Skip to content

Buka Kembara Anggota Pelopor, Akhmad Hisyam Tekankan Disiplin dan Jati Diri Pejuang

PKS Bekasi – Sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan Kemah Bela Negara (Kembara) Anggota Pelopor PKS Kabupaten Bekasi yang berlangsung pada Jumat–Ahad, 16–18 Oktober 2026, di Bumi Kepanduan Sentul, Bogor. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, soliditas, serta meneguhkan jati diri anggota sebagai pejuang yang senantiasa mengedepankan pengabdian dan ketaatan kepada Allah SWT.

Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Akhmad Hisyam, dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan menegaskan bahwa disiplin merupakan salah satu fondasi penting yang harus dimiliki setiap anggota, terutama di tengah beragam kesibukan dan aktivitas yang dijalani.

Menurutnya, Kembara bukan sekadar kegiatan perkemahan atau agenda seremonial, melainkan sarana pembinaan untuk membangun pribadi yang sehat, disiplin, kuat, dan memiliki komitmen dalam menjalankan amanah perjuangan.

“Di tengah kesibukan kita yang sangat banyak, disiplin menjadi penting. Satu, sehat; dua, disiplin. Di Kembara ini, kedisiplinan harus tegak. Ikuti seluruh kegiatan dengan baik dan patuhi semua aturan yang diterapkan panitia. Jika ada yang merasa tidak sehat, silakan izin,” ujarnya.

Akhmad Hisyam berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama Kembara dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengajak para anggota untuk kembali meneguhkan jati diri sebagai pejuang yang memiliki disiplin kuat, semangat rekrutmen yang berkelanjutan, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Carilah anak-anak muda dan jadikan diri kita sebagai contoh. Konteks bela negara itu tidak hanya mengangkat senjata. Ketika kita tertib berlalu lintas dan menaati aturan, itu pun merupakan bagian dari bela negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Akhmad Hisyam mengingatkan bahwa kegiatan Kembara juga harus menjadi sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ia mengajak seluruh peserta menyadari keterbatasan manusia di hadapan kebesaran Sang Pencipta.

Menurutnya, manusia hanyalah hamba Allah yang lemah di tengah luasnya alam semesta. Kesadaran tersebut seharusnya menumbuhkan kerendahan hati, memperkuat ketergantungan kepada Allah SWT, serta mendorong setiap anggota untuk terus memperbaiki kualitas pengabdian.

“Mudah-mudahan Kembara ini memperkuat penghambaan kita kepada Allah SWT. Kita adalah hamba Allah yang lemah. Bumi ini seperti butiran pasir di Galaksi Bima Sakti. Momentum Kembara ini mengingatkan kita bahwa kita adalah hamba Allah yang lemah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa nilai utama Kembara bukan hanya terletak pada terlaksananya kegiatan selama tiga hari, tetapi pada perubahan sikap, penguatan karakter, dan semakin teguhnya komitmen anggota dalam menjalankan amanah.

“Kembara tidak hanya seremonial semata, tetapi untuk meneguhkan jati diri kita sebagai pejuang,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Hisyam juga mengajak para peserta untuk mengingat perjuangan para qiyadah, para ustaz terdahulu, serta rekan-rekan yang telah berkontribusi dalam perjalanan dakwah. Semangat perjuangan generasi sebelumnya diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota untuk terus menjaga kesinambungan pengabdian.

Ia menyampaikan rasa syukur atas tiga modal penting yang dimiliki, yakni militansi yang kuat, soliditas struktural, dan semangat amal jamai atau kerja bersama.

Ketiga hal tersebut, menurutnya, perlu terus dirawat dan diperkuat agar setiap aktivitas organisasi dapat berjalan secara kolektif, terarah, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kita bersandar hanya kepada Allah. Pererat hubungan kita kepada Allah dan mari kita ikhtiarkan kerja kolektif kita. Semakin banyak anggota, semakin banyak pula yang terlibat dalam kegiatan kolektif,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga semangat pergerakan dan tidak berhenti berkontribusi seiring bertambahnya usia. Semangat pengabdian, katanya, harus tetap terpelihara dan diwujudkan melalui kerja nyata.

Kegiatan Kembara Anggota Pelopor PKS Kabupaten Bekasi yang diikuti 200 peserta ini diharapkan menjadi ruang pembinaan untuk memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, ketangguhan, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.

Melalui berbagai rangkaian kegiatan selama tiga hari, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kebersamaan di alam terbuka, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, dan semangat pengabdian.

Pesan Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi dalam pembukaan Kembara menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang pejuang tidak hanya diukur dari ketangguhan fisik, tetapi juga dari kedisiplinan, keteguhan spiritual, kemampuan bekerja sama, dan konsistensi memberikan teladan.

Dengan semangat Kembara, seluruh peserta diharapkan semakin siap memperkuat kerja kolektif, memperluas keterlibatan anggota, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com