PKS Bekasi – Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara DPW PKS Jawa Barat, Bambang Yulianto, menyampaikan materi wawasan kepanduan dalam kegiatan Kemah Bela Negara (Kembara) Anggota Pelopor PKS Kabupaten Bekasi di Bumi Kepanduan Sentul, Bogor, Jumat–Ahad (16–18 Oktober 2026).
Dalam pemaparannya, Bambang menegaskan bahwa kepanduan bukan sekadar aktivitas lapangan atau kegiatan perkemahan, melainkan bagian dari karakter dan tanggung jawab setiap kader dalam menjalankan amanah dakwah serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan kembali pesan Ustaz Hilmi yang menegaskan bahwa setiap kader adalah kepanduan. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepanduan perlu melekat dalam diri setiap kader, baik dalam kesiapan bertindak, kedisiplinan, maupun kesediaan untuk berkontribusi bagi umat.
“Setiap kader adalah kepanduan,” menjadi prinsip yang ditekankan Bambang dalam membangun pemahaman peserta mengenai peran strategis kepanduan dalam kehidupan organisasi dan pelayanan masyarakat.
Bambang menjelaskan bahwa kepanduan memiliki tiga tugas dan fungsi utama, yaitu pembinaan, pengamanan, dan pelayanan.
Pertama, pembinaan. Menurutnya, Kembara merupakan sarana pembinaan yang lengkap karena memberikan ruang bagi peserta untuk melatih kedisiplinan, ketangguhan, kebersamaan, serta kesiapsiagaan dalam menjalankan aktivitas dakwah di Kabupaten Bekasi.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan dan mampu menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab.
Kedua, pengamanan. Bambang menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan dakwah dari berbagai ancaman, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Fungsi pengamanan ini perlu dipahami sebagai tanggung jawab untuk menjaga ketertiban, memperkuat kewaspadaan, serta melindungi keberlangsungan kegiatan dan amanah dakwah sesuai aturan yang berlaku.
Ketiga, pelayanan. Ia mengingatkan bahwa kader harus senantiasa menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian penting dari pengabdian.
“Tingkatkan pelayanan. Kita adalah pelayan umat. DNA PKS adalah pelayanan,” demikian penekanan Bambang dalam menyampaikan materi tersebut.
Pesan ini menegaskan bahwa keberadaan kader di tengah masyarakat harus menghadirkan manfaat, kepedulian, dan solusi atas kebutuhan umat.
Sementara itu, Sekbid BKBN Rianto menjelaskan bahwa pembinaan dalam Kembara mencakup tiga aspek penting, yakni jasadiyah (fisik), ruhiyah (spiritual), dan fikriyah (pemikiran).
Ketiganya perlu dikembangkan secara seimbang agar kader memiliki ketahanan fisik, kekuatan spiritual, serta wawasan dan pemikiran yang mendukung pelaksanaan tugas pengabdian.
Dalam aspek jasadiyah, ia secara khusus mengingatkan peserta untuk tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga meningkatkan kebugaran tubuh. Menurutnya, kondisi sehat belum tentu menunjukkan bahwa seseorang memiliki tingkat kebugaran yang baik.
“Sehat belum tentu bugar,” menjadi salah satu pesan penting dalam materi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan dapat dijaga melalui pola makan yang teratur, sedangkan kebugaran perlu ditingkatkan melalui olahraga secara rutin. Dengan kondisi fisik yang sehat dan bugar, kader diharapkan lebih siap mengikuti berbagai aktivitas serta menjalankan tanggung jawabnya.
Sementara itu, pembinaan ruhiyah menjadi landasan untuk menjaga kedekatan dengan Allah SWT dan meluruskan niat dalam beramal. Adapun pembinaan fikriyah diperlukan untuk memperkuat wawasan, pemahaman, serta kemampuan berpikir dalam menghadapi tantangan dakwah dan kehidupan bermasyarakat.
Materi wawasan kepanduan ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Kembara Anggota Pelopor PKS Kabupaten Bekasi yang diikuti 250 peserta. Melalui pembinaan tersebut, peserta diajak memahami bahwa kepanduan bukan hanya tentang keterampilan di alam terbuka, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kesiapsiagaan, dan pengabdian.
Pesan Bambang Yulianto diharapkan semakin memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya pembinaan yang menyeluruh, menjaga keberlangsungan dakwah, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan menguatkan aspek jasadiyah, ruhiyah, dan fikriyah, kader diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kepanduan dalam kehidupan sehari-hari, menjaga semangat kebersamaan, dan terus menghadirkan pelayanan yang bermanfaat bagi umat.