Rusdi Haryadi : Pendaki Pemula yang Menaklukkan Jayawijaya

Rusdi Haryadi Caleg terpilih dari dapil 2 Cibitung - Ciakrang Barat


Mungkin, tak banyak yang masih mengingat momen Pemilu Legislatif tanggal 17 April 2019 lalu. Tapi engga buat seseorang yang duduk di belakang saya itu. 

Jejak pesta demokrasi lima tahunan itu masih terasa nyata goresannya. Ibarat tinta masihlah basah. Ibarat luka masih mengucurkan darah. Ibarat air mata ia masih menggenang di pelupuk mata. Anggota DPRD di Kota Bekasi dan DKI sudah mulai bekerja. Pak Rusdi bahkan baru menyelesaikan perkaranya di MK. Sesecaleg dari partai tetangga menggugatnya. Mempersoalkan kursi terakhir dapil 2 Kab. Bekasi yang meliputi Cibitung dan Cikarang Barat. Kursi Rusdi Haryadilah yang digoyang sekuat daya.

" Air mata saja takkan bisa mengungkapkan perasaan saya dan apa yang saya rasakan, Mak. " Ungkapnya dengan senyum tipis penuh makna. 

Tiga tahun lebih ada di grup yang sama, sempat beberapa kali berdiskusi, ngobrol dari soal penting sampe yang sangat penting dengan beliau, membuat saya gak punya space untuk sekedar berburuk sangka pada ucapan beliau kali ini. 

Sebuah analogi yang menohok di judul tulisan ini membuat saya langsung paham bagaimana kerasnya berjuangan beliau sepanjang 2 tahun branding, proses pencalegan, masa kampanye, saat pencoblosan hingga berbilang bulan menjalani proses panjang di MK dan KPUD, adalah pendakian berat bagi seorang pendaki pemula macam beliau. Biarpun aslinya satu hal yang saya gak bisa mempercayai beliau, pendaki pemula ! 

Kemampuannya menyajikan narasi, kecerdasannya dalam berkomunikasi, kekayaan khasanahnya dalam mencetuskan ide-ide kreatif penuh manfaat dalam masyarakat, tak menghilangkan rasa empati dan penghargaannya kepada para pendukung dan teman perjuangan yang setia berada di sampingnya sampai tetes daya terakhir ! 

" Saya sangat berterima kasih pada rekan-rekan di lapangan, para saksi TPS dan PPK. Juga kepada tim advokasi DPD PKS Kab. Bekasi. " Jawabnya mantap saat di tanya siapakah orang-orang yang paling berjasa kepadanya selama proses pendakian ini. 

Selamat bertugas syaikh. Selamat memikul beratnya amanah yang mungkin akan membuat berat badan antum kian turun drastis, uban yang kian banyak, senyum yang kian berat ditebar, bahkan mematahkan tulang punggung. Lelah dan lecetnya kaki-kaki antum saat melakukan pendakian belumlah berhenti meneteskan darah. Tapi in syaa Allah, antum bisa terus melanjutkan pendakian dengan gunung baru di hadapan. Sebab pendaki selamanya tetaplah menjadi pendaki. 

Barakallah tabarakarahmaan.
Maks Sri Suharni
Presiden Reli Kab Bekasi




PESAN

0 Response to "Rusdi Haryadi : Pendaki Pemula yang Menaklukkan Jayawijaya"

Posting Komentar