Jalasah Ruhiyah Setu, Sur'atul Istijabah juga Untuk Muslimah



Setu, Bekasi (23/09), Sabtu pagi sebuah masjid di Perumahan Graha Mustika Media, Desa Lubangbuaya, Setu, Kab.Bekasi mulai dipadati oleh muslimah berjilbab lebar dengan anak-anak yang selalu lekat dengan kegiatan para sosok-sosok ibu yang juga penyandang status sebagai aktivis da'wah dibawah bendera Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). Bertempat di Masjid Al Izzah Blok H Perumahan GMM itu, berlangsung kegiatan rutin bertajuk Jalasah Ruhiyah untuk muslimah dengan tema Sur'tul Istijabah.

Pemateri pada acara ini adalah Ustadz Syahrizal Khalid, Kepala Bidang Kaderisasi DPD PKS Kab. Bekasi. Tampil memukau di depan lebih dari 60 orang kader muslimah DPC PKS Setu. Dalam materi yang menjelaskan tentang pentingnya sikap bersegera menyambut seruan dawah ini, Ustadz Syarizal Khalid mengatakan bahwa selayaknya kewajiban da'wah itu tertuju pada setiap muslim laki-laki dan perempuan ini, maka sikap Sur'atul Istijabah ini juga wajib dimiliki oleh muslim laki-laki juga perempuan tanpa kecuali seperti komitmen da'wah yang bersifat hatman ( niscaya).

Walaupun berbagai kendala da'wah yang ditemui kalangan muslimah, jauh lebih kompleks dengan permasalahan yang ada lazim ditemui oleh aktivis laki-laki, yaitu kewajiban dan tanggungjawab muslimah terhadap anak-anak mereka.

Untuk hal ini, Ustadz Syahrizal memberi dua solusi yang kiranya sangat layak untuk dilakukan di dalam rumah tangga aktivis da'wah saat harus melakukan kewajiban syiar sedangkan keadaan tak memungkinkan untuk membawa buah hati, yaitu :

Pertama, suami istri aktivis da'wah harus bisa bersinergi dalam hal pengasuhan anak. Jangan sampai ada pihak yang terkorbankan baik anak, istri ataupun suami ketika da'wah memanggil salah satu atau keduanya untuk segera berangkat. Jadwal yang disepakati bersama, ini adalah solusi efektif agar semua bisa berdaya di kalangan umat.

Kedua, bila jadwal yang bersamaan dan tak bisa bergantian peran maka perlu pengorbanan maal, untuk mendelegasikan sementara kewajiban mengurus anak kepada orang yang dianggap kompeten. Bisa kepada kerabat bila dekat, atau yang paling memungkinkan adalah kepada pihak yang kita sewa jasanya untuk itu. Ini berlangsung hanya beberapa jam selama kegiatan usrah atau halaqoh berlangsung.

Dengan ini diharapkan, para muslimah mampu meningkatkan kapasitas keilmuan dan tsaqofahnya agar tidak jauh tertinggal dengan capaian yang seharusnya ia dapatkan.

Hal ini juga mampu menciptakan waktu berkualitas atau "me time" bagi para muslimah terutama para ibu rumah tangga yang menurut penelitian, secara psikologis sangat memberi pengaruh positif terhadap kestabilan jiwa seorang perempuan.

Dengan demikian, kiprah muslimah dalam da'wah dan sur'tul istijabah mereka terhadap seruan da'wah akan tetap terpelihara gelora dan semangatnya. Bukankah ini yang di contohkan oleh generasi shahabiyah, dan muslimah salafush shaleh dizamannya???

#maks
PESAN

0 Response to "Jalasah Ruhiyah Setu, Sur'atul Istijabah juga Untuk Muslimah"

Posting Komentar