Skip to content

Agung Waspodo: Kesuksesan Kembara Terlihat dari Penerapan Nilainya dalam Kehidupan Sehari-hari

PKSBEKASI, SUKABUMI – Kesuksesan mengikuti Kemah Bela Negara (Kembara) Anggota Pelopor Gelombang 2 tidak semata-mata diukur dari pengalaman selama kegiatan berlangsung. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya terlihat dari kemampuan peserta menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan motivator Agung Waspodo dalam kegiatan Kembara Anggota Pelopor Gelombang 2 yang berlangsung di Camp Damar, Cidahu, Sukabumi, pada 6–8 November 2026.

Menurut Agung, berbagai materi dan pengalaman selama Kembara harus menjadi bekal nyata bagi peserta dalam menghadapi tantangan kehidupan. Nilai-nilai kedisiplinan, ketangguhan, kemandirian, dan daya juang tidak boleh berhenti sebagai pengalaman selama berada di perkemahan.

“Yang paling sukses di Kembara itu adalah mereka yang bisa menerjemahkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, salah satu bentuk penerapan nilai ketangguhan adalah kemampuan seseorang menghadapi situasi sulit, termasuk ketika kehilangan pekerjaan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Misalnya, kalau tiba-tiba di-PHK, apa alternatif yang kalian ambil? Apakah kita hanya bisa mengeluh, atau mampu mencari jalan keluar dan alternatif lain? Di situlah nilai-nilai yang kita pelajari selama Kembara diuji dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Agung juga mengingatkan bahwa salah satu karakter utama yang harus dimiliki kader PKS adalah semangat memberi dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Menurutnya, kader tidak seharusnya hanya berorientasi pada apa yang bisa diperoleh, tetapi juga harus memiliki kepedulian dan kemauan untuk membantu sesama.

“Sebagai kader PKS, yang paling utama itu adalah memberi. Kita yakin bahwa urusan rezeki, ketika kita membantu orang lain, Allah akan bukakan pintu rezeki,” tuturnya.

Ia menegaskan, semangat memberi harus menjadi bagian dari karakter kader dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, keberadaan kader tidak hanya dirasakan dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Kembara Anggota Pelopor Gelombang 2, yakni “Membentuk Pribadi Muslim yang Tangguh, Disiplin dan Berdaya Juang”.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 350 peserta ini berlangsung selama tiga hari dengan berbagai agenda pembinaan, pembekalan, dan aktivitas lapangan di kawasan alam terbuka Cidahu, Sukabumi.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak sekadar membawa pulang kenangan dan pengalaman berkemah, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan, kemandirian, kepedulian, serta semangat memberi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, keberhasilan Kembara tidak berhenti ketika kegiatan ditutup, melainkan terus terlihat melalui perubahan sikap, ketangguhan menghadapi persoalan, dan kontribusi nyata kader bagi masyarakat.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com