PKS Bekasi — Ketahanan pangan keluarga dapat dimulai dari langkah sederhana: menanam di sekitar rumah, memanfaatkan hasil kebun untuk kebutuhan dapur, dan menjaga lingkungan agar tetap produktif. Semangat inilah yang dihadirkan dalam KETAPEL FEST 2026 bertema Dari Kebun ke Dapur Keluarga, yang berlangsung di Kebun MGA, Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang digagas Bidang Ketahanan Pangan, Energi dan Keluarga DPC PKS Tambun Selatan ini dikoordinasikan oleh Trisna Mardiayasa. KETAPEL FEST menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas untuk mendorong ketahanan pangan keluarga, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengembangan kegiatan ekonomi berbasis masyarakat.
Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini adalah panen bersama tanaman cabai. Para undangan dipersilakan memetik cabai yang tumbuh di kebun dan membawa pulang hasil panen tersebut. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bahwa menanam dapat menjadi aktivitas produktif yang dekat dengan kehidupan keluarga.
Di tengah kebutuhan pangan yang menjadi bagian penting pengeluaran rumah tangga, pemanfaatan pekarangan dan kebun komunitas dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk memenuhi sebagian kebutuhan dapur secara mandiri. Meski tidak menggantikan seluruh kebutuhan belanja pangan keluarga, kebiasaan menanam dapat membantu masyarakat mengenal proses produksi pangan sekaligus memanfaatkan ruang yang tersedia di lingkungan tempat tinggal.
Menghubungkan Pengelolaan Limbah dengan Kebiasaan Menanam
KETAPEL FEST 2026 juga memperkenalkan gagasan penukaran limbah dengan bibit tanaman. Mekanisme ini diperkenalkan secara simbolis sebagai langkah awal untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengelolaan limbah sekaligus membangun kebiasaan menanam.
Limbah plastik, termasuk wadah bekas air mineral, menjadi salah satu jenis bahan yang disoroti dalam gagasan tersebut. Ke depan, masyarakat diharapkan dapat mengumpulkan limbah yang dapat dikelola untuk ditukarkan dengan bibit tanaman. Dengan pendekatan ini, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Selain memperkenalkan gagasan penukaran limbah, kegiatan ini menampilkan beragam produk hasil pengolahan dan pemanfaatan kembali bahan yang masih bernilai guna. Produk yang diperkenalkan antara lain sabun berbahan minyak jelantah, eco-enzyme, serta aneka kerajinan tangan.
Ragam produk tersebut memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan pemanfaatan limbah. Selain menjadi sarana edukasi lingkungan, kegiatan ini membuka ruang bagi pengembangan keterampilan dan eksplorasi potensi usaha berbasis komunitas.
Tanduran, Mendekatkan Bibit kepada Masyarakat
Agenda lainnya adalah peluncuran unit usaha komunitas Tanduran, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bibit tanaman sesuai kebutuhan rumah tangga.
Tanduran merencanakan layanan penjualan bibit menggunakan sepeda motor yang akan menyusuri kawasan perumahan dan pasar. Dalam kegiatan KETAPEL FEST, sepeda motor ditampilkan sebagai gambaran konsep layanan yang sedang dipersiapkan.
Melalui layanan keliling tersebut, Tanduran diharapkan dapat mendekatkan bibit kepada masyarakat sehingga keinginan untuk mulai menanam tidak terhambat oleh kesulitan memperoleh tanaman yang dibutuhkan.
Inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis komunitas yang menghubungkan penyediaan bibit dengan gerakan menanam di lingkungan rumah tangga. Dengan akses yang lebih mudah, semakin banyak keluarga diharapkan tertarik memanfaatkan pekarangan untuk menanam tanaman pangan maupun tanaman lain yang bermanfaat.
Kolaborasi Lintas Komunitas untuk Manfaat Bersama
KETAPEL FEST 2026 melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas kebun, kelompok tani, penggiat lingkungan, komunitas perempuan, hingga tokoh masyarakat dan pengurus wilayah di sekitar Griya Asri 2.
Sejumlah komunitas yang terlibat dalam gerakan ini antara lain Komunitas Kebun Inspirasi, Komunitas Sapa Bumi, Komunitas Wanita Tani Inspirasi, Kelompok Tani MGA, Boemkraf, RKI Tambun Selatan, dan Tanduran.
Kolaborasi lintas komunitas menjadi salah satu kekuatan kegiatan ini. Setiap unsur memiliki ruang untuk berkontribusi, baik melalui kegiatan budidaya tanaman, edukasi pengelolaan limbah, pengembangan keterampilan, maupun inisiatif usaha berbasis masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari anggota legislatif PKS, yakni Ustazah Hj. Cucu Sugiharti, S.IP., M.Pd.; Ustaz Nuryasin Suparmin, Lc.; dan H. Jalal Abdul Nasir, Ak.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat inisiatif masyarakat yang berorientasi pada ketahanan pangan keluarga, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan komunitas. Melalui kerja sama berbagai unsur, kegiatan seperti ini diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Memulai dari Rumah, Bertumbuh Bersama Masyarakat
KETAPEL FEST 2026 membawa pesan bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Menanam cabai, merawat tanaman, memanfaatkan hasil kebun, dan mengelola limbah secara bertanggung jawab merupakan langkah sederhana yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Tantangan berikutnya adalah menjaga agar semangat tersebut berlanjut setelah kegiatan selesai. Bibit perlu ditanam dan dirawat, kebiasaan memilah limbah perlu dibangun, dan kolaborasi komunitas perlu terus dikembangkan.
Dari kebun komunitas hingga pekarangan rumah, upaya membangun ketahanan pangan keluarga membutuhkan partisipasi dan konsistensi bersama.
dari Kebun ke Dapur Keluarga