasi kebuli. ” Ungkap penanggung jawab posko M. Sholeh.

Bagikan

Salah Alamat! Kisah Dibalik Penyaluran Bantuan Banjir Kader-kader PKS

Bagikan

Salah Alamat! Kisah Dibalik Penyaluran Bantuan Banjir Kader-kader PKS

PKSBekasi – Cerita dibalik pendistribusiannya makanan, oleh Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan Kedasih, Cikarang Baru, Bekasi yang terjebak banjir pada Sabtu (20/2/21), hampir seleher orang dewasa dalamnya mengelilingi rumahnya, rela saat bantuan makanan untuk keluarganya salah alamat.

Leli menginformasikan ke group Whatsapp PKS Cikarang Utara, bahwasanya banjir sudah tinggi, posko pagi itu yang siap mengantarkan makanan dari Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS Karangasih, Cikarang Utara.

Ridwan Setiawan beserta para relawan PKS menuju ke lokasi, cukup sulit dijangkau karena hampir sedada orang dewasa.

Karena terkendala komunikasi, saat hampir tiba di lokasi, Ridwan bertanya kepada salah seorang warga.

Ridwan : “apakah ini benar rumah bu Leli?”
Dari atas terdengar suara seorang ibu-ibu dari atas menjawab.
Ibu: “iya.”
Ridwan : “Yang minta bantuan di group citra bu?(Citra red-Cikarang Utara).”
Ibu: “iya.” Dengan suara yang serius.
Ridwan dan rombongan pun membangkitkan makanan tersebut ke ibu-ibu tadi dan beberap orang yang ada disitu.

Selang beberapa lama, tiba-tiba telpon Ridwan pun berbunyi.

Leli :”Sudah sampai mana Pak Ridwan?”tanya Leli.
Ridwan :”Barusan diantar ke rumah ibu,?
Leli :”Saya belum menerima, salah alamat mungkin?” tegas Leli.
Ridwan:” Ya Allah, iya bu Leli salah alamat, tadi ada ibu-ibu bilang namanya Leli,siap nanti di koordinasikan lagi.”

Bekal makanan yang dibawa juga sudah habis, sehingga harus pulang dulu untuk mengambil makanan.

Sepanjang arah pulang Ridwan dan rombongan relawan PKS melihat masih banyak juga yang belum kebagian, melihat orang-orang yang dipinggir rumah duduk-duduk.

“Andaikan bantuan cukup banyak, misal kita bawa roti dan lainnya, insya Allah kita bagikan.” Kata Ridwan. Keterbatasan bantuan membuat terharu para kader PKS.

Ada harapan agar pemerintah Kabupaten Bekasi lebih sigap dalam menolong dan evakuasi dengan banyak masyarakat yang terdampak banjir. Karena pemerintah memiliki dana dan juga resource yang bisa diberdayakan.

Masyarakat hanya sebatas maksimal bantuannya, alangkah baiknya kedepannya Pemerintah sudah menyiapkan semuanya untuk menghadapi banjir tiap tahunnya.

Bagikan

Petualangan Malam Relawan PKS DPC Setu : Selalu Ada Saat Bencana Melanda, Dan Dilupakan Saat Pilkada

Bagikan
  • Petualangan Malam Relawan PKS DPC Setu : Selalu Ada Saat Bencana Melanda, Dan Dilupakan Saat Pilkada

Sejak Sabtu dinihari (20/02) di grup-grup whats app dan akun-akun sosial media menyuarakan satu hal yang sama, banjir ! Dan untuk kesekian kalinya, Kabupaten Bekasi tergenang hampir merata diseluruh wilayahnya. Selatan, Timur, Barat bahkan untuk wilayah Utara banjir malah telah melanda daerah itu sejak 3 pekan lalu. Sebut saja di Kecamatan Babelan yang menjadi lintasan Kali CBL dan Muara Gembong yang merupakan lintasan Kali Citarum.

Setu adalah sebuah kecamatan yang terletak di wilayah selatan Kabupaten Bekasi. Sebuah wilayah yang dulunya asri dengan area persawahan dan perkebunan warga asli yang sangat luas, kini sebagiannya sudah menjadi area pemukiman tempat hijrahnya warga pendatang sebagai konsekuensi daerah yang berada tak jauh dari kawasan industri.

Sabtu pagi, Setu dilanda banjir. Beberapa desa terutama di wiilayah perumahan digenangi air dengan tinggi bervariasi antara 30-120 cm. Salah satu yang terparah ada di Perumahan Griya Setu Permai, Desa Ciledug yang pintu gerbangnya hanya berjarak kurang lebih 1 kilometer dari Pasar Setu.

Di sini, ketinggian air antara 40-100 cm. Rata-rata mencapai sepinggang orang dewasa. Sejak subuh, permintaan evakuasi warga menjadi menu wajib relawan PKS DPC Setu. Hujan yang deras, dengan akses terbatas karena digenangi air tak menyurutkan nyali mereka sedikitpun. Bahkan sebagian mereka adalah penyintas banjir. Mereka tinggalkan keluarga mereka, demi menolong sesama yang bahkan tidak mereka kenal sama sekali. Luar biasa.

Selain evakuasi dengan perahu karet yang mereka miliki, mereka juga mengangkut logistik kebutuhan para penyintas banjir yang memilih untuk bertahan dirumah masing-masing atau menumpang pada tetangga yang rumahnya berlantai dua. Penderitaan mereka kian bertambah saat listrik padam jelang siang hari tadi.

Sabtu malam saat waktu menunjukkan pukul 20.30 wib, saya tiba diposko PKS DPC Setu. Dengan menenteng dua kantong besar berisi 100 Burger produk merk terkenal sumbangan seorang donatur, saya tak segan menawarkan diri bergabung dengan para relawan itu mengantarkan logistik ke bagian terparah perumahan yang terendam dengan perahu karet besar.

Kaki mulai gentar saat berjalan pelan mendekati lokasi perahu ditambatkan. Air telah menyentuh lutut saya saat melangkah. Pelan saya naik keatas perahu dan perlahan namun pasti perahu mulai ditarik maju oleh para relawan.

Gelap gulita, kadang hanya nyala serupa lilin dikegelapan. Suara riak air seiring langkah para relawan. Makin menjauh makin mendalam genangan.

” Bu, turun dulu ya. “

Ucap salah seorang. Saya kaget, di hadapan saya ternyata sebuah jembatan yang posisinya agak menjulang. Rupanya perahu harus diangkat. Yess ! Diangkat. Melewati jembatan yang kering, yang dijadikan parkir beberapa mobil dan motor yang berjajar. Tuhan.

Saya tercekat, menyaksikan para relawan bersusah payah mengangkat perahu yang pastinya tak ringan, ditambah ternyata perahu itu tak hanya berisi logistik berupa air mineral dan kotak nasi, tapi juga mengangkut genset pesanan seorang warga perumahan. Ya Rabbi. Tasbih dan takbir tak henti saya ucapkan. Kalian ini manusia atau bukan ? Hiks.

Usai melintasi jembatan, perahu kembali diturunkan. Saya diminta naik kembali. Air bertambah dalam, suasana kian kelam. Rumah-rumah kosong, gelap mencekam. Dan mulailah sebuah fenomena yang kian mencengangkan. Para relawan berkaos orange ini mulai berteriak,

” Halo, ada orang ? “

” Bapak, ibu…. “

Begitu berulang-ulang. Kadang teriakan itu disambut kesunyian. Namun tak jarang teriakan itu disambut suara riang tertahan dari kejauhan,

” Ada paakk. Kami belum makan. “

” Berapa orang dirumah ? “

” Ada 8 orang pak. “

” Ada anak kecil? “

” Ada pak, 2 orang.”

” Ada air minum ? “

” Ada, pak. “

” Terima kasih banyak, pak. “

” Kalau mau di evakuasi hubungi ketua RW ya. Kalau mau tetap bertahan, jangan lupa jaga diri dan jaga kesehatan. “

” Baik, pak. “

Pintupun tertutup kembali, perahu perlahan bergerak lagi. Dan air mata saya jatuh di pipi. Dalam haru dan isak yang tak tertahankan lagi.

Genangan dan genangan berteman gelap laksana kota mati. Senyap. Dan entah kenapa ada kelegaan dihati saat suara bersahutan datang dari lantai dua sebuah rumah, atau teriakan beberapa orang yang memilih mengungsi dari sebuah masjid komplek ini. Alhamdulillah.

Satu jam saya berkeliling. Membagi-bagikan logistik untuk para penyintas banjir. Ada sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu bersama dua orang laki-laki dan seorang anaknya yang gadis, ikut bersama saya diatas perahu. Saat bertemu mereka tengah berjalan tertatih, lapar dan letih karena sejak siang tak memiliki apa-apa untuk dimakan lagi. Mereka memutuskan untuk keluar dari rumah mereka saat mereka khawatir air kian meninggi. Dalam gigil kedinginan mereka memilih berjalan sambil saling berpegang tangan, berharap pertolongan Tuhan datang menghampiri. Dan saat perahu kami melintas, tak canggung mereka mengajukan diri untuk bisa ikut menaiki perahu kami.

Saya mengakhiri petualangan menyusuri banjir di posko PKS DPC Setu yang terletak di samping kiri gerbang Perumahan Griya Setu Permai. Disana tempat relawan PKS berkumpul untuk bergantian mengawal warga untuk evakuasi atau membagikan logistik. Di posko yang ala kadarnya itu, tak mengurangi kehangatan suasana dalam keikhlasan untuk melayani. Mereka sudah paham betul akan keikhlasan untuk terus berbagi. Walau sebagai partai politik yang memilih untuk berseberangan dengan partai politik yang berkoalisi dengan pemerintah, PKS kenyang untuk di caci maki, tapi itu semua tak pernah menyurutkan hasrat untuk tetap nomor satu dalam proyek-proyek kebaikan yang bermuara pada kalimat, akhirat oriented. Teguh untuk tetap memperjuangkan eksistensi kebenaran dan memperjuangkan kepentingan bangsa. PKS tak pernah surut walau selangkah, tetap terdepan dalam pelayanan saat musibah melanda walau ditinggalkan saat pileg dan pilkada. Bravo PKS !

Bagikan

PKS Cibitung Siagakan Kembali Posko Banjir

Bagikan
Ketua DPC PKS Cibitung, M. Isnaeni sedang memberikan arahan kepada relawan PKS di posko banjir DPRa Wanajaya

DPC PKS Cibitung kembali menyiagakan posko banjirnya setelah hujan deras kembali mengguyur Kabupaten Bekasi sejak Jum’at (19/2) malam yang menyebabkan banjir di beberapa perumahan diantaranya Perumahan Villa Mutiara Jaya, Citra Villa, Bekasi Regensi 2, Mustika Wanasari dan lain-lain. Ketua DPC PKS Cibitung Muhammad Isnaeni langsung menginstruksikan kader yang rumahnya tidak kebanjiran untuk bergerak membantu masyarakat yang terdampak banjir.

“Kita siagakan posko banjir di dua lokasi, di Wanajaya dan Wanasari. Kader yang tidak kebanjiran silakan merapat ke posko untuk membantu menyalurkan bantuan pangan dan evakuasi warga yang terdampak banjir,” ujarnya.

Lebih lanjut Isnaeni menjelaskan bahwa sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, PKS sebagai partai Islam dengan taglinenya Berkhidmat Untuk Rakyat selalu membuka posko bantuan dan dapur umum jika banjir melanda.

“Untuk mensuplai makanan, kami siapkan 5 dapur umum, di Wanajaya ada dua dapur umum yaitu di Pesona Gading Cibitung 1 dan 2 sedangkan di Wanasari ada 3 lokasi yakni di Perum Gramapuri Tamansari, Trias Estate dan Bekasi Regensi 1. Bagi para donatur yang ingin membantu bisa melalui bendahara Pak Rinaldi di 081293649289,” tutupnya.

Bagikan