PKSBekasi, Bogor – Bendahara Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi, Budi Purwanto, SE, menekankan pentingnya internalisasi nilai PANDU dalam diri kader saat memberikan sambutan pada upacara penutupan Kembara Dasar 2 Pratama, Ahad (1/2/2026) pagi. Di Puncak 2 Bogor Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Budi menyampaikan bahwa seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama Kembara perlu diikhlaskan. Menurutnya, keikhlasan itu justru akan kembali menjadi bekal dan kekuatan bagi para kader dalam menjalani peran dakwah di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa PANDU merupakan nilai utama yang diajarkan dalam kegiatan Kembara. Huruf P dimaknai sebagai Pintar, yakni pejuang dakwah harus memiliki kecerdasan dan keluwesan dalam berinteraksi dengan masyarakat. “Kalau pintarnya masih standar, tambah satu lagi. Jadi pintar-pintar atau pandai-pandai,” ujarnya.
Huruf A diartikan sebagai Agamis. Budi menegaskan bahwa kader PKS harus memiliki kualitas ibadah yang baik serta mampu menggerakkan masyarakat agar lebih baik dalam beribadah.
Selanjutnya, N dimaknai sebagai Nyata. Ia menekankan bahwa perjuangan PKS tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus dibuktikan dengan amal nyata melalui sikap bersih, peduli, profesional, dan negarawan.
Untuk huruf D, Budi menekankan pentingnya Disiplin. Ia mencontohkan kedisiplinan dalam hal waktu, seperti ketepatan mengikuti UPA, membayar utang tepat waktu, serta menepati janji dalam berbagai amanah.
Sementara itu, huruf U dimaknai sebagai Ulet, yang mencerminkan sikap tekun, tangguh, dan sabar. Menurutnya, keterbatasan dana atau sarana tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berjuang. “Kader PKS harus tetap menjalankan kegiatan dengan penuh keuletan,” tegasnya.
Nilai PANDU tersebut, lanjut Budi, menjadi fondasi karakter kader PKS yang diharapkan mampu hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (hrs)















