Memaknai Syukur




Pusat khidmat kembali melayani pengobatan kesehatan, setelah libur hari raya.

Dibuka setiap pekan hari jum'at jam 08.00 - 11.00.
Diantaranya dilakukan pengobatan umum, timbang berat badan, cek tensi dan pemeriksaan darah atas indikasi oleh dokter umum
(gula darah, asam urat dan kolesterol)

Pelayanan kesehatan ini merupakan wisata hati buat kami.karena bisa berempati dan menolong sesama. Terlebih lagi merasakan sehat ditengah tengah yang sakit.



Adalah seorang ibu pedagang Sayur mayur dengan keluhan kepala pusing dan berat., setelah di lakukan pemeriksaan tensi darah ternyata tekanan nya tinggi. Si ibu sedikit gelisah beliau bilang "...kalau sakit seperti ini ga enak ya neng,, ga bisa dagang jadi ga dapet uang??"
Sy hibur si ibu...."Allah baik bu di kasih sakit biar ibu bisa istirahat, disyukuri saja bu" sambil senyum senyum.
..." mau nya begitu neng..tapi banyak yang harus di bayar, maklum lah tuntutan..,siapa yg mau bayarin..jadi saya ga boleh sakit".canda beliau.

Mungkin maksud nya si ibu bercanda tapi kalau disimak secara cermat jawaban si ibu bisa mengurangi rasa syukur kita terhadap nikmat sehat.

Sering sekali manusia dilupakan oleh dua hal yaitu kesehatan dan waktu luang.

Orang kaya yang banyak uang, akan kah bisa membeli sehat dengan uang nya?

Orang yang tidak punya uang, juga merasa khawatir kalau sakit karena tidak ada biaya untuk berobat.

Ternyata sehat itu dambaan setiap insan dan merupakan karunia Allah SWT.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, "Sesungguh¬nya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(Qs.Ibrahim : 7)

Nah tuuh kita sudah di ingatkan lagi harus banyak banyak bersyukur agar ditambah lagi, tapi terkadang kita lebih bermain dg hati sehingga mengedepankan nafsu keluar dari fitrah nya jadi lupa dengan nikmat yang tidak tampak, sehingga sesegera mungkin perlu menumbuhkan rasa syukur.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun memberikan nasehat kepada kita tentang cara menumbuhkan rasa syukur...
اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.
Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu. (HR. Bukhari)

"Buat yang sakit di bagian kepala selalu bersyukur kaki masih bisa melangkah".

"Bagi yang diberikan sakit menahun masih tetap bersyukur bahwa sebelum kita ada pendahulu yg sholeh di uji Allah dengan penyakit nya selama berpuluh tahun.

"Bagi yang sakit keras dan sudah berikhtiar namun blm kunjung sembuh masih tetap bersyukur karena pernah merasakan nikmat sehat sebelumnya".

Kalau melihat keadaan orang lain yang kondisi nya tidak lebih baik dari kita, maka syukur akan selalu hadir walau bersyukur dalam kondisi terbatas.

Lalu...bagaimana cara bersyukur ketika sakit?

Diantaranya adalah :

1. Menjaga pola makan, minum maupun gaya hidup merupakan bentuk syukur kepada Allah.

2.Ketika sakit hendaklah bersyukur dengan cara beristighfar dan memuji Asma Allah.dengan sakit jadi lebih mengenal bahwa manusia insan yg lemah sehingga didekatkan pada kesabaran.

3.Memahami bahwa sehat dan sakit sudah menjadi ketetapannya,dan tugas kita sebagai hambanya adalah senantiasa berdoa , serta berikhtiar bagaimana mensyukurinya.

Marilah memaknai Syukur dengan baik dan benar sehingga kita bisa mensyukuri nikmat nya walau dalam keadaan syukur yang terbatas.

# Melaporkan dari pusat Khidmat 7orang pasien umum.

#SEHAT untuk semua
Healt for All & All for healt

*Ratih
PESAN

0 Response to "Memaknai Syukur"

Posting Komentar