“Pak Uryan tolong perjuangkan sampai selesai”

Bagikan
Uryan Riana (Paling Kiri) saat mendampingi Silaturrahim Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi Imam Hambali ke Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Bekasi

Rapat terakhir dengan saya memperjuangkan agar mushola di Grand Wisata diberikan ijin pembangunannya, saat itu sudah tidak vit setelah di vaksin, akhirnya saya suruh pulang, beliau buka pertama sambutan sambil bicara serak parau dan bergetar, 15 menit kemudian meninggalkan rapat, beliau titip dengan menyampaikan pesan “Pak Uryan tolong perjuangkan sampai selesai” saya bilang siap ketua perintah akan saya laksanakan dengan baik…

Semalam telepon beliau saya tanya kondisinya, apakah sudah baikan ketua, ijin saya melaporkan beberapa agenda beliau menjawab dengan suara yang kedengeran masih lemas yang tadinya serak agak sedikit pulih, tetapi alakulihal subuh mendengar kabar duka…

Inalillahi wa innaillahi rojiuun….

Ternyata berita itu terlalu cepat menghampiri kuping ini, mata berkaca-kaca membaca setiap japrian pesan dan berita duka disetiap grup pengurus PKS dan Grup-grup lainnya. Beliau orang baik, calon pemimpin masa depan, tawadhu, cerdas, sholeh, jujur, menyenangkan, humoris, dermawan dan banyak sifat baiknya yg luar biasa….

Saya pernah berkerja diperusahaan Jepang dengan beliau satu perusahaan, satu partai, satu komisi dikomisi 3 bidang Infrastruktur, bisnis bareng, banyak hal yg sama dijalani bersama…

Beliau aktif diberbagai simpul masa di partai politik dan sosial, seperti PKS, FORKAMMI, Bank Sampah, Masyarakat Peduli Al Aqso, DKM masjid…

Aktif juga mengadvokasi semua persoalan masyarakat baik daerah, wilayah, nasional bahkan internasional. Sungguh terasa sebentar waktu ini bersama dalam suka dan duka dalam memperjuangkan dan berkhidmat bersama umat…

Masya Allah Ustadz H. Imam Hambali Beliau wafat bertepatan dengan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, seperti momen 14 abad yg lalu saat sepertiga malam terakhir Rasul dipanggil Allah ke Sidratul Muntaha, namun beliau dipanggil untuk selama-lamanya, hujan mengiringi kepergiannya, seakan langit pun menangis…

Saya bersaksi almarhum orang yang sangat baik yang pernah saya kenal, semoga Allah ampuni segala dosanya dan Allah ta’ala masukan beliau ke dalam surgaMu Ya Allah….😭😭😭😭

Kamis, 27 Rajab 1442 H 11 Maret 2021

sumber : https://www.facebook.com/uryan.riana

Bagikan

Kunjungi Muara Gembong, Uryan Riana Salurkan Bantuan

Bagikan

Kunjungi Muara Gembong, Uryan Riana Salurkan Bantuan

PKSBekasi – Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi, Uryan Riana, ST, SH, MH, berkunjung ke Kecamatan Muara Gembong untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga yang terdampak banjir pada Rabu (10/2). Uryan yang hadir bersama personil Pos Penanggulangan Bencana (P2B) PKS Kabupaten Bekasi menyusuri tanggul kali Citarum untuk sampai ke lokasi berharap agar bantuan yang dibawanya dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

“Untuk meringankan beban sebagian masyarakat yang terkena dampak banjir, berbagi walaupun sedikit hanya sekedar peduli akan penderitaan dan kesedihan mereka perlu kita lakukan, agar asa ini yakin tetap ada,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPD PKS Kabupaten Bekasi masa bakti 2020-2025 ini.

Lebih lanjut Uryan berharap agar bencana banjir ini disikapi dengan meningkatkan empati antar sesama agar simpati ini tidak terhenti.

“Semoga bencana ini tidak membebani, karena sebelum banjir kita tahu saat ini sedang dikhawatirkan dengan wabah Covid19, yang menghampiri siapa saja. Kami dengan P2B PKS (Pos Penanggulangan Bencana) menyusuri daerah banjir dan sedikit berbagi empati agar simpati ini tidak terhenti,” tutup anggota komisi 3 ini.

Bagikan

Mohon Doa Restu, Imam Hambali Silaturahim dan Ziarah ke Pulomurub

Bagikan

Mohon Doa Restu, Imam Hambali Silaturahim dan Ziarah ke Pulomurub

Imam Hambali yang baru saja mengemban amanah sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi meminta doa restu kepada keluarga besarnya di Pulomurub, juga berziarah ke almarhum kakeknya, KH. Nawawi Al Marzuki dan Alm KH. Rochimudin Nawawi (Pakde) di Pulomurub Tambelang, Bekasi.

Silaturahmi berlangsung pada Senin (18/1/2021), bertemu dengan keluarga besar Almarhum KH Nawawi Al Marzuki yaitu KH. Mubarok Nuri, Nyai Siti Rochimudin Nawawi, Nyai Hunaenah Marzoeki, KH. Hidayatullah Nawawi dan KH. Nabhani Idris.

“Selain silaturahim dengan keluarga besar disini, saya juga ingin memohon doa, restu dan nasehat atas amanah baru sebagai ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Imam Hambali adalah cucu dari Almarhum KH.Nawawi Al Marzuki Pendiri Ponpes Al-Hidayah Pulomurub. Ziarah didampingi oleh KH. Mubarok Nuri (Pelanjut ponpes Al-Hidayah), Ketua MUI Kecamatan Tambelang, Bekasi dan beberapa tokoh setempat.

Silaturahim ke Pulomurub juga bersama dengan Sekretaris DPD PKS Kab Bekasi Budi MM dan ketua Bapilu H. Uryan Riana yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi.

Bagikan

Sidak ke Cikarang Barat, Uryan Riana : Stop Buang Limbah ke Sungai

Bagikan

PKSBekasi, Cikarang Barat – Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Uryan Riyana melakukan inspeksi endadak (Sidak) bersama Pimpinan DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Badan Penangulangan Bencana, Camat Cikarang Barat, Kepala Desa dan beberapa LSM pemerhati lingkungan hidup menyusuri sungai alam Cikarang dan Cikarang Bekasi Laut (CBL) untuk mencari titik pembuangan limbah cair yang dibuang langsung berasal dari pabrik di daerah Cikarang pada Kamis (26/11).

Uryan menduga pencemaran sungai terjadi karena adanya pembuangan limbah dari beberapa pabrik ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. “Kami menduga kotor dan baunya air sungai di sungai alam Cikarang dan sungai CBL karena ada beberapa pabrik yang membuang air limbahnya langsung tanpa proses pengelolaan limbah yang baik,” tegas wakil ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Lebih laanjut Uryan menjelaskan bahwa limbah yang tanpa diolah akan menyebabkan lingkungan menjadi tercemar. Apabila “limbah segar” seperti ini langsung di buang ke sungai maupun laut maka akan menyebabkan ekosistem laut dan ekosistem sungai menjadi rusak dan tercemar.

“Pabrik-pabrik yang membuang limbahnya secara ilegal merupakan salah satu faktor utama pencemaran air di seluruh dunia. Pembuangan limbah yang dilakukan secara illegal dapat mengkontaminasi saluran air yang menyebabkan kerusakan pada kehidupan lingkungan biota laut/sungai dan sekitarnya. Limbah yang dibuang dapat berupa bahan kimia, bahan radioaktif, logam berat, air yang terkontaminasi, gas, atau bahan berbahaya lainnya. Limbah-limbah tersebut akan mencemari air sungai/laut,” paparnya.

Berdasarkan undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pabrik-pabrik harus memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum air limbah tersebut dibuang ke sungai.

“Kami beserta pemerintah dan masyarakat akan terus bekerja untuk melindungi daerah kami agar tidak tercemar, baik tanah, air dan udara, agar kami bisa mewariskan ekosistem ini ke anak cucu dalam keadaan baik dan terjaga dari kerusakan lingkungan,” pungkas anggota dewan yang terpilih dari Dapil Bekasi V yang meliputi Kecamatan Kedungwaringin, Pebayuran, Sukakarya, Sukatani, Cabangbungin dan Muaragembong ini.

Bagikan