Kasus Hilangnya Beberapa Jenazah Dari Pemakaman Mendapatkan Respon Dari Ketua DSD PKS Kabupaten Bekasi




Kasus Hilangnya Beberapa Jenazah Dari Pemakaman Mendapatkan Respon Dari Ketua DSD PKS Kabupaten Bekasi

PKSBekasi,Cikarang Barat - Ayub Rohadi Ketua Dewan Syariah Daerah PKS Kabupaten Bekasi, angkat bicara dengan maraknya pencurian jenazah di beberapa wilayah Kabupaten Bekasi, perbuatan tersebut jelas melanggar hukum, dan termasuk perbuatan yang dilarang dalam agama, " jelas Ayub, di kediamannya, Cikarang, minggu, 9/8/2020. 

Ayub Rohadi menegaskan bahwa beberapa kasus pembongkaran kuburan dan pencurian jenazah dari Tempat Pemakaman Umum (TPU), bertentangan dengan syariat Islam. "Pelakunya dinilai melakukan hal yang diharamkan agama. Haram hukumnya menggali dan mengeluarkan jenazah yang telah dikubur,kecuali ada alasan yang dibenarkan syar'i, seperti untuk keperluan autopsi, misalnya," jelas Ayub yang juga merupakan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi. 

Dalam ajaran agama Islam, lanjutnya, manusia memiliki kemuliaan meskipun telah meninggal dunia. "Karena itu, kepada jenazah sekalipun, kita harus tetap memberikan penghormatan. Salah satunya dengan menguburkan secara baik. " Jelas alumnus Universitas Islamad Pakistan 

"Itu hak jenazah yg menjadi kewajiban setiap kita. Otomatis, tindakan melukai dan menyakiti jenazah statusnya sama dengan melukai dan menyakiti orang hidup. Keduanya dilarang," terang Ayub.

Kepada pihak Kepolisian terus bekerja, usut tuntas siapa dalang di balik pembokaran makam dan pencurian jenazah, "pelakunya harus mendapatkan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku,  dan secara pribadi pelaku harus bertaubat kepada Allah swt, " tutup Ayub



  PESAN

0 Response to "Kasus Hilangnya Beberapa Jenazah Dari Pemakaman Mendapatkan Respon Dari Ketua DSD PKS Kabupaten Bekasi"

Posting Komentar