PKS Bekasi — Kegiatan Yaum Ma’al Qur’an atau Sehari Bersama Al-Qur’an digelar oleh DPC PKS Tambun Selatan melalui Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Tambun Selatan. Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ini hadir dengan konsep yang lebih interaktif dan menyentuh hati.
Kegiatan ini lahir dari sebuah kegelisahan: mengapa Yaum Ma’al Qur’an yang digelar setiap tahun seringkali berlalu tanpa bekas? Hadir, duduk, mendengar, lalu pulang — tanpa ada perubahan nyata dalam hubungan peserta dengan Al-Qur’an.
Menjawab kegelisahan itu, DPC PKS Tambun Selatan merancang konsep yang berbeda. Setelah materi utama disampaikan, peserta tidak sekadar menjadi pendengar pasif. Mereka dibimbing langsung oleh fasilitator untuk membentuk halaqah-halaqah Qur’an — lingkaran kecil interaktif yang mengajak setiap peserta merasakan sendiri getaran ayat Allah.
Acara diawali dengan sambutan dari ketua panitia, dilanjutkan dengan sesi motivasi Qur’an yang disampaikan oleh pemateri utama, Ustadz Roby Abdullah Mustika, S.Pd., M.H. Dalam materinya, beliau mengajak peserta merenungkan sebuah pertanyaan besar yang Allah turunkan dalam Al-Qur’an:أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ”Apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an?”(QS. An-Nisa’: 82 / Muhammad: 24)
Ustadz Roby menyoroti fenomena yang jamak terjadi: kita membaca Al-Qur’an, bahkan menghafalnya, namun tidak merasakan manfaatnya dalam kehidupan nyata. Tidak ada getaran, tidak ada sentuhan di hati — karena kita tidak memahami makna yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut.
“Tadabbur artinya bagaimana kita dapat memahami ayat seakan-akan ayat itu hidup di hati kita.”— Ust. Roby Abdullah Mustika, S.Pd., M.H.
Usai sesi materi, peserta dipandu fasilitator membentuk halaqah-halaqah kecil. Di sinilah inti kegiatan berlangsung: setiap peserta diajak berbagi pengalaman pribadinya dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, dan fasilitator memberikan arahan bagaimana merasakan getaran ayat demi ayat secara langsung.
“Allah yang menyiapkan masalah sebagai ujian, Allah juga yang menyediakan jawaban dan jalan keluar. Karena Allah menurunkan Al-Qur’an agar kita tidak merasa sendirian dalam menyelesaikan masalah.”— Ust. Roby Abdullah Mustika, S.Pd., M.H.
Al-Qur’an bukan sekadar teks yang dibaca untuk mendapat pahala tilawah. Ia adalah petunjuk hidup yang menjawab setiap persoalan — jika kita mau membacanya dengan hati yang hadir dan akal yang berpikir.
Cara sederhana memulai tadabbur:
Baca ayat per ayat — jangan terburu-buru mengejar khatam. Satu ayat yang dipahami lebih baik dari satu juz yang dilewati.
Pahami artinya — gunakan terjemahan atau tafsir ringkas untuk menangkap pesan yang terkandung.
Hubungkan dengan kehidupan — tanyakan: “Apa yang Allah ingin sampaikan kepada saya melalui ayat ini hari ini?”
Kegiatan ini bertujuan mengangkat derajat interaksi masyarakat dengan Al-Qur’an — dari yang awalnya sekadar membaca dan menghafal, naik menjadi mampu mentadabburi dan menghayati setiap ayat. Inilah yang membedakan generasi kita dengan generasi sebelumnya yang benar-benar hidup bersama Al-Qur’an.
Di bulan Ramadan yang mulia ini, semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Al-Qur’an, lebih khusyuk dalam membaca, lebih dalam dalam mentadabburi, dan lebih bertaqwa kepada Allah Swt.















