Ustadz Najiyullah, Saya Bersaksi Engkau Orang Baik...



Awan mendung memayungi langit Bekasi pagi ini saat kabar duka itu datang. Ustadz Najiyullah meninggal dunia. Begitu sebuah pesan whatsapp hadir sekitar pukul 10.40 WIB.

Seketika itu pula, ucapan duka cita mengalir deras. Pesan wafatnya sosok yang dikenal dengan keulamaannya itu menggema di media sosial. Rasa sedih tak tertahankan.

Ulama kelahiran Bekasi, 27 Juni 1957 ini memang dikenal sebagai orang yang sholeh. Hampir tiada kisah miring menghampirinya meski pernah menjadi pejabat publik yakni anggota DPR RI dari Fraksi PKS pada 2004-2009.

Saya berjumpa pertama kali dengannya pada 2005 saat beliau masih menjadi wakil rakyat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Kesan tegas tapi ramah terpancar dari wajahnya.

Belakangan ini saya kerap berjumpa dengannya, di kediamannya di Pondok Hijau Permai, Bekasi Timur. Beberapa kali kami berbincang. Dari yang serius sampai soal kuliner.

"Akh Erwyn, antum tahu sate Jatimulya yang terkenal enak ga? Dimana ya? Saya mau beli nih," kata beliau sekitar 3 bulan lalu di suatu senja.

Setelah saya beritahu lokasinya, beliau segera pergi. Naik motor dengan membawa putra bungsunya yang masih berusia sekitar 4 tahunan.

Beberapa kali saya bertemu dengan ayah lima anak ini, terlihat sekali bagaimana kedekatan seorang ayah dengan anaknya. Diajaknya bermain dan berkeliling naik roda dua.

Yang paling saya ingat dari sosok suami Euis Badriyah ini adalah ketika meminta saya membantunya di sebuah organisasi da'i.

"Akh Erwyn, antum diminta Ust. Najiyullah masuk kepengurusan," kata seorang sahabat kepada saya.

Karena beliau seorang qiyadah, dan saya sebagai jundi, permintaan tersebut saya amini tanpa pikir panjang.

Kiprahnya di dunia dakwah jangan diragukan. Lulusan Universitas King Saud, Arab Saudi pada 1992 ini aktif diberbagai organisasi. Dari Ketua IKADI Kabupaten Bekasi (Ikatan Da'i Indonesia) hingga Direktur WAMY (World Assembly of Moslem Youth) Jakarta.

Jika ada yang pernah membaca buku
Gerakan Keagamaan dan Pemikiran, itu adalah terjemahan dari Ust. Najiyullah. Buku ini bukan bacaan sembarangan. Disusun tidak hanya oleh satu orang, melainkan dari berbagai tokoh di berbagai negara. Mulai dari Saudi Arabia, Palestina, Mesir dan beberapa negara lainnya. Buku yang sangat fenomenal ini Buku membahas berbagai macam ideologi, firqoh, sekte dan madzhab yang 58 gerakan.

Sabtu lalu saya dan istri sempat menjenguknya. Namun tak bisa menemuinya karena baru saja selesai cuci darah.

Meski tak sempat lagi berjumpa, saya dan kita semua tak akan pernah melupakannya. Ketaqwaannya, kesholehannya, ketegasannya, juga keramahannya.

Dan saya berani bersaksi, di tengah awan mendung yang telah berubah menjadi hujan, almarhum Ust. Ahmad Najiyullah, Lc adalah orang baik...

Selamat jalan Qiyadah dan Guruku...

_Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu_

Dari murid dan jundimu

Erwyn Kurniawan
PESAN

0 Response to "Ustadz Najiyullah, Saya Bersaksi Engkau Orang Baik..."

Posting Komentar