Renungan Pagi



Pagi pagi membaca berita tentang korban Wamena , ada seorang dokter  yang sudah mengabdi disana  selama ( 15 th ) dibunuh dengan disiram bensin dan dibakar .  Si dokter sdh berusaha menyeburkan diri ke got tapi nyawanya tetap tak tertolong . 

Ya Allah ...saya jadi teringat tragedi di Ambon juga demikian , betapa nyawa manusia begitu mudah dihilangkan dengan tanpa perikemanusiaan. 

Saya hanya ingin menegaskan,  pelaku yang keji baik di Ambon maupun Wamena itu bukan orang Islam . 

Tapi akhir akhir ini yang dituduh radikal umat Islam .Padahal klo seandainya umat Islam radikal mungkin masyarakat minoritas di Indonesia akan terdzolimi sejak dari dulu.

Kenyataannya tidak , bahkan umat nasrani populasinya skrg ini tumbuh pesat , gereja siluman ada dimana - mana. Padahal kita tahu mrk ibadah disitu, tapi tidak ada umat Islam yang mengganggu mereka. 

Karena umat Islam tahu bahwa kita dilarang oleh Allah berlaku dzolim . Dan agama adalah hak pribadi masing masing.

Dan tetangga kita yang non muslim dari dulu aman di lingkungan tempat tinggal yang mayoritas umat Islam .

Jadi mohon maaf terkadang  mereka yang mengatakan kalimat NKRI harga mati dgn memojokkan umat Islam yang taat dlm memperjuangkan kebenaran dgn menyebut radikal, itu sebenarnya yang harus diwaspadai merekalah  sesungguhnya yang ditunggangi oknum. 

Mohon maaf terpaksa saya menulis ini karens hati ini pilu melihat realita yang ada. 

Betapa umat Islam di Indonesia yang mayoritas saja jadi bulan - bulanan apalagi minoritas.  

Kenapa itu terjadi ? Karens kondisi umat Islam di Indonesia itu bagai buih di lautan . Banyak tapi tanpa kekuatan. 

Kenapa bisa ? Karena banyak dikalangan umat Islam yang jauh dari agamanya  dan cinta dunia . 


Cikarang 30092019
Ratih DH
Member Of Reli Kab Bekasi



PESAN

0 Response to "Renungan Pagi"

Posting Komentar