Yang Dipersatukan Oleh Iman dan Cinta ( Bagian 2)



Persahabatan dan solidaritas kaum Anshar itu merupakan contoh yang benar dalam berukhuwah islamiyah. Itulah ukhuwah yang sejati. Bukan hanya menjadi pemanis di bibir tapi menjadi amal keseharian meski harus mengorbankan darah dan harta untuk mendahulukan kepentingan saudaranya dan meringankan beban mereka, meski diri mereka sendiri begitu membutuhkan.

Namun begitu, Kaum Muhajirin pun bertindak keenakkan dengan kebaikan saudara mereka dari Kaun Anshar. Mereka tidak bersikap memanfaatkan saja tanpa upaya apapun bagi kepentingan hidup mereka. Kaum Muhajirin bersikap tau diri dan memiliki izzah yang kuat mempertahankan diri dari meminta-minta tanpa berusahan apa-apa, seperti yang di contohkan oleh Abdurrahman bin Auf.


Saad ibn Rabiah adalah seorang Anshar. Sementara Abdurrahman bin Auf adalah seorang Muhajirin. Suatu ketika Saad bin Rabiah berkata kepada Abdurrahman,

"Aku adalah orang terkaya dari Kaum Anshar. Karenanya aku akan membagi separuh hartaku kepadamu. Aku juga memiliki dua isteri, maka pilihlah mana yang paling menarik untukmu diantara keduanya, maka aku akan menthalaknya, jika masa 'iddahnya sudah habis, nikahilah dia "

Tawaran itu dijawab Abdurahman,

“Semoga Allah memberkahimu atas keluarga dan hartamu. Namun, cukuplah engkau tunjukkan kepadaku dl manakah pasar kalian berada.”

Lalu kaum Anshar menunjukkan kepada Abdurrahman pasar Bani Qainuqa. Begitulah, akhimya Abdurrahman selalu kembali dari pasar itu dengan membawa keuntungan dari berjualan minyak samin dan keju.

Sungguh suatu ikatan ukhuwah yang dahsyat tiada bandingnya.Mereka seolah bukanlah kumpulan manusia, melainkan seperti sebuah jamaah malaikat yang tak tercela perilaku dan ketulusan hatinya. Mereka telah membuktikan keimanan yang mereka yakini dan mereka ucapkan dengan kerja nyata yang terlahir dari tangan-tangan mereka yang begitu ikhlas dan ridho membantu bahkan berkorban demi kepentingan saudara mereka seiman. Maka Allah swt pun tak pernah melalaikan mereka dengan memberi anugerah dan rahmatNya melalui doa Rasulullah saw yang ditujukan bagi kebaikan dan kemuliaan kaum Anshar, sampai kepada anak keturunan mereka kelak. Subhanallah. . ...Maha Besar Allah dengan segala KeagunganNya.

Sebagai penutupnya adalah sebuah doa yang mereka lantunkan bagi saudara-saudara mereka di jalan Allah… Doa indah yang menggambarkan keindahan hati mereka yang tulus berkorban demi saudara-saudara mereka. Doa bagi hati dan jiwa yang ingin di lindungi Allah swt agar selamat dunia dan akhirat. Doa permohonan bagi kebersihan hati dan jiwa dalam menegakkan kalimat Allah di bumi tempat mereka berjuang dan di akhirat tempat mereka berpulang QS Al Hasyr ayat 10).

Maka tak ada kata-kata yang mampu menggambarkan keindahan kisah orang-orang yang telah dipersatukan Allah swt dengan keimanan dan cinta melalui risalah Islam yang di bawa oleh utusanNya yang mulia Rasulullah saw, selain doa semoga kita semua mampu mengambil hikmah dan menjadikannya contoh tauladan bagi kehidupan berukhuwah kita dengan saudara-saudara kita seiman yang hidup berdampingan dengan kita sekarang, ataupun yang berjauhan.

Karena Iman dan Cinta kepada Allah dan RasulNya adalah sebaik-baik sebab hati-hati kita bisa bertaut. Karena Iman dan Cinta yang kekal itulah seutama-utama landasan kita berjuang meniti jalan yang sama. Dan karena Iman dan Cinta itulah yang menjadikan kita berkumpul pada muara yang sama nantinya. Yaitu berkumpul pada tempat mulia yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang bertakwa, beramal shalih bertemu dan berpisah karenaNya, bercinta, bersaudara dan membenci karena Nya,yaitu syurga karena RahmatNya. Semoga. Amiinn yaa Rabbal alamin.

Wallahu alam bisshowab..

Oleh : Sri Suharni,
Ciketing Udik.
PESAN

0 Response to "Yang Dipersatukan Oleh Iman dan Cinta ( Bagian 2) "

Posting Komentar