Amar Ma' ruf Nahi Mungkar



Dalam kehidupan ini Allah memerintahkan kita agar senantiasa menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar. 

Memerintahkan kepada kebaikan dan melarang berbuat keburukan adalah suatu amal yang mengandung konsekwensi. Yaitu pengorbanan baik dari sisi harta , waktu , tenaga bahkan jiwa. 

Oleh karena itu Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa saja yang mau melakukan itu. 

Nahnu du'at qobla kulli syai'in (kami da'i sebelum yang lain). Ini dimaksudkan bahwa kita ini profesi dasarnya adalah da'i sebelum kita menjadi yang lain. 

Dari ungkapan ini mengandung pengertian bahwa siapapun kita adalah menyandang predikat da'i , karena menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran itu merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah kepada kita. 

Oleh karena itu janganlah kita tinggal diam ketika melihat suatu kemungkaran yang ada di depan mata kita. 

Rasulullah SAW bersabda : 

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ 

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam  bersabda: Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (Riwayat Muslim) 

Kalau kita bisa dengan tangan ( kekuasaan ) maka ketika memiliki jabatan , cegahlah kemungkaran dengan wewenang jabatan yang kita miliki. 

Kalau bisa dengan lisan maka pergunakan kata- kata kita untuk mencegah keburukan yang ada. 

Kalau kekuasaan tidak ada dengan ucapan juga tidak ada keberanian , minimal dengan hati kita, agar kita termasuk orang yang menolak dan tidak menyukai keburukan itu. 

Dalam dunia da'wah memerintahkan kebaikan lebih mudah dibanding mencegah atau memberantas keburukan. 

Karena memberantas keburukan akan mendapatkan perlawanan dari para pendukung dan pelaku keburukan. 

Banyak yang menolak dengan cara yang halus, memprotes dengan urat syaraf,  bahkan tidak sedikit yang menggunakan kekuatan besar dan kasar untuk menghalangi semua proses menghapus kemungkaran.

Oleh karena itu banyak yang akhirnya berlaku diam karena menganggap bahwa memberantas kemungkaran akan mendapatkan perlawanan yang dapat mendatangkan resiko. 

Dengan beranggapan yang penting diri dan keluarganya tidak terkena imbas kemungkaran tersebut. 

Padahal suatu kemungkaran atau keburukan kalau didiamkan lama-lama akan memberi dampak juga baik cepat maupun lambat.

Kalau kita membaca perjuangan nabi Muhammad SAW dan  para sahabat, sungguh luar biasa pengorbanan mereka, harta dan nyawa sebagai taruhannya.

Semoga kita generasi penerusnya mampu melestarikan semangat untuk beramar ma'ruf nahi mungkar sehingga kedamaian , kebahagiaan dan keamanan hidup bisa dirasakan setiap manusia yang hidup di muka bumi ini . 

Karena kita manusia diciptakan pada dasarnya sebagai khalifah dimuka bumi ini . Oleh karena itu jadilah kita bagian dari golongan manusia yang membangun,  bukan dari golongan perusak .


Cikarang 19082019
Ratih DH Putri
Member Of Reli kab Bekasi




PESAN

1 Response to " Amar Ma' ruf Nahi Mungkar "