Skip to content

Bukan Sekadar Angkat Senjata, Serka Asmawan Jelaskan Makna Bela Negara

PKSBEKASI, SUKABUMI – Wawasan bela negara menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan Kemah Bela Negara (Kembara) Anggota Pelopor Gelombang 2 yang berlangsung di Camp Damar, Cidahu, Sukabumi, pada 6–8 November 2026.

Materi tersebut disampaikan Serka Asmawan dari Koramil 0713 Cicurug kepada lebih dari 350 peserta Kembara. Pembekalan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta tanggung jawab setiap warga negara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam penyampaiannya, Serka Asmawan menekankan bahwa bela negara bukan semata-mata berkaitan dengan tugas militer atau mengangkat senjata. Bela negara merupakan sikap dan tindakan setiap warga negara yang dilandasi kecintaan terhadap bangsa dan negara, serta kesadaran untuk berkontribusi sesuai peran dan kemampuan masing-masing.

Menurutnya, semangat bela negara perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga persatuan, menghargai perbedaan, menaati aturan, membangun kepedulian sosial, hingga berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan ketertiban masyarakat.

“Apresiasi sekali yang sudah dilakukan PKS, harapannya berlanjut dan pengkaderan seperti ini bisa diterapkan di wilayah masing-masing,” katanya.

“Kami memberikan wawasan kebangsaan agar kita semakin cinta NKRI dan lebih paham. Tadi kita sampaikan selogan ‘menjadi berguna lebih penting daripada menjadi penting tapi tidak berguna,” lanjutnya.

Pembekalan wawasan kebangsaan ini juga mengingatkan peserta bahwa tantangan bangsa tidak hanya datang dalam bentuk ancaman fisik, tetapi juga berbagai persoalan sosial yang dapat memengaruhi persatuan dan ketahanan nasional.

Karena itu, setiap warga negara perlu memiliki kesadaran kebangsaan dan karakter yang kuat agar mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Kegiatan Kembara Anggota Pelopor Gelombang 2 sendiri mengusung tema “Membentuk Pribadi Muslim yang Tangguh, Disiplin dan Berdaya Juang”. Berlangsung selama tiga hari di kawasan alam terbuka Cidahu, kegiatan ini diikuti lebih dari 350 peserta dengan berbagai agenda pembinaan, pembekalan, dan aktivitas lapangan.

Materi wawasan bela negara menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman peserta bahwa nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap tanah air dapat berjalan beriringan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman selama mengikuti kegiatan, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang peran dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam menjaga persatuan serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com