Kawan, Bila Kau Tak Terlalu Sibuk, Tolong Bantu Aku



Namaku Fadlin, tapi aku sering dipanggil Alin. Usiaku 21 tahun. Aku sudah tak punya ibu, tetapi masih memiliki ayah yang sudah sangat tua, hingga aku sekarang mengambil alih cicilan rumah orangtuaku di Mustika Grande Blok H5 no 16, Kel. Burangkeng, Kec Setu, Kab. Bekasi. Sebab kalau sampai tak terbayar, sungguh sayang bila harus disita bank. Orang tuaku yang sudah sepuh tak punya tempat berteduh.

Aku tak menempuh pendidikan formal, aku bekerja disebuah tempat yang memproduksi kaos dan baju sablon,dengan ijazah SMP yang keperoleh melalui program kejar paket. Niatnya, Bukan April ini aku mengikuti ujian Paket C, namun apa daya, semua nya terancam gagal karena peristiwa yang menimpaku pertengahan Februari lalu.

Ahad dinihari, 19 Februari 2017,aku yang sedang mengambil pesanan sablonan kaos, ditabrak oleh kendaraan lain. Kaki ku patah, malangnya, mobil yang menabrak ku melarikan diri meninggalkan ku yang terluka parah. Oleh warga, aku dilarikan ke Rumah Sakit Permata Bekasi

Di RS Permata Bekasi , dokter menyarankan supaya kakiku diamputasi. Yaa Rabbi, tak terbayangkan aku harus kehilangan satu kaki, ditengah perjuangan ku yang bisa dikatakan seorang diri. Keluargaku sekuat tenaga menolak, dengan berbagai dalih biaya dan keberatan, aku dipindahkan kesebuah tempat pengobatan alternatif di Daerah Jati Asih Bekasi. Maka disinilah aku berada sekarang.

Dalam perawatan ahli pengobatan parah tulang, aku belum mendapatkan pengobatan, seadanya. Yaa seadanya. Dengan biaya yang harus ku keluarkan sebanyak 5jt rupiah untuk 1,5 bulan perawatan, aku baru bisa membayar 1 juta rupiah saja, itupun sebagian dari pemberian Bapak Bayna Siman dan kawan-kawan yang menengokku pekan lalu. Oh iya, Pak Bayna Siman adalah Ketua DPC PKS Setu Kab. Bekasi.

Pak Bayna dan rekan-rekan kader Setu menaruh simpati padaku, karena aku sempat membantu menjadi saksi untuk pasangan calon Bupati - wakil bupati yang diusung PKS, Saduddin - Ahmad Dhani ( SAH) di TPS 17 Desa Burangkeng. Hm, walaupun SAH kalah, ternyata tak melunturkan kebaikan mereka untuk membantuku.

Kawan, inilah sekelumit kisah hidupku. Bila tak keberatan, aku memohon pertolonganmu, untuk memberi bantuan kepadaku melunasi perawatanku di klinik ini. Sebab sejak masuk kesini, perban ku belum dibuka karena uang yang mampu aku setorkan belum ada separuhnya. Aku mengerti dengan tindakan ini, karena memang selayaknya demikian.

Semoga bantuan yang engkau ulurkan mendapat balasan dari Tuhan. Sebab hanya Dia lah yang mampu membalas setiap kebaikan. Sedangkan aku, aku hanya mampu berdoa dengan sekuat tenaga, sambil mengetuk pintu nurani dengan penuh iba.

Kawan, bila kau tak sibuk, tolong bantu aku. Dari sahabatmu, Alin.

Rekening donasi BSM 7030472947 atas nama Pajarso
Tolong konfirmasi beserta bukti transfer ke nomor WA 081398625355 Pajarso


#maks
PESAN

0 Response to "Kawan, Bila Kau Tak Terlalu Sibuk, Tolong Bantu Aku "

Posting Komentar