
PKSBEKASI – Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS Wanasari dan Wanajaya menggelar pendidikan politik di Aula Madani, Jalan Bosih, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Senin (17/8/2026) sore. Dalam kegiatan tersebut, para kader didorong memperkuat hubungan dengan masyarakat hingga tingkat RT dan RW, sekaligus membangun pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh PKS, di antaranya Ketua DPC PKS Cibitung Kholid Abdullah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Budi Muhammad Mustafa (Budi MM), serta Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PKS Jawa Barat Ustaz Aang Kuvaini, S.Hut., M.Si.
Dalam arahannya, Kholid Abdullah menilai Wanasari memiliki posisi penting dalam peta politik Kecamatan Cibitung karena jumlah penduduknya yang besar.
“Sebagian besar warga Cibitung berada di Wanasari. Karena itu, Wanasari menjadi salah satu wilayah yang sangat menentukan dalam setiap kontestasi politik,” kata Kholid.
Ia juga menyinggung kiprah anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Kabupaten Bekasi, Jalal Abdun Naser atau Haji Jalal, yang disebut telah banyak berkeliling menemui masyarakat di berbagai RW dan RT di Wanasari.
Menurut Kholid, kunjungan tersebut tidak sebatas silaturahmi. Jalal juga telah melakukan sejumlah kegiatan advokasi serta memberikan bantuan kepada masyarakat, termasuk sarana dan perlengkapan olahraga.
Karena itu, ia meminta kader PKS di tingkat ranting untuk terus menjaga komunikasi dengan para ketua RT, RW, tokoh masyarakat, serta warga yang selama ini telah dikunjungi.
Pesan senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Budi Muhammad Mustafa. Menurut Budi, tugas koordinator wilayah (korwe) dan kader tidak berhenti setelah kegiatan kunjungan dilakukan.
“Wilayah yang pernah didatangi dan disambangi Pak Jalal harus terus dijaga. Jadikan para ketua RW dan RT sebagai mitra binaan, jalin hubungan yang baik dan terus rawat silaturahmi,” ujar Budi MM.
Ia menekankan pentingnya kader hadir secara konsisten di tengah masyarakat, bukan hanya pada momentum politik. Hubungan yang telah terbangun, menurutnya, harus diteruskan melalui komunikasi dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga.
Sementara itu, Ketua DSW PKS Jawa Barat Ustaz Aang Kuvaini mengingatkan kader agar mampu menyesuaikan cara berkomunikasi dengan perkembangan masyarakat, terutama ketika mendekati kelompok anak muda.
Menurut Aang, pendekatan kepada masyarakat tidak cukup dilakukan dengan pola komunikasi yang sama untuk semua kalangan.
“Kader harus melakukan pendekatan dengan hati. Ketika berkomunikasi dengan Gen Z maupun Gen Alpha, gunakan bahasa yang mereka pahami dan dekat dengan kehidupan mereka,” katanya.
Melalui pendidikan politik tersebut, DPRa PKS Wanasari dan Wanajaya diharapkan dapat memperkuat konsolidasi kader sekaligus memperluas hubungan sosial dengan masyarakat. Penguatan jaringan hingga tingkat RT dan RW serta kemampuan merangkul generasi muda menjadi dua hal yang ditekankan untuk menjaga keberlanjutan basis PKS di wilayah Cibitung.















