Edukasi Literasi Media Untuk Si Belia



Saya kasih tahu sesuatu, saya punya perhatian besar pada belia-belia usia SMP - SMA. Saya senang berbaur denhan mereka, bukan karena pengen berbanding muka apalagi biar dibilang awet muda. Ngaco aja kalo bilang gara-gara saya demen ngumpul ama mereka saya jadi awet muda, malah makin keliatan tuanya, kalee. Beda 20 tahun, gak ada satu teknologi pun yang bisa melakukan abrakadabra bikin usia separuh baya jadi sama ama umur belasan. Berhasil kagak, gila iya.

Delapan tahun saya bergaul dengan mereka, kesan saya satu, mereka luar biasa. Jangan under estimate ama muka lugu, senyum lucu, kelakuan nyebelin dan serba kepo milik sosok-sosok belasan tahun itu, kalo mereka udah bikin ulah, kelaarr idup lo.

Berbagai teori tentang parenting punya satu kesimpulan, sesebel-sebelnya kita sebagai orang tua ama kelakuan mereka, kuncinya cuman satu, berlapang dada untuk tetap merangkul mereka dekat dengan kita. Kalo ada istilah women always right, emak-emak always full of power, believe or not, kekuatan itu kumpul jadi satu disosok seorang remaja belia. One more said, kelaaarr idup lo.

Makanya, saya punya keinginan besaar banget buat menggarap mereka, sebab menurut saya, mereka adalah penentu peradaban dunia dimasa depan. Cukuplah kegagalan generasi yang demen fitnah, demen bikin berita hoak lalu menyebarkannya dengan tidak bertanggung jawab, generasi tangan besi yang egoisnya melangit tinggi. Pencetus ide segala sesuatu ada harganya,hingga melahirkan manusia-manusia matrelialisme, hedonisme menganggap pengabdian penuh keikhlasan adalah mantra tinggal dogma. #ngomongapesiymak.

Singkatnya mah, saya girang banget diundang ngisi acara ini. Acara yang tajuknya bikin meriang kayak kena gebok bola kaki yang ditendang Ronaldo saking beratnya. Tapi, santailah. Show time dululah, hasilnya gimana ntar. Toh kalo gagal, saya haqqul yakin ga ada yang nimpukin saya pake gelas air mineral. Kan emang pada puasa.

Bermodal slide show warisan guru literasi saya, Syaikh Erwyn Kurniawan, saya pede aja bawain acara. Tambah bahagia ternyata sebagian besar peserta belia antusias, nyimak dan bertanya. Sebab literasi udah jadi bagian dari kehidupan mereka. Ada digenggaman tangan mereka belasan jam sehari. Mencegah mereka gak beriteraksi dengan sosial media, sama aja misahin Romeo dari Juliet, pasti ada pertumpahan darah. Yang kita bisa lakukan adalah mengarahkan mereka supaya bisa ngisi media dengan konten-konten kebaikan, menjadikan mereka para dai-dai baru yang sadar, bahwa jejak digital mereka diakun-akun sosial media mereka adalah laksana catatan malaikat Rakib dan Atid yang menceritakan jejak amal sholeh - dosa mereka selama didunia yang tak luput dari hisabNya.

Bukan sekedar menumpahkan isi kepala, lalu di share, mengundang banyak like dan dukungan atau puji puja, menjadi afi-afi baru yang keblinger karena kelewat mabuk dengan popularitas yang menjerumuskan. Adalah tanggung jawab kita, sebagai orang tua yang telah menemui titik kesadaran bahwa dunia permedia-an harus kembali jadi corong-corong syiar yang menentramkan kehidupan.

Maka, sungguh saya akan mendukung setiap kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi para belia-belia ini menemukan kembali jati diri mereka. Mereka adalah pemilik masa depan, masa yang penuh tantangan dan berbeda jauh dari kenyataan mereka sekarang. Saat ini adalah saat yang sangat tepat. Membina mereka saat ini, diwaktu-waktu singkat yang masih tersisa, dengan upaya pendekatan yang optimal akan memberikan bekas yang bisa cukup untuk bertahan. Membangun pola pikir yang dinamis dan agamis tanpa mereka merasa dicekoki oleh doktrin agama yang terkesan saklek, penuh pembebanan yang jauh dari kesan mengasyikkan. Beragama adalah sesuatu hal yang menyenangkan, membahagiakan, juga bikin keren abis para pelakunya.

Agama memang candu yang menentramkan. Karena agama memang sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Mengedukasi belia adalah meletakkan tangan-tangan kita dalam kemudi peradaban yang akan membawa Islam pada kejayaannya jauh lebih dahsyat dari kejayaan yang pernah di rasakan umat Islam dimasa lalu.

#maks

Sri Suharni
Ketua ReLi Kabupaten Bekasi
PESAN

0 Response to "Edukasi Literasi Media Untuk Si Belia "

Posting Komentar