Siang itu, tetiba ada WA masuk, ke no hp saya. Bunyinya, ,”Pak saya perlu madu, sama Pak Haji Jalal diarahkan ke Bapak”. Kurang lebih begitu bunyi WA nya.
Sejenak saya tertegun. Ini siapa? Kok bisa dapat arahan dari Pak Haji Jalal langsung? Sepertinya orang penting, nih.
Atau kerabatnya? Atau paling tidak tim spesialnya.?Staf Ahli? Aspri kali? Hati sibuk menebak.
Untuk menjawab itu, saya putuskan mengantar langsung ke rumah yang bersangkutan. Biasa nya, ada jasa kurir yang antar ke pembeli.
Sekira jam 14.30, saya di rumah orang yang membuat penasaran itu.
Saya kembali tertegun, setelah berbincang dan mengetahui jalan cerita “arahan” itu.
Ternyata beliau bukan sebagaimana yang saya persangkakan. Boleh dibilang, bukan siapa siapanya Pak Haji. Hanya tahu dan punya no hp Pak Haji Jalal.
Anaknya dan dia lagi sakit. Ingin beli madu tapi uangnya nggak cukup. Terus WA aja ke Pak Haji.
Kebetulan saya jualan madu. Diarahkan lah, ke saya. Pak Haji, yang membelikan. Masya Allah….
Pengalaman saya ke Pak Haji Jalal, kurang lebih sama. Sebagai pedagang menawarkan by WA. Ke Pak Haji Jalal. Selanjutnya, kran kebaikan langsung mengucur.
Pak Haji membeli madu dalam jumlah yang banyak. Untuk beliau? Bukan. Madu itu untuk hampir semua kader PKS di Setu.
Menurut saya, ini contoh responsif nya anggota dewan PKS, terhadap permasalah masyarakat. Tidak memandang siapa yang meminta tolong. kebaikan selalu siap dihantarkan.
Saya yakin, semua anggota dewan PKS memiliki kwalitas yang sama. Semoga selalu terjaga.
(Widodo)















