::
DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi - DPD PKS Kabupaten Bekasi -
Website DPD PKS Kabupaten Bekasi
Mengenal PKS

Habib Salim: Ukhuwah Adalah Pondasi Kekuatan Umat dan Bangsa

PKS Bekasi — Dalam momentum Halal Bihalal DPD PKS Kabupaten Bekasi, Dr. Salim Segaf Al-Jufri di Kantor DPTD PKS Kabupaten Bekasi, Ahad (5/4) pagi, menegaskan pentingnya memperkuat ukhuwah sebagai fondasi utama dalam membangun umat dan bangsa.

Ia menyampaikan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan untuk memperkuat persaudaraan dan meneguhkan nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat. Menurutnya, ukhuwah merupakan pondasi dasar yang menentukan kokohnya sebuah bangunan sosial.

“Ukhuwah itu pondasi. Yang paling rendah adalah menjaga salam, tidak ada ghibah, dan yang paling tinggi adalah keikhlasan,” ujarnya.

Habib Salim menekankan bahwa kegiatan Halal Bihalal bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi momentum jiwa dan hati untuk kembali kepada Allah SWT, mempererat persaudaraan, serta memperkuat keikhlasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia mengibaratkan kehidupan umat seperti sebuah bangunan. Tanpa pondasi yang kuat, bangunan tersebut tidak akan mampu berdiri kokoh, apalagi berkembang lebih tinggi.

“Kalau pondasinya tidak kuat, maka bangunan tidak akan mampu menopang beban. Begitu juga dengan umat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bulan Ramadan merupakan proses pendidikan spiritual yang melatih pengendalian diri, empati, dan kedekatan kepada Allah. Oleh karena itu, Halal Bihalal menjadi ruang untuk memperkuat hasil dari pendidikan tersebut.

Dalam tausiyahnya, Habib Salim juga mengutip pesan ulama terdahulu, Sahal bin Abdullah, tentang tiga kesadaran utama yang harus ditanamkan dalam diri setiap Muslim: merasa selalu diawasi Allah, menyadari kebersamaan Allah, dan meyakini bahwa Allah menjadi saksi atas setiap perbuatan.

“Jika tiga hal ini tertanam dalam hati, maka seseorang tidak akan mudah bermaksiat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, selama Ramadan seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, meskipun secara tersembunyi ia bisa saja melakukannya. Hal itu terjadi karena adanya kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan menjadi saksi atas perbuatannya.

Kesadaran tersebut, menurutnya, harus terus dijaga setelah Ramadan, termasuk bagi mereka yang memegang amanah sebagai pejabat publik, baik di eksekutif maupun legislatif.

Menutup tausiyahnya, Habib Salim mengajak jamaah untuk melakukan refleksi diri pasca-Ramadan. Ia mempertanyakan apakah yang tersisa dari bulan suci tersebut hanya lapar dan dahaga, ataukah benar-benar membawa perubahan pada hati dan perilaku.

“Apakah hati kita berubah? Dari sombong menjadi tawadhu, dari tidak peduli menjadi peduli. Itu yang harus kita jawab,” pungkasnya. (hrs)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com