Silatnas Himapindo, Komitmen Mahasiswa Membangun Pondasi Peradaban Ekonomi Indonesia yang Berdaulat dan Mensejahterakan




PKSBekasi,Cikarang Pusat - Sejak 3 dekade, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami tren penurunan yang sistemik dan berjangka panjang. Tentunya sangat mengkhawatirkan bagi proses kemajuan suatu bangsa yang sedang berkembang seperti Indonesia. Hal ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor indikator ekonomi. 

Korupsi menjadi salahsatu faktor penghambat yang paling signifikan, kepastian hukum usaha yang masih tidak terprediksi dan birokrasi yang masih mempersulit kegiatan usaha khususnya dalam proses perizinan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Banyak investor yang hengkang ke luar negeri dan beberapa investor baru yang semestinya menanamkan modalnya ke Indonesia tapi akhirnya lebih memilih ke Vietnam, Laos dan Malaysia.

Fenomena ini harus direspon positive sebagai sebuah tantangan bagi masyarakat intelektual Indonesia, khususnya Mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan estapet kemajuan Indonesia kedepan untuk mempersiapkan dirinya sebagai Pelaku Ekonomi di negeri sendiri. Jumlah pengusaha merupakan salah satu indikator internal bagi kemajuan ekonomi Indonesia, dimana suatu negara akan maju fondasi ekonominya kalau jumlah pengusahanya lebih dari 7%, sementara Indonesia masih berada dilevel 3,1 %.

Dalam kondisi itu, Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo) lahir dan hadir untuk mengambil langkah strategis mengisi ruang kosong yang harus segera diisi untuk menambah kekuatan ekonomi baru yang lebih mandiri, tidak tergantung investor asing, ekonomi yang berdaulat dan mampu mensejahterakan masyarakat dan bangsa Indonesia dan hanya dilevel Mahasiswa yang mampu melakukan percepatan proses pertumbuhan tersebut.

Silatnas Himapindo dilaksanakan dari tanggal 11-14 Oktober 2019 di Kampus Universitas Pelita Bangsa dan setiap sesinya selalu dihadiri ribuan mahasiswa Pelita Bangsa dan juga dihadiri 104 mahasiswa perwakilan Pengurus Himapindo lebih dari 60 Kampus yang berasal dari 16 Provinsi yaitu dari Aceh, Banten, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Dengan menghadirkan berbagai narasumber mulai dari para penentu kebijakan di DPR RI, DPRD provinsi, Kementerian, Peneliti Indef, Merial Institut, Akademisi, Mantan Menteri, Politisi Nasional dan juga para aktivis yang telah malang melintang baik dalam dunia politik maupun dunia usaha.

Berikut Narasumber yang hadir di acara Seminar Kewirausahaan dan Silatnas Himapindo 1 diantaranya Prof. Rokhmin Dahuri, Faizal Hafan Faridz, H. Ruhiyat Nugraha, Mukhlis Pane, Abra El Latalattop, Hanif Muhammad, Mardani Ali Sera, Deny Giovano, Akhmad Syaikhu, Dede Macan Yusuf, Arif Satria, Helmy, Jonny Madrizal, Helmy Fajar, Dr. Eva Anggraini, Prof. Indra Cahya Uno, Dr. Ririn dan juga Politisi Muda Calon Pemimpin Indonesia kedepan Agus Harimurty Yudhoyono.

Dan pada kesempatan mengisi seminar beberapa pembicara diminta menjadi Dewan Pembina Himapindo dan mereka menyatakan kesediaannya adalah Prof. Rokhmin Dahuri, Agus Harimurty Yudhoyono, Akhmad Syaikhu, Prof. Indra Cahya Uno, Hanif Muhammad, Abra El Latalattop, H. Ruhiyat Nugraha dan H. Faizal Hafan Faridz.

Dengan Seminar Nasional Kewirausahaan dan Silaturahmi Nasional Pertama, Himapindo berkeyakinan bahwa dengan membangun kebersamaan kolektif sistemik untuk "Menjadi Pengusaha sebelum Sarjana" akan memberikan daya dukung bekal persiapan lebih terstruktur untuk menuju Indonesia Emas 2045, satu abad Indonesia Merdeka yang lebih sejahtera. 


Yakin, Mahasiswa Indonesia hari ini di 2019, adalah pengusaha dan penguasa dan juga sebagai Pemimpin Indonesia dimasa Indonesia sebagai negara adidaya secara ekonomi dan teknologi di dunia Internasional.


PERS RELEASE 
SILATNAS HIMAPINDO KE-1
11-14 OKTOBER 2019



Oleh :
Budiyanto, S.Pi
Ketua Umum
Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia 




PESAN

0 Response to "Silatnas Himapindo, Komitmen Mahasiswa Membangun Pondasi Peradaban Ekonomi Indonesia yang Berdaulat dan Mensejahterakan"

Posting Komentar