PKS Bekasi, Parpol Pertama Serahkan LPPDK



PKSBekasi,KedungWaringin - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi, Jumat (26/4) menyerahkan LPPDK kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi. PKS menjadi partai politik pertama yang menyerahkan LPPDK.

Mungkin belum banyak yang tahu apa itu LPPDK. LPPDK kepanjangan dari Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye. Setiap partai wajib menyerahkan LPPDK sesuai waktu yang ditentukan kepada Kantor Akuntan Publik (KAP) melalui KPU. Jika parpol tidak mematuhi, maka caleg terpilih dari parpol tersebut bisa terancam tidak ditetapkan dan tidak akan dilantik.

Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Bekasi, Wahab Habieby menjelaskan bahwa LPPDK adalah wujud transparansi keuangan partai politik. " Hal ini seperti diatur dalam UU Nomor 7/2017 pasal 325 tentang dana kampanye pemilu", tambahnya.

Komisioner yang awalnya berprofesi sebagai jurnalis radio ini menggarisbawahi, bahwa sumber keuangan parpol harus yang mengacu pada regulasi yang ada. Selain itu, menurutnya, kepatuhan dalam penyampaian LPPDK menggambarkan tata kelola parpol yang transparan dan profesional. Semakin banyak kader yang menyumbang ke parpol, makin terbukti bahwa parpol tersebut mampu mengedukasi para kader dan simpatisan dalam membesarkan partainya. Begitu pula dengan besarnya partisipasi masyarakat dalam menyumbang sebagai cerminan kepercayaan publik kepada parpol tersebut.

Bendahara Umum DPD PKS Kabupaten Bekasi Ahmad Hisyam mengakui bahwa hampir seratus persen dana kampanye yang dikelola oleh PKS, berasal dari sumbangan kader dan simpatisan PKS. "Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua kader dan simpatisan yang telah menyumbang", pungkasnya.


Penyerahan LPPDK PKS dilakukan tadi pagi di kantor KPUD Kabupaten Bekasi, Jl. Rengas Bandung, Kedungwaringin, Kab. Bekasi. Dengan diserahkannya LPPDK, PKS ingin membuktikan bahwa kewajiban sebagai partai telah dilaksanakan dengan baik.




PESAN

0 Response to "PKS Bekasi, Parpol Pertama Serahkan LPPDK"

Posting Komentar