Subuh Terakhir Aku Melihat Engkau, Ustadz





Sabtu Subuh tadi kita di masjid yang sama, Ustadz...

Ruku', sujud dan bermunajat di waktu yang sama

Tapi kita tak sempat bertatap muka lalu bercengkerama seperti biasanya

Saat aku keluar masjid, engkau sudah di motor menuju pulang

Aku hanya melihat punggung engkau. Berbaju batik dengan kopiah putih

Rintik hujan yang kian deras membuat kita bergegas

Sekitar 4 jam usai subuh, istri engkau menelepon, mengabarkan ustadz pingsan, tak sadarkan diri saat makan

Aku segera ke rumah engkau, tapi beberapa orang sudah membawa engkau ke rumah sakit

Aku segera menyusul, dan tiba bersamaan dengan engkau

Aku bopong engkau ke Ruang UGD, dokter bergegas menolong tapi takdir engkau sudah tiba

Innalillahi wa inna ilaihi rooji'un...aku tak kuasa menahan tangis

"Ustadz, ana masih butuh antum...," ujarku sambil memeluk tubuh engkau yang sudah kaku

Aku teringat percakapan terakhir kita, mengajak kumpul untuk diskusi soal dakwah di lingkungan

Aku teringat peristiwa pekan lalu. Engkau menghubungi aku. Ada fogging gratis. Dan itu terwujud Rabu kemarin

Aku teringat nasehat-nasehat saat kita bertemu secara berkala

Aku juga teringat sehari sebelum engkau wafat, engkau sibuk merencanakan agenda dakwah politik

Aku juga teringat setiap usai sholat, engkau begitu lama dan khusyu' berdoa

Ya Rabb, aku betul-betul kehilangan. Engkau adalah tetangga, guru sekaligus orangtua bagi aku. 

Jika saja aku tahu engkau akan dipanggil Allah hari ini, aku tak akan cuma menatap punggungmu di Subuh tadi

Aku akan peluk engkau dan tak akan kulepas...

Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu

Selamat jalan Ustadz Mokhamad Irkham

Dari Muridmu yang berduka


Erwyn Kurniawan



PESAN

0 Response to "Subuh Terakhir Aku Melihat Engkau, Ustadz"

Posting Komentar