PKS Bekasi — Menjalankan aktivitas dakwah sebagai sebuah organisasi tentu memiliki tantangan tersendiri. Terlebih, setiap anggota memiliki kondisi, pengalaman, dan tingkat tantangan yang berbeda dalam menjalankan amanahnya.
Menyadari hal tersebut, DPC PKS Tambun Selatan menggelar pertemuan rutin pengurus dengan suasana yang berbeda. Jika biasanya pertemuan berlangsung lebih formal, kali ini para pengurus diajak sejenak melepas penat melalui kegiatan bertajuk “Chill n Connect”.
Suasana santai benar-benar terasa sejak awal kegiatan. Canda dan tawa mewarnai pertemuan yang dihadiri para pengurus DPC tersebut. Berbagai hidangan seperti rujak buah, gorengan, hingga ayam bakar turut menemani kebersamaan.
Bagi para pengurus, suasana seperti ini menjadi ruang untuk menyegarkan kembali semangat setelah menjalani berbagai aktivitas dakwah. Sebab, perjalanan dakwah selalu memiliki tantangan di setiap zamannya, dan tantangan tersebut tidak selalu memberikan dampak yang sama kepada setiap orang.
Ketika semangat mulai menurun, aktivitas dan kerja-kerja dakwah pun dapat ikut terdampak. Karena itu, diperlukan cara-cara kreatif untuk menjaga kebersamaan sekaligus menumbuhkan kembali energi dalam menjalankan amanah.
Menariknya, “Chill n Connect” tidak hanya diisi dengan santai dan makan bersama. Para pengurus juga mendapatkan materi Jauhari Windows yang dikemas secara interaktif.
Materi tersebut memancing pengurus untuk saling bertanya dan berbagi sudut pandang. Dari interaksi yang berlangsung, muncul berbagai hal yang sebelumnya belum diketahui oleh sebagian pengurus. Proses tersebut membuka ruang untuk saling memahami karakter, cara pandang, dan pengalaman masing-masing.
Pada titik inilah pertemuan sederhana tersebut menjadi lebih bermakna. Bukan sekadar refreshing, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun tafaahum di antara pengurus sehingga komunikasi dan kebersamaan dapat semakin kuat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Melalui “Chill n Connect”, DPC PKS Tambun Selatan menunjukkan bahwa menjaga keberlangsungan kerja dakwah tidak hanya membutuhkan program dan aktivitas, tetapi juga membutuhkan ruang untuk beristirahat sejenak, tertawa bersama, saling memahami, dan kembali menguatkan langkah.















