
Sudah 22 hari kita membersamai Ramadhan dengan izin Allah. Sebuah karunia yang besar, patut kita bersyukur. Semoga memberikan Ampunan, Berkah dan RahmatNya kepada kita semua.
Fenomena ganjil genap telah ada sejak Al Qur’an di turunkan. وَٱلْفَجْرِ.[ Demi fajar], وَلَيَالٍ عَشْرٍ [ dan malam yang sepuluh] وَٱلشَّفْعِ وَٱلْوَتْرِ. [ dan yang genap dan yang ganjil ]. Hingga saat ini, bahkan teori genap ganjil di pakai oleh manusia untuk mengatur kemacetan di sebuah kota. Uniknya fenomena genap ganjil dipakai pula oleh sebagian kaum muslimin di 10 malam terakhir Bulan Ramadhan. “Ah… malam genap..” besok aja deh ibadahnya. Eh ..ini malam ganji lho…yuk I’tikaf…!
Begitulah keadaannya.
Sahkah..? sah-sah saja. Wong…Lailatul qadr menurut sebuah hadits yang shahih jatuh pada malam ganjil. Yang jadi masalah adalah saat kita mendapati genap akan sampaikah usia kita ke malam ganjil…?
Rasulullah shalallahu ‘ alaihi wa salam bersabda :
كن في الدنيا كأنك غريب، أو عابر سبيل وكان ابن عمر – رضي الله عنهما – يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري
Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)
Saat kita berada di malam genap, apakah kita pasti bisa bertemu malam ganjil…? Maka wahai pengejar Lailatur Qadr…., jangan engkau hitungan-hitungan dalam beribadah. Malam genap Allah memberimu nikmat yang banyak, malam ganjil pun Allah memberikan lebih banyak lagi. Jangan engkau terjebak. Ingat….tak ada yang tahu jatah umur kita.
Jangan kita terbuai oleh kenikmatan, kesenangan dunia yang sedikit dana mat singkat. Dan janganlah kita terlalu bersedih dengan kesengsaraan dan penderitaan dunia yang juga sebentar saja. Dibandingkan dengan apa yang akan kita rasakan di akhirat, semua itu tak ada apa-apanya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Didatangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.” Didatangkan pula penduduk surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali dan aku tidak pernah melihatnya tidak pula mengalamminya” (HR. Muslim no. 2807).
Siapa orang yang paling mendapatkan kenikmatan di dunia ini. Punya harta banyak seperti Bill Gates misalnya, Warren Buffet atau yang lain. Yang punya pulau indah , pesawat pribadi, rumah mewah, isteri cantik, anak buah banyak pula. Atau Jabatan tinggi dengan bergelimang harta dan kenikmatan lain. Namun durhakan kepada Allah Ta’ala.
Siapa manusia yang paling sengsara di dunia, mungkin orang yang dengan tangan dan kaki buntung, mata buta, telinga tuli, buruk rupa karena, bahkan yang melihatnya lari karena takut dan seram melihat wajahnya, hidup sebatang kara tanpa sanak saudara, tak punya harta, tak punya teman. Makan susah hanya mengais dari sisa sampah makanan. Namun hamba ini bersabar dan imannya kepada Allah kuat, dan tetap bersyukur pada Allah.
Maka, keduanya akan mengalami hal yang berbeda. Orang yang paling mendapatkan kenikmatan di dunia tadi, dengan satu celupan neraka saja, dia merasa tidak pernah menikmati kebaikan dan karunia yang pernah ia rasakan di dunia, bayangkan…satu celupan saja…hanya celupan. Lihat …! Betapa dahsyatnya siksa neraka. Lalu kita pilih-pilih ganjil genap dalam beribadah…? Betapa ruginya kita.
Sedang orang yang kedua yang paling sengsara di dunia, tapi ia bersabar dan beriman kepada Allah, maka dengan satu celupan surga saja, hilang dan tak pernah lagi ingat kesengsaraan di dunia, padahal hanya satu celupan saja. Lihat..! betapa besar nikmat dan karunia Allah berupa syurga.
Di sisa malam 10 terakhir dari Ramadhan, wahai pencari kebaikan… Malam Genap menunggumu…! Malam Ganjil pun menunggumu….! Dan Malam Kematianpun menunggumu…! kita berpacu dengan waktu perhentian yang telah Alah tetapkan. Di sisa kehidupan yang kita tak pernah tahu apakah kita dapat kesempatan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah Ramadhan hingga akhir. Yuk gass poll…jangan kasih kendor,….!
Wallahu’alam bi showwab.















