Ibu Literasi Jawa Barat, Netty Prasetyani, Budayakan Literasi Untuk Mencerdaskan Negeri



"Saya Sri Suharni bu, Ketua Relawan Literasi PKS Kabupaten Bekasi " kata saya ketika berkenalan dengan Ibu Netty Prasetyani Heryawan, Istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kemarin siang, Senin, (16/01) di sebuah acara silaturahmi dan ramah tamah bersama ratusan tokoh perempuan dari berbagai organisasi yang ada di Kabupaten Bekasi.

Biasanya, saya nyaris tak pernah memperkenalkan diri seperti itu, hanya pada saat-saat tertentu, dan pada orang-orang tertentu. Ibu Netty Prasetyani adalah Ibu literasi Jawa Barat, yang sangat konsern dengan berbagai kegiatan yang menyangkut literasi. Lalu, apa sih literasi itu???

Ibu Netty mengawali obrolan singkat saya dengan memberi pemahaman apa itu literasi.
Literasi adalah sebuah kemampuan untuk mencari, menangkap, dan mengolah informasi. Bentuk hasilnya bisa berupa tulisan, analisa, dan bisa juga dihantarkan lagi dalam bentuk orasi, presentasi, atau bahkan stand up komedy.

" Saya baru saja melakukan kunjungan ke sebuah sekolah menengah atas negeri di Tambun Selatan, dan saya mendapatkan persembahan menarik yang dilakukan oleh hampir seluruh siswa. Ada presenter, stand up, menyanyi, drama, pembacaan puisi. Semua nya adalah produk literasi yang sangat membanggakan ", ucap Ibu Netty.

Bu Netty juga menambahkan, tentang pentingnya meningkatkan budaya membaca dimasyarakat sebagai dasar dari literasi.

" Gerbang awal literasi adalah kegiatan membaca. Budaya membaca masyarakat kita sangat rendah dibanding negara-negara lain. Menurut UNESCO, masyarakat kita rata-rata baru membaca 4 judul buku dalam setahun. Sedangkan rata-rata penduduk dunia adalah 7 judul buku. Seorang anak dari mulai dia bisa membaca sampai taraf SMA harusnya sudah membaca minimal 25 buku. Bagaimana kita bisa menjadi bangsa yang cerdas literasi kalau pembuka nya saja kita tak mampu" papar Netty prihatin.

" Saat ini, masyarakat kita mengalami lompatan budaya. Dari budaya praliterasi, melompat langsung ke budaya digital. Input pengetahuan langsung didapat melalui input digital. Padahal kemampuan kita mengolah dan menganalisa sebuah informasi masih sangat rendah. Sedangkan informasi di era digital seperti sekarang ini tak jelas dari mana sumbernya dan apa kemanfaatannya.
Pembangunan sekarang ini sebenarnya adalah pembagunan yang berorientasi pada peningkatan sumber daya manusianya. Bagaimana kita bisa membangun sumber daya kalau minat membaca saja sangat rendah" lanjut Ibu Netty panjang lebar.

Dari sini, saya sudah bisa memahami bahwa kecerdasan literasi seseorang, bukan merupakan bingkisan dari Tuhan. Tapi ia adalah sebuah kecerdasan yang lahir dari sebuah kebiasaan yang baik yang bisa dimulai dari individu-individu personal yang memiliki kesadaran tinggi bahwa belajar, terutama membaca adalah jendela dunia. Kemauan kita untuk menggali informasi dan ilmu apapun, bisa kita temukan dengan mudah melalui kegiatan membaca.

" Meningkatkan budaya membaca akan dimulai dari sekolah-sekolah yang berorientasi membangun sumberdaya manusia dengan cara meningkatkan minat baca. Program-program unggulan yang diteruskan disekolah-sekolah dengan harapan agar sekolah memfasilitasi keberlangsungan program ini. Kedepannya agar Jawa Barat menjadi propinsi literasi karena mencerdaskan bangsa bisa di capai dengan gerakan cerdas literasi " pungkas Bu Netty.

#maks
PESAN

0 Response to "Ibu Literasi Jawa Barat, Netty Prasetyani, Budayakan Literasi Untuk Mencerdaskan Negeri"

Posting Komentar