Surat Disdik Kabupaten Bekasi Tuai protes Dari Guru Honorer, Rusdi Haryadi Sebut Cederai Rasa Keadilan dan Nir Empati




Surat Disdik Kabupaten Bekasi Tuai protes Dari Guru Honorer, Rusdi Haryadi Sebut Cederai Rasa Keadilan dan Nir Empati


PKSBekasi,Cikarang Pusat - Beredarnya surat penugasan guru honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, menuai polemik dan protes dari kalangan guru honorer, karena mereka merasakan ketidakadilan dari beberapa klausal yang tercantum dalam surat tersebut.

Menanggapi hal tersebut Sekertaris Komisi empat DPRD Kabupaten Bekasi Rusdi Haryadi, Jum'at (17/07) menyatakan klausal yang menyebutkan bahwa guru honorer bisa diberhentikan saat perjanjian kerjanya berakhir atau posisinya digantikan oleh ASN, menurutnya ini mencederai rasa keadilan dan nir empati.

"Bagaimana tidak, mereka yang telah mengabdi sebagai tenaga pendidik selama bertahun-tahun, bisa dengan mudah diberhentikan dan tanpa adanya jaminan kepastian karir,” Ujar Politisi Muda PKS dari dapil dua, Cibitung Cikarang barat.

Isi klausal itu, penugasan guru dan tenaga pengajar non ASN berakhir apabila :

1. Meninggal dunia.
2. Mengundurkan diri.
3. Diberhentikan karena melanggar perjanjian kerja.
4. Tidak diberlakukan perjanjian kerja kembali.
5. Jabatan diisi oleh ASN lain.

Rusdi berharap Bupati berkenan mendengarkan aspirasi para guru honorer dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) terhadap status honorer mereka demi keberlangsungan pendidikan di Kabupaten Bekasi.







  PESAN

0 Response to "Surat Disdik Kabupaten Bekasi Tuai protes Dari Guru Honorer, Rusdi Haryadi Sebut Cederai Rasa Keadilan dan Nir Empati"

Posting Komentar