PKSBEKASI — DPD PKS Kabupaten Bekasi menggelar Training Orientasi Partai (TOP) bagi relawan dan saksi di Kantor DPD PKS Kabupaten Bekasi, Ahad (23/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, pendataan, dan pembinaan relawan serta saksi secara berkelanjutan.
Kegiatan TOP merupakan agenda yang dikembangkan dari Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) di tingkat DPW. BRSN merupakan bidang yang menangani pengelolaan relawan dan saksi secara berjenjang dalam struktur PKS, mulai dari tingkat wilayah hingga daerah.
Ketua Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) DPD PKS Kabupaten Bekasi, Mikail Ruzqi, mengatakan kegiatan tersebut salah satunya ditujukan untuk menjaga hubungan dengan para relawan dan saksi yang sebelumnya terlibat dalam Pemilu maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Menurut Mikail, sebagian relawan dan saksi yang terlibat dalam agenda politik 2024 belum mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan. Karena itu, hubungan dan komunikasi dengan mereka perlu terus dijaga.
“Secara garis besar, goals acara ini yang pertama tentu adalah kita menjaga para relawan dan saksi pemilu dan pemilukada 2024 kemarin, khususnya para saksi dan relawan yang belum terbina, untuk tetap kita jalin silaturahimnya, sehingga mereka tetap mempunyai rasa kedekatan dengan PKS,” ujar Mikail.
Ia menjelaskan, pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan orientasi. Para relawan dan saksi yang selama ini belum mendapatkan pembinaan secara rutin diharapkan dapat mengikuti proses pembinaan lebih lanjut dan berkembang menjadi anggota muda yang aktif dalam kegiatan organisasi.
“Ke depannya para relawan dan saksi, baik itu relawan caleg kemarin dan relawan yang ada hari ini, dan juga para saksi yang belum terbina tersebut, itu bisa kita tingkatkan levelnya menjadi anggota-anggota muda terbina,” katanya.
Mikail menilai, pembinaan sejak dini penting untuk membangun hubungan organisasi yang lebih kuat dalam jangka panjang. Dengan komunikasi dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, struktur partai diharapkan memiliki basis relawan dan saksi yang lebih siap menghadapi berbagai agenda organisasi, termasuk Pemilu 2029.
“Sehingga nanti di 2029 kita punya para relawan dan saksi yang loyal kepada PKS-nya itu lebih kuat lagi,” ujarnya.
DPC Diminta Aktif Mendata Relawan dan Saksi
Selain pelaksanaan TOP, BRSN DPD PKS Kabupaten Bekasi juga mendorong penguatan pendataan relawan dan saksi di tingkat kecamatan.
Mikail meminta Dewan Pengurus Cabang (DPC) sebagai bagian dari struktur PKS di tingkat kecamatan untuk mulai mengumpulkan, memetakan, dan mendata relawan serta saksi yang hingga saat ini belum mendapatkan pembinaan.
“Harapannya khususnya bagi teman-teman di tingkat DPC sebagai koordinator relawan dan saksi di tingkat kecamatan, sudah mulai mengumpulkan, memapping dan mendata khususnya para relawan dan saksi yang sampai saat ini belum terbina,” tutur Mikail.
Menurutnya, pendataan diperlukan agar komunikasi dengan para relawan dan saksi tetap terjaga. Mereka juga dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh struktur partai maupun kegiatan lain yang relevan dengan pembinaan organisasi.
“Untuk tetap dijaga silaturahimnya dan kita ikat dengan kegiatan-kegiatan, baik itu nanti kegiatan-kegiatan dari para alat ataupun dari kegiatan-kegiatan struktur,” katanya.
Upaya tersebut, lanjut Mikail, diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia yang dilakukan secara bertahap dan tidak hanya menjelang pelaksanaan pemilu.
Persiapan Organisasi Menuju Pemilu 2029
Mikail menyebut periode saat ini merupakan momentum untuk memperkuat konsolidasi dan pembinaan sebelum memasuki tahapan persiapan Pemilu 2029.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan lebih awal akan membantu struktur partai dalam mengelola relawan dan saksi secara lebih terarah ketika memasuki periode persiapan pemenangan.
“Mumpung kita hari ini masih di tahun-tahun K2, nanti setelah 2027 kita akan sudah mulai ke tahun-tahun pemenangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan relawan dan saksi membutuhkan proses yang berkelanjutan, mulai dari pendataan, komunikasi, silaturahmi hingga pembinaan. Dengan proses tersebut, struktur organisasi diharapkan tidak perlu membangun kembali hubungan dengan para relawan dan saksi dari awal ketika memasuki momentum pemilu.
“Sehingga nanti kerja-kerja pemenangan, khususnya dalam mengelola SDM para relawan dan saksi nanti, kita akan lebih mudah lagi,” kata Mikail.
Karena itu, ia berharap koordinasi antara DPD dan DPC terus diperkuat, terutama dalam menjaga komunikasi dengan para relawan dan saksi yang telah terdata.
“Harapannya teman-teman di DPC, maupun nanti juga tingkat DPD, kita akan tetap fokus menjaga jumlah SDM relawan dan saksi yang ada saat ini,” pungkasnya.
Training Orientasi Partai di DPD PKS Kabupaten Bekasi menjadi salah satu bagian dari upaya pembinaan organisasi secara berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, relawan dan saksi diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman mengenai peran mereka, tetapi juga tetap terhubung dengan struktur organisasi melalui komunikasi dan kegiatan yang dilakukan secara berkala.















