Jelang Peringatan Pemberontakan G30S/PKI Rusdi Haryadi : Waspadai Modus Operandi PKI Gerakan PKI






Jelang Peringatan Pemberontakan G30S/PKI Rusdi Haryadi : Waspadai Modus Operandi PKI Gerakan PKI 

PKSBekasi,Cikarang Barat - Setiap tahun pada Bulan September Bangsa Indonesia memperingati satu fase kelam dalam catatan sejarah bangsa yaitu sebuah peristiwa keji yang dinamakan Gerakan Pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia ( PKI ) pada tanggal 30 September 1965 di Jakarta. Sebuah peristiwa pembantaian dan pembunuhan 7 jendral yang lebih dikenal dengan peristiwa G30S/PKI yang berlangsung di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

Saat ini banyak kaum millenial yang nyaris melupakan peristiwa sadis itu, terlebih di era globalisasi kecanggihan teknologi dan aplikasi yang menjadi salah satu magnet besar  ketertarikan kaum muda hingga terabaikan dari sisi sejarah bangsa. 

Oleh sebab itu, PKS mengangkat tema Milenial Waspada Komunisme pada agenda Ngopi PKS ( Ngobrol Politik Bareng PKS ) pada Sabtu ( 26/09 ) yang berlangsung melalui aplikasi Zoom. 

Dalam diskusi ini hadir sebagai salah satu nara sumber adalah Rusdi Haryadi  S.Pd.I, anggota legislatif  DPRD Kab. Bekasi, dari fraksi PKS. 

Dalam salah satu pemaparannya, Rusdi mengatakan hal-hal penting yang harus diwaspadai modus operandi gerakan PKI  di zaman modern saat ini. 

" Setidaknya ada tiga modus operandi yang digencarkan oleh gerakan PKI yang harus diwaspadai oleh bangsa Indonesia, terutama kaum milenial saat ini yaitu dekonstruksi sejarah, agitasi /logical fallacy dan infiltrasi. " Ungkap Rusdi. 

" Dekonstruksi sejarah yang dilakukan PKI yang paling nyata adalah dimana dua pekan ini dihembuskan isu penghapusan peristiwa G30S/PKI dari buku-buku pelajaran sejarah. Lalu adanya upaya menghapuskan stigma kebengisan komunis di sejumlah negara di seluruh dunia yang dalam sejarah gerakan mereka sejak tahun 1917-1999 tercatat 120 juta jiwa dibantai di 80 negara. Jumlah korban yang 3 kali lebih besar dari akumulasi korban perang dunia dan perang-perang lokal negara konflik. " Papar Rusdi. 

Lebih jauh Rusdi menambahkan bahwa modus operandi kedua juga tak kalah berbahaya dari yang pertama yaitu gerakan merebut perhatian publik dengan agitasi/ logical fallacy dan infiltrasi melalui penanaman pola pikir paham komunisme secara halus kepada masyarakat terutama kaum milenial. 

" Modus operandi kedua yang harus diwaspadai adalah agitasi / logical fallacy yang mereka lancarkan terutama melalui forum diskusi, gerakan di sosial media. Pintu masuk agitasi ini adalah menawarkan paham komunisme dengan cara yang soft/halus yaitu melalui gerakan sosialis. Bahkan melakukan takhrif yaitu mencari titik temu antara ajaran komunis dengan ajaran Islam. Modus ini cukup berhasil dengan dibuktikan keberhasilan partai agama yang tersusupi paham komunis memenangkan pemilu di beberapa negara semisal Partai Baats di Irak dan Suriah. 

" Pada akhirnya, setelah mereka melakukan modus operandi yang gencar itu maka berikutnya tinggal infiltrasi kepemmerintahan dengan target akhir adalah menggusur semua nilai-nilai ajaran agama dari wilayah kebijakan publik. Dan inilah target akhir mereka, atheisme, negara tanpa agama. " Pungkas Rusdi. 

#maks



  PESAN

0 Response to "Jelang Peringatan Pemberontakan G30S/PKI Rusdi Haryadi : Waspadai Modus Operandi PKI Gerakan PKI "

Posting Komentar