PKSBekasi – Keharmonisan dalam keluarga tidak diukur dari kondisi materi maupun kesempurnaan pasangan, melainkan dari rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Keluarga, Lusiana Rachmawati, M.Si, dalam kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional (HKN) yang diselenggarakan oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Cikarang Timur di Sport City Cikarang Timur, Ahad (28/6).
Dalam penyampaiannya, Lusiana membuka materi dengan suasana hangat dan penuh canda. Ia menyinggung anggapan sebagian orang tentang makna keluarga harmonis.
“Kalau ditanya harmonis itu seperti apa, ada ibu-ibu yang menjawab, ‘Buktinya badan saya makin melebar ke kanan dan ke kiri.’ Ada juga bapak-bapak yang bercanda, ‘Perut saya selalu melihat masa depan’,” ujarnya yang disambut tawa peserta.
Namun di balik candaan tersebut, Lusiana menegaskan bahwa hakikat keharmonisan keluarga berawal dari rasa syukur kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap keluarga harus menyadari bahwa memiliki pasangan hidup dan anak merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.
“Yang pertama harus kita syukuri adalah Allah telah memberikan kepada kita keluarga, pasangan hidup, dan anak-anak. Itulah nikmat yang harus selalu kita syukuri,” katanya.
Ia mengakui bahwa dalam kehidupan rumah tangga tentu terdapat berbagai dinamika. Meski demikian, hal tersebut tidak boleh mengurangi rasa syukur terhadap pasangan yang telah Allah anugerahkan.
“Kadang suami dirindukan, kadang juga membuat kesal. Begitu pula sebaliknya antara suami dan istri. Tetapi bagaimanapun keadaannya, kita tetap bersyukur karena Allah masih memberikan pasangan kepada kita,” tuturnya.
Lusiana mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memandang usia pernikahan sebagai perjalanan waktu, tetapi juga sebagai bukti banyaknya nikmat Allah yang telah diterima selama membangun rumah tangga.
Kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional yang diselenggarakan oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Cikarang Timur ini diikuti masyarakat dan keluarga dari berbagai kalangan. Acara diisi dengan senam bersama keluarga, bazar UMKM, pelayanan kesehatan, penyuluhan kesehatan mental keluarga, serta layanan konseling keluarga sebagai upaya memperkuat ketahanan dan keharmonisan keluarga di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, RKI Cikarang Timur berharap semangat Hari Keluarga Nasional tidak berhenti sebagai peringatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan keluarga, menumbuhkan rasa syukur, serta membangun keluarga yang harmonis sebagai fondasi masyarakat yang kuat. (hrs)















