Ayub Rohadi : Hujan, Banjir Dan Salah Manajemen Pengelolaan Lingkungan

Banjir Di Mustika Wanasari 

Banjir di Kartika Wanasari


Banjir di trias estate wanasari


Banjir di Villa Mutiara Wanaja Cibitung


Ayub Rohadi : Hujan, Banjir Dan Salah Manajemen Pengelolaan Lingkungan

PKSBekasi,Cikarang Barat - Sejak semalam hujan terus turun, sehingga mengenangi beberapa titik wilayah di 2(dua)kecamatan, yaitu Cikarang Barat dan Cibitung. Beberapa perumahan kembali terendam air dengan ketinggian yang bervariasi.

Ayub Rohadi salah satu anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, menjelaskan di kediamannya Bekasi, 25/2/2020, bahwa hujan hakikatnya adalah nikmat dari Allah swt, " hujan adalah rahmat,berkah dan kehidupan dari Allah swt, sedang banjir adalah musibah disebabkan kesalahan manajemen pengelolaan lingkungan," tuturnya.

Menurut legislator yang telah menjabat 2(dua)periode ini, banjir lebih pada kesalahan manusia dalam mensyukuri nikmat yang Allah swt berikan, " banjir yang terjadi pada dasarnya dari prilaku manusia. Jika kita mau  membuka kembali Alquran, tampak jelas bahwa bencana alam dan krisis lingkungan akibat dari ulah merusak sebagian dari umat manusia. ”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (QS Ar-Rum[30]:41)." Jelas anggota Komisi 1 ini. 

Ayat tersebut secara eksplisit menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi disebabkan ulah tangan manusia. Bencana yang datang silih berganti bukan fenomena alam. Akan tetapi karena prilaku merusak manusia sendiri yang telah merusak alam ciptaan Allah.

Berangkat dari hal itu Ayub mengajak semua pihak untuk memperbaiki kesalahan, termasuk membenahi tata ruang dan bangunan. Kesibukan semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat jangan hanya terjadi saat banjir datang,tapi tak lagi peduli saat musim hujan usai. Banjir yang terjadi dan berulang setiap tahun jelas bukan karena faktor alam semata, semua pihak harus instropeksi bahwa ada kesalahan dalam mengimplementasikan rasa syukur pada Allah, secara spiritual keagamaan dgn istighfar dan taubat perkara banjir bisa teratasi,  sebagaimana dinyatakan  Nabi Muhammad SAW yang artinya:"Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. HR.Ahmad. " Tutup Ayub.




PESAN

0 Response to "Ayub Rohadi : Hujan, Banjir Dan Salah Manajemen Pengelolaan Lingkungan"

Posting Komentar