Home Literasi MERENUNGKAN KEMBALI PERJALANAN DAKWAH KITA

MERENUNGKAN KEMBALI PERJALANAN DAKWAH KITA

by holil sumarna
Masjid
Oleh : Ustadz Sunardi Ketua Majlis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kabupaten Bekasi

Oleh : Sunardi Munari

Hari-hari ini kematian terasa begitu dekat. Banyaknya saudara-saudara kita seperjuangan yang wafat dengan sebab wabah covid 19 atau sebab lainnya, membuat kita berduka dengan duka yang sangat dalam. Hari-hari kesedihan kalau boleh kita menyebutnya demikian.

Namun kita tak boleh larut dengan kesedihan, karena setan sangat suka dengan orang yang sedihnya berlarut-larut. Kita harus mampu mengambil ibrah dari situasi ini. Kita harus terus beramal dengan amal terbaik. Kita harus terus bergerak sesuai dengan cita-cita kemenangan yang telah kita targetkan. Kita pun harus menyiapkan dan melakukan regenerasi yang lebih cepat, untuk mengantisipasi berpulangnya para prajurit dakwah. Persiapan harus terus dilakukan, sebagaimana Firman Allah :
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” [ QS. Al Anfal : 60 ]

Jika hari ini nafas kita masih ada, jika hari ini kita masih bisa melihat, kita masih bisa mendengar, masih bisa berbicara, masih bisa berjalan, masih bisa duduk, masih bisa berbaring, inilah waktu yang sesungguhnya Allah masih memberi tangguh kepada kita untuk merenung sebelum kematian itu datang. Apa yang sudah kita berikan untuk dakwah ini. Apakah keberadaan kita memberi manfaat buat dakwah, atau sebaliknya kita mencari manfaat dari dakwah…?

Di tengah berita kematian yang setiap hari kita dengar patutlah kita merenungkan kembali perjalanan hidup kita bersama dakwah sejak kita tertarbiyah hingga hari ini. Di mana posisi kita di hadapan Allah, semakin dekat dengan Allah atau semakin menjauh.

Bagaimana posisi kita dalam shalat berjamaah, di mana posisi kita dalam tilawah Al Qur’an, di mana posisi kita dalam amal-amal dakwah. Dan di mana posisi kita kelak di padang mahsyar. Apakah kita dipermudah dalam hisab atau mendapatkan hisab yang berat.

Syetan selalu berusaha memalingkan manusia dari jalan dakwah dengan berbagai cara. Apabila satu opsi tidak berhasil maka syetan mengambil opsi yang lain. Jika dengan tahta tidak bisa tergelincir, maka syetan berusaha masuk melalui harta, jika harta tak juga mempan maka syetan masuk melalui wanita, jika dengan syahwat tidak berhasil lalu setan menggunakan syubhat dan seterusnya.

Banyak faktor yang membuat seseorang menyimpang dari jalan dakwah diantaranya adalah :

Pertama, dikarenakan Jiwa yang kotor . Allah berfirman : قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
[ beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya, dan merugilah orang yang mengotorinya].

Kedua, karena mengikuti hawa nafsu. Jika hawa nafsu telah menunggangi akal, maka seseorang pasti tersesat. Orang yang tunduk kepada hawa nafsunya, pasti dihabisi oleh hawa nafsu itu. Orang-orang durjana bermaksiat dan menentang kebenaran itu karena besarnya dominasi nafsu terhadap diri mereka.

أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? [ QS. Jatsiyah : 23 ]

Ketiga, karena Kelalaian, padahal kelalaian adalah musibah terbesar yang menimpa manusia. Menurut para ulama, kelalaian adalah salah satu bentuk kekufuran.

Ke empat, karena Kawan Jahat. Kawan jahat sangat berbahaya. Teman yang menghalangi dan memalingkan kita dari hidayah Allah. Seorang ulama berkata,” teman itu ada tiga yaitu, teman seperti udara, teman seperti obat dan teman seperti penyakit, maka jauhilah teman yang akan membawa penyakit, agar kita tetap terjaga dijalan dakwah ini. []

Wallahu’alam bis Showwab

You may also like